.:. Perkenalan Terindah .:.

⌣·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣

Aku terbaring lemah di ranjang. Selang infus bergantung di sampingku, menusuk nadi tanganku. Entah sudah berapa lama kondisiku seperti ini setelah kejadian kecelakaan yang kualami. Saat itu aku baru saja pulang dari pemakaman ayahku.

Aku berusaha menatap sekeliling. Gelap. Mataku belum bisa melihat dengan sempurna. Antara sadar dan tidak, sayup-sayup kudengar suara langkah mendekatiku.

“Siapa namamu?”

“Aku Nandito. Kamu siapa?”

“Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Aku hanya ingin menolongmu bebas dari penderitaan.”

Perkenalan yang aneh. Tiba-tiba datang langsung ingin menolong. Siapa dia? Dokter kah? Aku tak peduli siapa dia yang jelas berkat pertolongannya aku bisa membuka mata.

Kulihat ibu terisak di sampingku. Aku tidak tahu kenapa ibu menangis. Yang aku tahu aku sudah bebas dari penderitaan panjangku berkat malaikat penolongku; malaikat maut.

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈♡̬̩̃̊‎ @momo_DM ♡̬̩̃̊‎✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s