[Penjualan Khusus] Di Penghujung Pelukan

Featured[Penjualan Khusus] Di Penghujung Pelukan

Adalah kehilangan. Segala yang seringkali terjadi tanpa diharapkan. Pun bagian kehidupan yang terkadang melahirkan kedukaan. Namun, bukan saja perihal kesedihan. Disadari atau tidak, kehilangan bisa saja merupakan rahasia kebahagiaan dalam skenario Tuhan.

Adalah kehilangan. Bisa berupa apa saja. Pun dialami siapa saja. Termasuk tokoh-tokoh dalam sehimpun cerita yang memiliki beragam kisah kehilangannya. Bisa jadi, pada salah satunya kau pernah merasakan kehilangan yang sama.

***

Benar adanya jika kehilangan tak selalu berwajah duka, terkadang ia berwajah tawa dalam skenario Tuhan. Keduanya dibidik melalui sehimpun cerita kehilangan oleh dua orang penulis yang berkolaborasi, Iit Sibarani dan Momo DM. Melalui cerita yang mereka tulis berdua, ada pesan tersirat yang ingin disampaikan bahwa kebahagiaan selepas kehilangan itu ada.

Sebanyak sebelas cerita dalam buku ini masing-masing ditulis berdua. Kesamaan pemilihan kata dan gaya penulisan menjadikan masing-masing cerita seperti ditulis oleh satu orang saja, merupakan kekuatannya. Beragam cerita dengan satu tema kehilangan yang begitu dekat dengan keseharian bukan tidak mungkin pernah dirasakan oleh khalayak pada umumnya. Hati-hati banyak luka di dalamnya. Tak terkecuali duka. Namun tak sedikit juga suka.

Bekerja sama dengan beberapa toko buku online, pihak Penerbit Media Kita melakukan promo penjualan khusus selama sebelas hari dari tanggal 11 sampai 22 Mei 2017.
Penjualan khusus buku bertanda tangan penulis dengan potongan harga 20% dan bonus travel pouch dapat dipesan di toko buku online berikut:

  • bukukita.com ~> Pesan klik di sini (atau WA 081285000570);
  • buku-plus.com ~> Pesan klik di sini (atau WA 089628519266);
  • republikfiksi.com ~> Pesan klik di sini (atau WA 087885575247);
  • grobmart.com ~> Pesan klik di sini (atau Line @grobmart); dan
  • buku kece ~> Pesan di Line @bukukece.

Ayo pesan pelukanmu sekarang! Jangan sampai kehabisan karena stok sangat terbatas.

(mo)


Advertisements

Kenapa Huawei Nova 3i Menjadi Smartphone Impian Guru Indonesia? Ini Alasannya

Kenapa Huawei Nova 3i Menjadi Smartphone Impian Guru Indonesia? Ini Alasannya

Kemajuan pendidikan tidak terlepas dari kualitas pendidik

Kualitas pendidik era millenial adalah salah satu kunci kemajuan pendidikan. Kreativitas tanpa batas pun akhirnya menjadi satu-satunya pilihan. Siap atau tidak, kenyataan ini harus dihadapi oleh pendidik zaman sekarang. Tidak lucu, dong, kalau pendidik kalah update dengan peserta didik.

Untuk mendukung kreativitasnya, tentu dibutuhkan sarana yang memadai. Smartphone yang handal adalah pendukung utama. Keberadaannya ampuh menciptakan suasana proses pembelajaran yang menyenangkan. Bukan saja sebagai selingan saat proses pembelajaran terasa membosankan. Namun, bisa juga sebagai perangkat utama untuk pelibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, baik pada saat maupun di luar jam sekolah.

Sudah tahu, kan, kalau proses pembelajaran pada saat jam sekolah bisa dilakukan dengan smartphone? Dalam proses pembelajaran, saya memanfaatkan smartphone untuk proses evaluasi pembelajaran dalam jaringan lokal. Dengan berbekal aplikasi dari penyedia layanan, bisa dilaksanakan berbagai bentuk ujian. Tentu hal ini akan memudahkan saya terutama dalam hal pengoreksian jawaban peserta didik sekaligus pemberian nilainya.

