.:. Kamu Manis, Kataku .:.

“Kamu manis,” kataku.

Setidaknya itu ungkapan kekagumanku padamu. Iya…kamu. Seseorang yang hadir setelah kepergiannya, dulu. Dia yang tak lagi menghiraukan aku lagi. Dia yang kini entah dengan siapa sedang bercumbu. Ah! Masa lalu yang takkan pernah benar-benar berlalu. Mungkin.

Ternyata aku salah. Masa lalu sepertinya enggan mengiringi langkahku. Sudah ada kamu yang selalu meyakinkan aku untuk meraih masa depan. Setidaknya aku bahagia sejenak denganmu. Memilihmu adalah jalanku mencapai bahagia. Setidaknya saat ini saja. Boleh?

“Kamu manis,” kataku lagi.

Kamu hanya tersenyum. Setiap bertatap muka, hanya itu yang sanggup kukatakan. Tak lebih. Aku tak berani untuk mengungkapkannya. Sungguh. Aku takut disangka gila karena terus memujamu. Apa aku salah terlalu memujamu?

“Kamu manis,” kataku, berulang kali.

Dan, kamu tak pernah bosan mendengarnya, terpaku diam dalam cermin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s