[#PuisiMalam] ~ Dua Puluh Lima Februari

“Sekumpulan tweet #PuisiMalam @nulisbuku [1]”

RT @lalapurwono: Kamu adalah semesta, tempat saya ingin berkelana. Hatimu adalah rumah, tempat saya ingin tinggal selamanya. #PuisiMalam

RT @aisxiarifi: Kenapa masih ada puisi? Kenapa masih gemar bersajak?. Jawabnya adalah karna masih ada rindu yang melambung di udara. #PuisiMalam

RT @slametraharjoo: Butuh kegelapan untuk melihat bintang krna bila siang pesona bimasakti yang gemerlap kalah saing dg mentari #PuisiMalam

RT @aisxiarifi: aku kerap menyeduhmu dalam gelapnya pekat malam. Kemudian segala luka larut didalam kenangannya. #PuisiMalam

RT @JinggaPagi: kaki raksasa sang waktu terus melangkah dengan angkuh, menginjak-injak aku yang terjatuh bersama masa lalu. ah ini krn kamu. #PuisiMalam

RT @mayichi_:  skrg kita seperti saling menyergap dan mengembangkan luka. entah siapa yg menjebak, tapi kita terjebak pada ujung. #PuisiMalam

RT @ryokyotoo: malam kian larut tapi rinduku tak kunjung surut, hanya rasa yg semakin kalut, jauh di sana cintaku terpaut.. #puisimalam

RT @LesmanaPoetra: “Rindu kita melambung kemudian pecah menjadi butiran harapan yang tak kunjung datang.” #PuisiMalam

RT @sangpembeda tak kulihat lagi kerutan di dahi | tak kunikmati sembari menanti | karena sejak saat itu serasa sunyi | menghimpit menjemput mati. #PuisiMalam

RT @Shatik4h: ada sebuah rindu yang aku cari, saat matahari bersembunyi, apakah sekumpulan burung malam membawanya pergi? #PuisiMalam

RT @lalapurwono Tidak ada kata ‘selesai’, yg ada hanyalah jeda dan kemudian kita saling menginginkan kembali. #PuisiMalam

RT @lalapurwono: Saya jatuh cinta. Berkali-kali. Setiap hari. Dengan satu lelaki. Kamu, yg kini berada di ratusan kilometer dari sini. #PuisiMalam

RT @lalapurwono Boleh kupinjam kunci untuk membuka pintu hatimu? Ingin tahu siapa yg beruntung menyesaki seluruh ruang itu. #PuisiMalam

RT @lalapurwono Harusnya sederhana saja; aku merindumu, kamu merinduku. Sederhana, yg kemudian mendadak rumit krn kamu tak begitu. #PuisiMalam

RT @mayichi_: ini tentang simpul yang kitapun tidak berani membuatnya jadi erat. sial! #PuisiMalam

RT @sabianmorgan : kulewati jalan yg kita tempuh malam tadi. Setidaknya, rinduku terobati oleh jejakmu, kekasih. #puisimalam

RT @doRa_himmawari: seakan kau tak mengerti. Seolah kau tak peduli. Padahal kau tau aku sudah letih. #puisimalam

RT @momo_DM Ini bukan rindu, hanya detak jantung yang tak sanggup menyekutukan jarak dengan detik waktu. #puisimalam

RT @doRa_himmawari: kau nyanyikan lagu kita, tapi tanpa aku di tiap baitnya. Apakah sama rasanya?? #puisimalam

@nulisbuku Bergelas-gelas anggur aku minum, tak juga kutemukan dirimu di sana. Kamu di mana? #PuisiMalam

RT @LanaAnnisa: sudah seribu bintang kuronce, sejuta langit kurajut. Kau bilang akan datang esok malam.. esok yang mana lagi? #puisimalam

RT @doRa_himmawari: kau pernah bilang aku adlh mataharimu! Tapi mengapa bukan aku yg kau cari saat kau merasa beku?? #puisimalam

RT @lukisansunyi: di dahimu kulihat sisa bias matahari. di sunyiku kurasakan sisa hangatmu. #puisimalam

RT @amnestimarta: Kamu Thor & aku Freya dlm mitos Skandinavia.Tereinkarnasi sedemikian rupa,ttp terikat kisah yg sama.Tak kenal masa. #puisimalam