Sedangkan di luar jam sekolah, proses pembelajaran dengan pelibatan peserta didik, saya memanfaatkan aplikasi Google Classroom. Dengan aplikasi ini saya bisa berbagi banyak hal dengan peserta didik di kelas yang saya ajar. Di ruang kelas virtual ini, saya bisa dan biasa memberikan materi pembelajaran berupa teks, gambar, dan video. Baik untuk pendalaman materi maupun pemberian tugas-tugas di rumah.

Tampilan Google Classroom Akan Lebih Dahsyat dengn Huawei Nova 3i

Tugas ini tentu membutuhkan dukungan smartphone yang andal. Hal ini mengingat berdasarkan pengalaman selama ini masih menghadapi berbagai kendala. Di antaranya, yaitu kinerja smartphone yang kadang mendadak lelet. Pun ruang penyimpanan media internal yang terbatas. Termasuk kualitas gambar yang kurang optimal.

Contoh Tampilan di Google Classroom

Belajar dari kendala-kendala tersebut, saya memimpikan sebuah smartphone yang bisa menjawabnya. Beruntung saat ini telah hadir Huawei Nova 3i, smartphone kelas menengah dengan kinerja kelas atas.

Bukan tanpa alasan pastinya memimpikan Huawei Nova 3i. Smartphone ini akan menjadi kunci rahasia kesuksesan proses pembelajaran yang sedang saya laksanakan saat ini yang pada akhirnya akan turut andil dalam memajukan pendidikan.

Yakin, Pak? Yakin, dong! Tidak ada alasan untuk meragukan keandalan Huawei Nova 3i ini. Kenapa saya bisa seyakin itu? Ini alasannya.

  1. Prosesor Andal. Huawei Nova 3i menghadirkan Kirin 710 octacore. Prosesor terbaru yang akan membuat kinerja smartphone semakin prima dan hemat energi. Tambahan teknologi Artificial Intelegent (AI) akan menjadikan kinerja smartphone semakin terdepan. Ada keyakinan mengucapkan selamat tinggal pada lelet saat menggunakan smartphone ini;
    Kecepatan dan Kekuatan CPU Huawei Nova 3i
  2. Ruang Penyimpanan Internal Besar. Kinerja prosesor yang prima tidak akan ada gunanya kalau tidak ada dukungan kapasitas memori smartphone. Kapasitas RAM 4 GB dengan kapasitas penyimpanan data sebesar 128 GB adalah jaminan tersendiri. Saya yakin kapasitas sebesar ini mampu mendukung banyaknya dokumen, gambar, dan video yang saya simpan untuk diunggah di Google Classroom;
    Ketajaman Foto Huawei Nova 3i
  3. Empat Kamera. Berbekal masing-masing kamera ganda di bagian depan beresolusi 24 MP dan 2 MP dengan masing-masing bukaan lensa f/2.2 disertai lampu flash dan kamera belakang beresolusi 16 MP dan 2 MP dengan masing-masing bukaan lensa f/2.0, saya yakin Huawei Nova 3i akan memudahkan tugas saya mengumpulkan bahan ajar. Terutama dalam pengambilan foto dan video selama proses pembelajaran berlangsung saat jam sekolah ataupun foto dan video lain terkait materi pembelajaran. Terlebih teknologi AI yang akan bisa memaksimalkan kualitas hasil foto;
    Empat Kamera dengan Teknologi AI pada Huawei Nova 3i
  4. Layar Besar. Berbekal layar selebar 6,3 inci full view display IPS, saya yakin Huawei Nova 3i menjanjikan pengalaman menyenangkan saat digunakan untuk mengakses Google Classroom terutama saat memutar video pembelajaran maupun media pembelajaran lainnya. Selain itu, aspek rasio layar 19,5 : 9 dengan desain bezeless hampir 81% di bagian depan adalah kunci kenyamanan memanfaatkan layar.

Layar Besar Huawei Nova 3i

Saya yakin keempat alasan di atas merupakan impian yang akan menjadi salah satu kunci sukses peningkatan mutu pendidikan. Percaya, kan, kalau mutu pendidikan yang baik adalah kunci bagi kebaikan dunia pendidikan? Jika, iya. Wujudkan mimpimu untuk turut mendukungnya dengan memiliki Huawei Nova 3i secara nyata.

