.:. Pelangi Dibalik Jendela .:.

⌣·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣

Hujan pertama di bulan Oktober setelah kemarau panjang, kini usai. Sisa rinainya mengalir lembut di sebuah jendela hati, mata Ibu yang berubah menjadi genangan.

“Ibu kenapa?”

“Tidak apa-apa, Nak.”

Ibu menyembunyikan kesedihannya dalam senyuman. Ibu tahu cara agar aku tidak ikut bersedih. Itu yang membuatku kagum.

“Hujan adalah kenangan Ibu. Banyak cerita indah selepas rinai terakhirnya.”

Kata demi kata yang mengalir adalah kekuatan cinta luar biasa untuk sosok yang kubanggakan, Ayah. Selama bercerita, pandangan Ibu lekat menatap jendela. Aku tahu Ibu menunggu hadirnya pelangi. Ada doa dan harapan yang telah lama dititipkan pada keindahannya. Kebersamaan dengan Ayah, seperti dulu, sebelum perceraian memisahkan mereka.

Dua pasang mata masih lekat menatap jendela. Dari balik jendela, pelangi mulai memudar, perlahan membawa Ayah kembali ke surga; selamanya.

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈♡̬̩̃̊‎ @momo_DM ♡̬̩̃̊‎✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

16 thoughts on “.:. Pelangi Dibalik Jendela .:.

  1. Iya mas, aku komennya kurang kata “tidak” hee…. Betul, Sayah suka banget sekali dengan pelangi, dan susah sekali melihatnya sekarang😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s