RT @doRa_himmawari: Cintamu masih rapi ku simpan.. Aku tak meminta banyak, apa air mataku masih kau simpan?? #puisimalam

@nulisbuku Kau sebut cinta itu kata, aku menyebutnya rasa. Kita tak pernah bertemu. #puisimalam

RT @chus26pedrosa: Malam mengutukku utk sendiri memuja rembulan & bintang2,sedang angin terus mendesis mengejekku dLuar ruangan. #PuisiMalam

@nulisbuku Aku menantimu di balik hujan dan siang. Kapan kamu menyapaku? #PuisiMalam

RT @tiarawidodo: Aku kangen ibuk aku kangen bapak #puisimalam

RT @ikaiueo: Kau adalah waktu dan aku adalah jam rusak. Aku berhenti, tapi terus menunjuk padamu. #PuisiMalam

RT @doRa_himmawari: lalu kamu kembali, lagi2 terlukai..Aku tersenyum, memelukmu dgn perih.. #persinggahan #puisimalam

@nulisbuku Malam tak pernah menangisiku meski kisah ini kelam. Ia tahu aku tak kan pernah tenggelam. #PuisiMalam

RT @beriozka: Aku meminta bintang memantulkan rasa. Tengoklah sejenak & resapi sinarnya. Ada rinduku disitu. Sadarkah kamu? #PuisiMalam

RT @astronotungarii: Dalam doaku terselip namamu, sejauh ini hanya itu, entah mengapa aku bisa, biar Tuhan yang tau🙂 #puisimalam

RT @LanaAnnisa: senja singgah, kemerahan, melambaikan salam terakhir untukmu. apakah bisikku sampai ke atas sana, sayang? #puisimalam

RT @doRa_himmawari: aku tau kamu lelah, mencari pijakan yg nyata! Tp tau kah kamu, aku lbh lelah mencinta tanpa nyata! #puisimalam

RT @chus26pedrosa:  aku hanya mengerti, persahabatanpun tak sesederhana kata-katanya. #PuisiMalam

RT @lia3x: Jika jantungmu terus berdetak, artinya langkahku kian mendekat. jangan dulu beranjak, cinta baru menemukan rumah yang tepat. #PuisiMalam

RT : Denganmu, sepi terasa riuh. Tanpamu, ramai terasa meluruh. Kamu, anomali yang kerap membuatku rindu.

RT :  mengecup kening rindu yang semakin keriput terbengkalai di tepian waktu. Sungguh, menunggu itu luka sayang. #puisimalam

RT : senja berlabuh di sudut matamu yang menyimpan mata air dari hujan

RT : Aku terlanjur membenci takdir, saat itu menjadi alasan kita terpisah

RT : Memori tua telah kusemayamkan, ketika itu pula bumi menerima kelahiran ‘CINTA’ yang baru yang kau bawa

RT : Lapormu pada kenangan tidak lantas membawa kebahagian itu padaku. Percuma saja.

RT : Jangan mengujiku sayang, seribu tahun itu pasti terlewatkan, ucap tanah memeluk beringin yang mengakar.

RT : Bekukan dunia dg angkuhmu, lahap semua benua dg lisanmu. saat ini aku hanya menatap, tapi janjiku bukan gertak hampa.

RT : Menunggu rindu yang kau tawarkan di malam saat bintang menunggu bulan yang mulai tak tepat janji

@nulisbuku Kapan kamu kembali? Seribu tahun katamu. Aku akan menunggumu. Di sini.

RT : Aku tak melupakanmu, jangan takut, tinggallah di masa lalu, aku punya yang lebih menyenangkan, itu kenangan.

RT : Rinduku punya misi. Yang tersimpan jelas dalam semua kidung ciptaanmu.

RT : Satu domba, dua domba, tiga domb…. Ah, gak. Drpd tidur, lebih asyik membayangkan kamu, yg jg sama di ujung rindu.

RT : Aku hanya ingin ada kamu. Disini, di hadapanku. Sesederhana itu agar kau tahu. Aku rindu!

RT : aku mencintaimu, itu saja, tak perlu banyak rima

RT : Bunga mekar pada saatnya, kemudian indah pada waktunya, sedangkan cintaku indah karna apa adanya

RT : Aku yang mulai bosan menghakimi jarak dan waktu. Aku hanya ingin merindukanmu tanpa ragu.