”Urbandigital”

Kenapa Imunisasi MR Harus Dilakukan? Ini Jawabannya

Kenapa Imunisasi MR Harus Dilakukan? Ini Jawabannya

Program imunisasi campak dan rubela (Measles & Rubela/MR) fase II di 28 provinsi di Indonesia menargetkan 31.963.000 anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Demikian terungkap dalam Seminar dan Pelatihan Advokasi untuk Kampanye Imunisasi MR Fase II dan Surveilans PD3I yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan dukungan sepenuhnya dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan World Health Organization (WHO), kemarin (30/7). Bertempat di Senggigi Ballroom Hotel Aston Inn Mataram, kegiatan selama satu hari ini berlangsung dengan sukses. Sebanyak enam puluh orang tenaga kesehatan lintas sektor tampak terlibat sebagai peserta aktif, di antaranya anggota IDAI NTB, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTB, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) NTB, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) NTB. Keaktifan peserta terlihat dari saat kegiatan dibuka sampai paparan materi oleh nara number hingga penghujung acara.

Kegiatan yang berlangsung dalam bentuk paparan materi serta workshop ini banyak membahas strategi imunisasi MR yang akan dijalankan dalam fase II dari bulan Agustus sampai September tahun ini. Hal ini penting karena mengingat masih adanya hambatan yang ditemui saat pelaksanaan fase I. Kendala tersebut mencakup dua hal tersebut adalah adanya black campaign antiimunisasi serta berita hoax yang beredar terkait pelaksanaan imunisasi. Kedua hal besar yang disampaikan oleh Hakimi, SKM, M .Sc. tersebut menjadi sorotan selama kegiatan berlangsung.

“Penolakan imunisasi bukan karena tidak mau, tetapi karena tidak tahu.”

Demikian ditambahkan oleh Hakimi salah seorang nara sumber dari Kemenkes RI dalam paparan singkatnya. Lebih lanjut Hakimi menyatakan bahwa tugas semua komponen untuk membuat masyarakat menjadi tahu.

Tugas besar inilah yang menjadi dasar penyusunan Komitmen Dukungan Kampanye Imunisasi MR Fase II dan Surveilans PD3I. Sebuah komitmen bersama yang ditandatangani oleh WHO, Kemenkes RI, Komite Nasional KIPI, IDI, IDAI, IBI, dan PPNI ini menjadi kunci suksesnya program Imunisasi MR Fase II di Indonesia.

Kesuksesan ini tentu membutuhkan strategi yang tepat. Guna memperoleh rumusan untuk diterapkan di lapangan, peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan profesi, yaitu kelompok IDAI, IDI serta IBI dan PPNI. Ketiga kelompok berdiskusi dalam sebuah workshop yang dilaksanakan setelah penandatanganan komitmen bersama.

Komitmen bersama tentu tidak akan berhasil dijalankan jika tidak ada strategi jitu melaksanakannya. Kemenkes RI sendiri memutuskan untuk menggandeng narablog untuk menggaungkan kampanye ini. Selain itu, terobosan pun dilakukan dengan peluncuran aplikasi android yang dapat diunduh di playstore, PrimaKu. Sebuah aplikasi yang diharapkan bisa menjawab keraguan masyarakat tentang pentingnya imunisasi dalam mencegah kecacatan dan kematian.

Mendukung hal-hal baik adalah bentuk kebaikan

~ mo ~

7 Nilai #PesonaRamadan2018 Sebagai Magnet Mengenalkan Wisata Religi Sejak Usia Dini

7 Nilai #PesonaRamadan2018 Sebagai Magnet Mengenalkan Wisata Religi Sejak Usia Dini

Sebab perjalanan adalah salah satu cara menemukan hal-hal baru

Benar adanya. Selalu saja ada hal baru dijumpai pada sebuah perjalanan wisata. Tidak terkecuali wisata religi, khususnya di Lombok. Predikat Wisata Halal yang disandang dan julukan Pulau Seribu Masjid semakin mengukuhkan Lombok sebagai salah satu destinasi wisata religi terbaik di Indonesia. Tentu banyak pengetahuan dan pembelajaran dalam setiap langkah menyusuri keindahannya.

