.:. Desah Terakhir .:.

⌣·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣

Kehendak tak bisa ditunda walau sejenak
Sejenak berlalu dalam keindahan semesta semu
Saat kehendak terucap kelopak mata tak lagi berkejap
Tertutup gulita berselimut hitamnya dunia

Desah terakhir penunjuk bagi akhir
Akhir sebuah jatah untuk tertawa indah
Desah terakhir penanda bagi awal
Awal sebuah asa dalam kekal masa

Saat itu,
Tangan perkasa tak lagi mampu merasa
Rona indah tak lagi kuasa berkeluh kesah
Satu per satu akan kembali ke asalnya

Saat itu,
Raga kuat tak lagi mampu berbuat
Kaki kekar tak lagi kuasa berlari menghindar

Yang ada hanya
Tangan yang bicara
Rona yang berkata
Raga yang mengeja
Kaki yang bersuara

Bicara tentang kebenaran selama berkuasa atas dunia
Berkata tentang kejujuran menjelajahi semesta
Mengeja setiap dosa yang diperbuat dalam kata
Bersuara lantang serukan penyesalan usang

Tak ada lagi keindahan tersisa
Yang ada hanya sesal yang mendera
Tak ada lagi pesona di pelupuk mata
Yang ada hanya tawa atas dosa yang tak terlupa

Tapi..
Tidak usah takut padanya
Karena dia hadir hanya saat di titik nadir
Tidak usah menghindarinya
Karena dia ada tidak dalam wujud seramnya

Nikmati hadirnya dengan ikhlas
Selama kita selalu berbakti pada Yang Diatas
Sambut datangnya dengan senyuman
Selama kita selalu tekun melakukan kewajiban

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈♡̬̩̃̊‎_m.a.z.m.o_♡̬̩̃̊‎✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s