RT : Aku adalah hati. Sebentuk hati yg kau biarkan bermahkota nelangsa dlm tumpukan rindu usang.

@nulisbuku Aku adalah mataharimu!, katamu. Percuma, tak pernah ada siang di hariku

RT : Saat lelah, wajahmu hadir tanpa permisi. Sejumput lega dan seulas senyum tercipta begitu saja tanpa mampu kubendung.

RT : Waktu, ialah kamu. Kerap kali membakar kenangan, melulu menggigilkan rindu dlm hening malam

RT : Teruskan lamunanmu, aku menunggu seraya mengamatimu. Senang rasanya tak harus terkekang rindu.

@nulisbuku Tunggu, katamu. Sampai kapan? Sampai aku mencintaimu. Dan aku pun menanti.

RT : keheningan semakin menyeruak diantara kita,ketiadaan kata2 semakin berkuasa. entahlah, aku merasa dicekik rindu

RT : Malam merangkak-rangkak menuju pagi, padahal dalam sekejap ia pergi. Tak terkejar lagi, tertutup siang hari.

@nulisbuku Sejak kuputuskan mencintaimu, aku lupa rasanya pilu. Meski kau terus menyebutkan namanya. Tak tahu malu.

RT : Cinta itu merdeka dan sederhana. Aku dan kamu, berdua selamanya. Apa susahnya?

RT : Kau mulai tersesat dibibir senja, datanglah, aku menunggumu dengan sejuta bingkisan rindu

RT : Katak tengah ramai bercengkrama dg ilalang. air di telaga tak lg tenang, dan kau bersemayam tenang dlm ingatan.

@nulisbuku Aku mungkin bisa melupakanmu. Namun, kenapa senyummu tak mau pergi?

RT : Demi jalan yang kau tapaki saban sore hari. Aku di sini menanti pelukmu (lagi).

RT : Aku menatap dingin bara api di neraka; sebuah sikap dalam amarah. Ketabahan.

RT : Selalu ku rindu senyum itu, boleh kah kau titip sejenak pada bulan biar ku dpt melirik nya dibalik malam.

RT : jika bagimu pergi adalah sesuatu yang patut, kupastikan rinduku ikut.

RT : aku bukan tak ingin sembuh, aku hanya sedang menikmati luka.maka, biarkanlah.

RT : jika pagi adalah kamu. maka embun adalah kerinduan, yang sebentar saja menguap, oleh senyummu.

RT : Patahkan hatiku sayang, patahkan. Patahkan sayapku sayang, patahkan. Hati ini pun tak ingin terbang, sudah kau tawan.

RT : Pelukanmu peredam kalut, juga tempat luka-lukaku dibalut.

RT : aku dan kamu menjalin jemari. Erat, sangat erat, hingga seakan jemari itu melekat. Bagiku, itu lebih dari hebat.

RT : kau curi debar dadaku. kumohon kembalikan, lewat kecupan.

RT : dingin, menunggu pelukmu yang belum juga bertamu.

RT : jika bertemu dan mencintamu kau sebut takdir,maka berpisah darimu harus kusebut apa

RT : Merindumu itu nyeri. Aku tak pernah tau kau terima atau kau campakkan tanpa ampu. Yang aku tau merindu adalah candu

RT : matamu rindu yang genang, di kedipnya aku berkubang

RT : Aku sendiri, berteman semua janjimu. Apakah kamu sdh melupakan semuanya?

RT : Ingatlah aku, layang2 yang kau biarkan terbang, atas nama cinta, hatiku tertinggal di telapak tangan yg kau genggam.

RT : Aku mencintaimu seperti fajar. Tanpa ampun menyinarimu. Namun jika habis waktunya, aku pergi

RT : Aku katupkan rindu pada kedua tangan,kemudian menghembuskannya. Berharap,udara malam dapat menyampaikannya padamu.

Sumber: Tweet @nulisbuku

nulisbuku.com


Layanan self-publishing pertama di Indonesia + Book Printing Solution | Upload naskahmu di http://www.nulisbuku.com, Pasti terbit! Mudah, cepat & GRATIS!

Website:· http://nulisbuku.com

2 thoughts on “[#PuisiMalam] ~ Dua Puluh Lima Februari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s