Bukan saja bagi wisatawan remaja, dewasa maupun tua. Namun, juga bagi wisatawan berusia anak-anak. Tidak percaya? Coba saja memasukkan Pesona Khazanah Ramadan (PKR) 2018 yang dipusatkan di Islamic Center NTB ini sebagai agenda wajib wisata Ramadan keluarga Anda.

Megah. Demikian kesan pertama saat menapakkan kaki di area Islamic Center. Sejak terealisasi pembangunannya pada tahun 2011 dan diresmikan pada tanggal 15 Desember 2013, Islamic Center benar-benar menjadi ikon utama wisata religi NTB. Berdiri megah di atas tanah seluas 7,6 hektar, kompleks bangunan ini menjadi daya tarik tersendiri. Arsitektur bangunan ini sangat kental dengan napas islami dengan tidak melupakan budaya lokal. Terlihat dari kubah masjid bernama Hubbul Wathan yang berdiri megah di area seluas 74,749 meter persegi ini tampak berbeda dengan masjid lainnya di Indonesia. Kubah masjid yang terdiri dari empat lantai ini dilengkapi dengan corak Batik Sasambo, motif batik khas NTB. Dari sini anak-anak akan mulai belajar tentang arsitektur Islami sekaligus kearifan lokal.

img_4989
Keceriaan Anak Usia Dini Saat Berwisata Religi (Dok. Pribadi)

Syahdu. Kesan selanjutnya saat jejak langkah kaki menyusuri setiap sisi bangunannya. Ada kedamaian diam-diam menyusup ketika mengagumi kemegahan menara setinggi 99 meter. Betapa tidak. Ketinggian tersebut melambangkan 99 nama-nama Allah yang ada (Asma’ul Husna). Membayangkan menaiki minaret sambil membimbing anak-anak untuk menyebutkan satu asma Allah setiap naik 1 meter saja rasanya sungguh menggetarkan hati. Terlebih ketika sampai di puncak menara. Getaran hati akan mendadak berubah menjadi pujian dan syukur yang amat dalam. Kok bisa? Tentu saja. Sebab dari puncak menara ini anak-anak bisa menjadi saksi hidup bagi keindahan kota Mataram sekaligus belajar mensyukuri karunia semesta.

img_5043

Meriah. Kesan yang didapat saat mengunjungi Islamic Center pada bulan Ramadan. Bulan puasa bukan halangan bagi pariwisata NTB untuk terus bergeliat. Wisata pun dikemas sedemikian rupa sehingga pas dengan momentum bulan Ramadan. Salah satu event wisata yang digagas Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) dengan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemda NTB) dan didukung Generasi Pesona Indonesia adalah Pesona Khazanah Ramadhan (PKR) 2018. Event yang bertujuan menggenjot pariwisata di bulan Ramadan ini diselenggarakan untuk kedua kalinya. Mengulang kesuksesan tahun sebelumnya, kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk mengenalkan wisata religi sejak dini.

img_5041
Sejak Dini Berwisata Religi Menumbuhkan Cinta pada Tempat Ibadahnya Sendiri (Dok. Pribadi)

Sebegitu pentingkah? Tentu saja. Mengenalkan wisata religi sejak dini adalah cara menyenangkan bagi balita untuk mulai belajar pengetahuan dan pemahaman agama. Pendalaman ilmu agama sejak dini adalah bekal terbaik agar kelak balita dan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mencintai dan mau memakmurkan masjid.

Lalu nilai apa saja dalam Pesona Khazanah Ramadan 2018 yang bisa digunakan sebagai daya tarik mengenalkan wisata religi sejak usia dini?

