.:. 111 Warna .:.

⌣·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣

Sore yang pucat saat seorang anak berdialog dengan kakeknya.

“Apa ini Mbah?”

“Ini adalah bendera saksi perjuangan. Tetap Mbah simpan, sampai sekarang usia Mbah 83 tahun.”

“Kok tidak merah Mbah?”

“Cucuku, seusang apapun, warna merah pada bendera kita itu tetap merah.”

“Kita ganti yang baru ya Mbah?”

“Tidak usah. Yang penting maknanya. Tidak ada yang bisa menggantikan bendera ini, dengan warna yang lebih indah sekalipun.”

“Kita pasang di luar ya. Biar semua orang tahu kalau Mbah seorang pejuang hebat.”

“Tidak usah. Kehebatan tidak perlu dipamerkan.”

“Kalau tidak begitu, bagaimana negara bisa tahu kalau Mbah itu seorang veteran perang?”

“Tidak perlu. Bisa melihat bendera merah putih tetap berkibar dan dihormati saja, Mbah bahagia.”

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈♡̬̩̃̊‎_m.a.z.m.o_♡̬̩̃̊‎✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

4 thoughts on “.:. 111 Warna .:.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s