.:. Rumah Kecil Itu .:.

⌣·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣

“Tumben kamu ke sini.”

“Saya kangen Ayah. Beberapa hari ini saya akan tinggal di sini menemani Ayah.”

“Ayah senang mendengarnya. Terus pekerjaanmu bagaimana?”

“Tenang saja, Yah. Aku kan bisa berangkat dari sini. Oya, Yah. Daripada sendiri, bagaimana kalau Ayah pindah ke rumah saya saja?”

“Tidak usah. Ayah di sini saja. Lebih tenang dibanding di komplek.”

Hujan tiba-tiba menyerbu. Beberapa bagian atap bocor, lantai basah. Hujan menginspirasiku untuk melakukan sesuatu.

Setelah berbulan-bulan, hari ini aku baru bisa mewujudkan niatku. Aku menyiapkan segala sesuatunya. Kali ini, aku harus bisa. Tidak ada kata terlambat untuk membuat bangga dan bahagia orang tua.

Akhirnya, aku berhasil membangun rumah untuk Ayah. Meskipun sederhana, tetapi lebih baik daripada rumah Ayah sebelumnya yang hanya berupa gundukan tanah.

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈♡̬̩̃̊‎ @momo_DM ♡̬̩̃̊‎✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

8 thoughts on “.:. Rumah Kecil Itu .:.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s