“Sekumpulan tweetΒ #puisimalam @nulisbuku [4]”

nulisbuku.com@desvianwulan: aku hanya mampu meramu aksara, menjalinnya dalam bias senja ketika bayangmu tak lagi ada. #puisimalam

@auuulya: kelak aku dan kamu mungkin menua bersama jika sempat. jika tidak, aku ingin Tuhan menjagamu saja #puisimalam”

@asyiqkool23 Kuseduh rindu dalam secangkir kopi. Mencoba mengerti indahnya arti sendiri. Aku menanti. #puisimalam

@ovalroy bila lelap belum ingin datang, maka kamu tidak perlu menerobos mimpi ku, sadar, tak setiap malam boleh kau jejaki #puisimalam

@auuulya senja masih indah, camar jelajahi angkasa, pantai ini tak berubah. kitanya yg tak sama #puisimalam”

β€œ@desvianwulan: ketika kamu tak jua kembali, aku memilih menepi. bukan kembali. #puisimalam”

β€œ@nonadira: Hujan menipis, rindu menebal. Kenangan merengkuh erat. Hangat. Sial, mengapa kau tetap kuingat. #puisimalam”

β€œ@auuulya: andai esok tak lagi menjadi hak kita. aku ingin bisa kamu ingat sebagai kenangan. bukan penyesalan. #puisimalam”

@doRa_himmawari: Aku hanya ingin mdengarkan lantunan rindu! Jgn tutup telingaku dgn alunan pilu! #rimarindu #puisimalam

@cindy_nd Baru saja aku menyelamatkan cintamu dari kematian. Dengan cara menuliskan semua tentangmu di setiap halaman. #puisimalam

β€œ@nottryan: Melalui cangkir, peramal melihat masa depan; sedang aku, menatap genangan kenangan. #puisimalam

@HibbanMuttaqienΒ  Dan setiap aku mencari jejak langkahmu. Selalu saja menemui jalan buntu. Mungkin, aku tahu . . kamu sudah berlalu. #PuisiMalam

β€œ@auuulya: bukan hanya kamu, akupun harus pergi. cinta tak lagi baik untuk kita. #puisimalam”

β€œ@arsachputri: Esok waktunya menata hati, setelah kau tinggal pergi, ada hampa terpatri aku rasa hatiku telah mati #puisimalam”

@pelukisbantal Sunyi ini mewujud kamu dan kemudian melahirkan anak-anak rindu yang riang. #PuisiMalam

β€œ@yesikayesika: aku benci malam, jika harus memejam mata dan rautmu terlihat smkn jelas d kegelapan. Dan kau tak ada disini #sajakmalam”

@Aappaayy: kini kita telah menjadi aku & kamu, masing masing melalui kegelapan menuju titik terang #puisimalam”

@cindy_nd Bisakah kau memihakku sekali saja sayang? Walaupun aku tau sekarang telah sulit mengembalikan hatimu yang dulu lapang.#puisimalam

β€œ@noiirio: Rangkuman hari ini..seperti kemarin, & kemarinnya lagi, masih kamu, yg selama ini sembunyi, tidak benar-benar pergi. #PuisiMalam

β€œ@nottryan: Suara rindu, seperti merdu orang mengaji di jelang shubuh. Syahdu, bukan gaduh. #puisimalam

β€œ@wahuycidhut: Jika aku berurusan dengan waktu, jelas sudah yang kuhadap cuman kamu. #PuisiMalam”

β€œ@sigit_pam: Dan sunyi menjalari setiap lekuk hati, memahat luka nganga di suwung semesta #PuisiMalam”

@doRa_himmawari Jarum jam berdetak keras, pertanda waktu utk merindumu msh melaju!! #rimarindu #puisimalam

@weirdaft: aku merawat luka, seperti aku merawat cinta.bukan tak ingin lupa,hanya ingin menemani luka,hingga kau tiba #puisimalam”

β€œ@dwiiwulansari: Aku disini,menunggu kamu. Bagaikan tepi pantai yang tak pernah bosan menunggu ombaknya datang. #PuisiMalam”

@auuulya satu saat aku akan kembali. bukan menepati janji, tapi mematuhi takdir #puisimalam

β€œ@cindy_nd: Aku rindu saat menjelma menjadi sepasang anak kecil yang lupa waktunya pulang. Karena bersamamu memang menyenangkan.#Puisimalam”

