.:. Diam Memendam .:.

⌣·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣

Senja merona dalam semburat jingga. Di pembatas jalan pantai Malimbu, aku sudah hampir dua jam menunggumu. Beruntung rasa bosan tak menemaniku. Senja perlahan luruh di batas cakrawala. Meluruhkan rinduku pada sebuah asa untuk berjumpa. Aku bahagia saat menatapmu mendekat, seketika matahari senja tertutup keindahannya. Kamu. Iya, kamu. Bidadariku.

“Hai. Sudah lama?”

“Ah belum kok,” jawabku palsu.

Basa-basi pun tercipta. Tatapan mataku hanya tertuju padamu. Sesekali kamu tersenyum ke arahku. Kamu tak tahu, saat itu aku melayang ke langit biru. Terbang bersama impianku.

Sebuah mobil berhenti tepat di dekatku. Seseorang turun dan mendekat. Kamu tersenyum.

“Oya, kenalkan. Jaka, ini Randy dan Randy, ini Jaka, pacarku.”

Aku tersenyum palsu. Kuulurkan tanganku pada kekasihmu, sahabatku. Ini salahku bukan salahmu. Aku yang telah memilih untuk diam memendam.

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈♡̬̩̃̊‎ @momo_DM ♡̬̩̃̊‎✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

6 thoughts on “.:. Diam Memendam .:.

  1. Padahal udah berharap yg dipandang juga laki-laki. Jadi kan reasonable kalo dipendam… Eh, bukan ga reasonable juga ding kalau mendam perasaan sama sahabat perempuan..🙂 Cuman rasanya lebih greget kalau yg disukai itu… Ah… maaf, imaji saya terlalu liar. *kabur bawa panci*

  2. Tulisn yg membw pd pensrn n romantisme sejk awl bcx.keren abis mas! O y jd pingin ke pntai malimbu lg nihh!! Terus nulis y ditunggu oke!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s