  1. Religi. Keseruan nilai religi dalam PKR 2018 tertanam secara utuh dalam Tausiyah Akbar Ustaz. Agenda ini diselenggarakan pada tanggal 19, 24, dan 31 Mei 2018 dengan menghadirkan tiga orang ustaz berbeda. Sungguh rugi jika tidak bisa mengajak anak untuk larut dalam kekhusyukan pengajian. Tentu akan menjadi pengalaman seru bagi mereka saat menerima pengetahuan baru tentang agama. Namun, bukan itu saja. Selalu terbuka kesempatan untuk mengajari ilmu agama kepada anak terutama balita. Mendekatkan mereka pada orang yang sedang salat, misalnya. Penjelasan tentang gerakan salat dengan bahasa sederhana akan membuat mereka senang mendengarkannya. Belum paham memang, tetapi Insyaallah hal-hal baik semacam itu akan terekam dalam otak dan akan bisa diterapkan kelak pada waktunya.

    img_4993
    Sejak Dini Mulai Kenal dengan Kewajiban pada Illahi (Dok. Pribadi)
  2. Literasi. Keseruan literasi juga menjadi alasan mengenalkan wisata religi sejak usia dini. Pesta Buku Islam dan Bedah Buku yang menjadi agenda unggulan merupakan gerbang pembuka ilmu pengetahuan bagi anak-anak. Agenda yang diselenggarakan dalam kurun tanggal 17 Mei hingga 9 Juni ini pencinta maupun pegiat literasi akan rugi besar jika melewatkan kesempatan ini. Seperti kata banyak orang, buku adalah surga pencinta literasi. Nah! Di event ini jika Anda pencinta literasi akan menemukan surga dunia yang hakiki. Sebab bagi mereka, tumpukan buku-buku dengan potongan harga yang menggiurkan adalah kebahagiaan tersendiri, bukan? Selain itu, diskusi hangat tentang buku juga menjadi agenda. Hal ini tentu saja akan menghadirkan keseruan  sendiri bagi anak-anak. Mereka akan semakin memahami bahwa membaca adalah perintah Allah. Pengetahuan sederhana ini kelak akan dibawa hingga mereka dewasa. 

    img_5035-1
    Generasi Literasi Masa Kini yang Mencintai Buku Anak Islami (Dok. Pribadi)
  3. Tradisi. Demikian halnya dengan nilai tradisi. Untuk mengenalkan nilai tradisi, PKR 2018 menghadirkan Bazar Ramadan. Agenda yang dibuka pada tanggal 22 Mei 2018 oleh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H. Rosyadi Sayuti ini menawarkan keseruan pengalaman bagi anak-anak. Mereka akan antusias mengunjungi satu per satu stan kuliner tradisional yang ada. Tugas orang tua adalah menjelaskannya sesuai usia mereka. Sekadar mengenalkan nama saja tidak mengapa. Setidaknya anak-anak, khususnya balita mulai mengenal kearifan lokal daerahnya. Tentu hal ini adalah awal yang baik bagi mereka untuk mencintai daerahnya, bukan? 

    img_5014
    Mengenal Kekayaan Tradisi Kuliner Daerah Sejak Dini (Dok. Pribadi)
  4. Seni. Nilai seni juga dihadirkan dalam PKR 2018 ini. Nonton Bareng Film Islami pada tanggal 26 dan 27 Mei 2018 merupakan upaya bagus mengenalkan anak pada seni Islami. Sepanjang film orang tua bisa menjelaskan tentang amanat dalam film tersebut. Sedangkan untuk penerapan dalam kehidupan sehari-hari bisa diterangkan setelah film usai, terutama menyangkut pesan moral film. Tidak terkecuali atraksi marawis anak-anak dari pondok pesantren. Melalui acara ini anak akan belajar bahwa seni itu menyenangkan. Seru, kan? 

    img_5013
    Penampilan Salah Satu Tim Marawis dari Pondok Pesantren Mengajarkan Bahwa Seni itu Menyenangkan (Dok. Pribadi)
  5. Edukasi. Nilai lain yang ada dalam PKR 2018 ini adalah edukasi dalam bentuk Festival Dolanan Santri yang dilaksanakan dari tanggal 28 Mei sampai 1 Juni 2018. Cerdas Tangkas 5 Pilar dan edukasi science dalam bentuk ‘Fun Science‘ menawarkan keseruan berbeda bagi anak. Mereka akan mengenal proses belajar sebagai suatu hal yang menyenangkan. Jika sudah demikian akan mudah bagi orang tua untuk mengarahkan. Menarik, bukan? 