β€œ@auuulya: ada bahasa yg tak perlu aksara, pun merdu suara. itu bahasa kita, yg menyeberang melalui medium rasa #PuisiMalam”

β€œ@AlissaFatma: Diam saja. Rasanya lebih menyenangkan. Membaca debarmu suka suka. Dag dig dug, begitu kan? #PuisiMalam”

β€œ@wahuycidhut: Bisakah mengulangi awal? Ini soal yang tertinggal agar kita tak saling kenal. #PuisiMalam”

β€œ@sabianmorgan: #puisimalam sajak, cintaiku! Seperti kuguratkan kisahku dengan jemariku, lalu kuberpuisi diatas gurun; agar bergema padamu”

β€œ@arsachputri: Kepada malam aku titipkan hari yg kelam, karna ketika pagi menjelang aku tak ingin muram #puisimalam

β€œ@nottryan: Jika kelak kita tak lagi sejarak jengkal, ingatlah bahwa kita pernah saling kenal. #puisimalam

β€œ@HibbanMuttaqien: Maafkan kasih. Hatiku sudah mati untuk terus kau nodai dengan segudang janji-janji yang tak juga kau tepati. #PuisiMalam

β€œ@momo_DM Menjagamu saat mulai tua adalah caraku merawat cinta yang tak kunjung renta di hatiku; untukmu. #puisimalam

β€œ@sabianmorgan: #puisimalam kuletakkan buku sajakku, kusimpan diantara rerimbun bintang~ Dirimu kuselipkan disana, di halaman pertama”

β€œ@momo_DM: Ada yang mengetuk pintu, kuharap itu kamu, meskipun aku tahu, kamu tak pernah tahu jalan menuju hatiku. #puisimalam

β€œ@dhanyordhan: Tubuhku berkelana dalam hujan. Pikirku semburat layaknya rintikan. Oh Tuhan, dimana dirinya yg ku harapkan? #puisimalam”

@MeiViolin tetaplah disini sebelum jasadku membumi karena cintamu adalah penawar sepi, penebar mimpi #puisimalam

β€œ@momo_DM: Cukupkan saja aku dengan cintamu, lalu takkan ada lagi cakap yang meragu. #puisimalam

@dhanyordhan Tatapanku kosong. Bicaraku bohong. Tubuhku terperosok dalam kolong. Tolong. Aku ingin kau hadir dan menolong. #puisimalam

β€œ@AlissaFatma: #puisimalam Kali ini kucoba mencari wajahmu di laut lepas sebelum landas. Tak ada. Kamu tetap saja. Fatamorgana.”

@nottryan: Seperti jemari yg saling taut, dan bibir yg saling pagut, rindu ini juga ingin kau sambut. #puisimalam

@Ciptaningtyas1: Tidakkah kau sadar aku begitu lemah? Menanti dirimu dalam bayang2rembulan yang tlah tak lagi bersinar indah. #PuisiMalam

β€œ@lrstii: adakah yg lebih berlapang dada daripada aku yg msh setia ketika kau tiada? #puisimalam

β€œ@_LADY_JUTEK: aku tak bisa sehangat matahari, tapi tahukah kau, jika akan kulakukan brbgai cara agar kau tak membeku dlm waktu #PuisiMalam

β€œ@heiRoby: Ketika kehidupan berwajah mendung, sajak adalah potret tabah seorang perenung. #puisiMalam”

β€œ@nottryan: Berapa lama aku harus menopang hati yang patah, hingga kau sadar aku yang sedemikian tabah? #puisimalam ”

β€œ@Anjar777: Diammu menjadi kata terampuh saat ini, saat meragu. Tak apa lagi pula aku tengah asik merajut luka. #PuisiMalam

@nottryan Berapa lama aku harus menopang hati yang patah, hingga kau sadar aku yang sedemikian tabah? #puisimalam

@WidiHenny rintik hujan kembali menemani malamku, tapi dimanakah dirimu yg kini kurindu #PuisiMalam

Sumber: Tweet @nulisbuku

nulisbuku.com

Layanan self-publishing pertama di Indonesia + Book Printing Solution | Upload naskahmu di http://www.nulisbuku.com, Pasti terbit! Mudah, cepat & GRATIS!

Website:Β· http://nulisbuku.com ‏

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s