.:. Memendam Rasa .:.

⌣·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣

Sejak pertemuan terakhirku denganmu di pantai Malimbu senja itu, perlahan hujan membenamkan air mataku ke bumi. Pelangi pun kembali muncul di binar mataku. Pelangi itu, dia.

Aku melihatnya pertama kali saat ada pertemuan komunitas. Pertemuan yang dilaksanakan santai di tepi pantai Senggigi. Gemuruh ombak tak seriuh debar dadaku saat aku menatapnya. Tatapan hangat yang membuatku terpana. Sebanyak butir pasir putih yang terhampar, sebanyak itu pula pesonanya menghunjam hatiku. Ah…seandainya aku menjadi ombak, pasti aku takkan malu-malu untuk menyapanya. Aku membisu.

Mataku lekat menatapnya. Sosok yang sempurna. Sesempurna senja di akhir pertemuan itu. Pertemuan yang bahkan aku tidak tahu apa yang dibicarakan. Aku terlalu asyik dengan dunia baruku. Mencintainya, gadis di halaman terakhir novel yang tengah kubaca. Biografi singkat beserta foto cantiknya; tersenyum padaku.

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈♡̬̩̃̊‎ @momo_DM ♡̬̩̃̊‎✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

4 thoughts on “.:. Memendam Rasa .:.

  1. gimana yah rasanya kalo mengagumi orang tanpa ada fisiknya… hmmm… aku kenal ada orang kayak gitu. #akujugakali #hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s