    img_5029
    Perangkat Permainan Islami Sebagai Sarana Edukasi Bagi Anak (Dok. Pribadi)
  6. Transaksi. Di event PKR 2018 anak juga bisa mengenal transaksi. Agenda Lombok Travel Fair dari tanggal 21 sampai 25 Mei 2018 mengajarkan anak bahwa untuk bisa melakukan perjalanan dibutuhkan biaya. Sekecil apa pun itu. Anak-anak bisa secara langsung menyaksikan transaksi sesuai syariat agama dan menerapkan dalam kehidupan nyata, baik tingkat lanjut maupun sederhana. Jika ini bisa dibawa hingga dewasa pasti nilai-nilai baik dalam bertransaksi akan senantiasa dipegangnya. Wah, pasti keren, ya? 

    img_5017
    Anak-anak Belajar Transaksi Sesuai Syariat (Dok. Pribadi)
  7. Histori. Keseruan lain yang tidak kalah pentingnya adalah dihadirkannya nilai histori. Bentuk nilai yang ada berupa Pameran Khazanah Dunia Islam. Dalam pameran yang akan diselenggarakan dari tanggal 4 sampai 8 Juni 2018 ini akan menampilkan kesenian dan kebudayaan Islam dari berbagai penjuru dunia. Bagi mayoritas anak-anak, hal ini merupakan sesuatu yang baru yang akan menggugah keingintahuan mereka. Keingintahuan ini adalah pintu gerbang untuk memasukkan pengetahuan tambahan. Meskipun sebatas hal-hal sederhana saja, tetapi dampaknya akan luar biasa ke depannya. Mereka akan memiliki ketertarikan untuk lebih tekun mendalami sejarah dunia Islam. Dengan demikian orang tua akan memiliki peran dalam pembentukan generasi yang cinta agama. Membanggakan, bukan? 

    img_5026
    Salah Satu Agenda yang Bisa Menumbuhkan Minat Anak untuk Mengenal Sejarah Islam (Dok. Pribadi)

Nah! Jika sudah ada bukti, rasanya tidak perlu lagi berpikir dua kali untuk mulai mengenalkan wisata religi sejak usia dini. Saya telah membuktikannya. Sekarang giliran Anda untuk turut serta. Bersedia?

 

img_5070
Romantika Senja Penutup Perjalanan Wisata Religi yang Istimewa (Dok. Pribadi)

~ mo ~

Miris! UKM Sektor Kuliner Belum Punya ‘Bapak’

Miris! UKM Sektor Kuliner Belum Punya ‘Bapak’

Demikian disampaikan oleh Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) PPKP Mataram, Lindrawaty Angkawijaya saat Kick Off Sektor Unggulan UKM Kuliner kemarin (6/10).

Kick Off Sektor Unggulan UKM Kuliner (Dok. Pribadi)

Bertempat di aula lembaga bersangkutan, kick off ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan Rencana Kegiatan Sektor Unggulan UKM Kuliner tahun 2017-2018 oleh LPB Mataram, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), dan KSU Cabe Rawit. Di hadapan dua puluh orang peserta dari UKM Kuliner dan Kerajinan, lebih lanjut Lindrawaty mengungkapkan sebuah fakta.

Continue reading “Miris! UKM Sektor Kuliner Belum Punya ‘Bapak’”

#DukungGERMAS – Lakukan 3 Program Ini Demi Kesehatan Keluargamu

Sejak tahun 2015, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) telah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hingga tahun 2017 ini telah banyak program dilaksanakan untuk menyukseskan gerakan ini.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2017 menitikberatkan pada tiga program utama. Program utama yang dilaksanakan pada tahun ini, meliputi: cek kesehatan secara rutin, makan sayur dan buah, dan aktivitas fisik.

Continue reading “#DukungGERMAS – Lakukan 3 Program Ini Demi Kesehatan Keluargamu”

#DukungGERMAS – Cek Kesehatan: Langkah Awal Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Temu Blogger Kesehatan NTB 2017 masih berlangsung hingga sebelum waktu salat Jumat tiba. Setelah sesi perkenalan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi paparan materi.

Dalam sesi bertajuk ‘Pengelolaan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular’ ini menghadirkan dr. Birry Karim, Sp.PD (PAPDI) yang memaparkan materi menarik tentang berbagai hal terkait penyakit tidak menular.

Continue reading “#DukungGERMAS – Cek Kesehatan: Langkah Awal Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular”