Media Sosial Penyebab Antisosial

Ada semacam kontradiksi pada judul tersebut. Tidak salah dan tidak selamanya benar. Judul tersebut hanya salah satu  dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Dan, tidak semua orang mengalaminya. Hanya orang-orang tertentu saja. Orang yang berlebihan ‘bermain’ dengan media sosial secara tidak sehat akan memiliki kecenderungan itu.

Merebaknya layanan media sosial tanpa dibarengi sosialisasi dampak penggunaannya akan berpengaruh terhadap perilaku orang. Khususnya anak muda yang jiwanya masih labil. Anak muda yang masih labil lebih memilih curhat di media sosial, daripada dengan orang tuanya. Padahal, peran orang tua salah satunya adalah menjadi teman bagi anaknya. Kesalahan bukan pada orang tua saja, tetapi juga anak. Kadang anak lebih nyaman untuk menceritakan masalah pribadinya di Facebook, Twitter atau media sosial lainnya.

Kadang curhatan itu memang ada hasilnya. Terbukti banyak masukan-masukan dari teman-teman di dunia maya. Akan tetapi, bagi yang tidak waspada, curhatan itu akan menjadi bumerang sendiri. Seseorang yang sedang dilanda masalah, akan lebih mudah untuk dipengaruhi. Pada saat ini orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan lebih mudah masuk.

Keluarga yang sama sekali tidak tahu menahu aktivitas anak tersebut di media sosial, pada akhirnya menjadi pihak yang disalahkan. Parahnya, bukan itu saja. Media sosial pun akhirnya menjadi kambing hitam dari kejadian buruk itu.

Berbagai kasus yang mencuat lewat media sosial Facebook, misalnya, adalah contoh nyata kejadian yang miris. Hanya dengan modal perkenalan di Facebook, kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sungguh disayangkan. Padahal, seandainya pengguna  lebih bijaksana dalam memanfaatkan media sosial, maka banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh.

Meningkatnya tren penggunaan media sosial, hendaknya dibarengi dengan pembekalan tentang pemanfaatan media sosial itu sendiri. Trend positif yang ada, misalnya terciptanya komunitas yang memiliki hobi sejenis di Twitter dan dilanjutkan dengan kopi darat. Komunitas yang ada misalnya, komunitas menulis, fotografi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan lain sebagainya. Itu adalahcelah yang bisa disusupi oleh pihak yang peduli dengan penggunaan media sosial secara sehat.

Sejak era Friendster, Facebook, sampai Twitter, intinya tetap sama, yaitu mencari teman sebanyak-banyaknya di dunia maya. Euforia sesaat kadang melupakan dengan siapa harus berteman. Stigma tidak gaul kalau tidak memiliki akun media sosial adalah salah satu penyebabnya. Hal itu menyebabkan orang-orang berlomba untuk membuat akun media sosial. Tren itu kemudian dipicu dengan kemudahan dalam mengakses media sosial.

Alangkah baiknya jika kemajuan teknologi diiringi dengan kesadaran untuk memanfaatkan internet secara sehat, termasuk penggunaan media sosial. Pendidikan tentang media sosial secara sehat harus sudah dimasukkan dalam kurikulum sejak SD. Sehingga media sosial tidak lagi menyebabkan seseorang menjadi antisosial yang memanfaatkan media sosial hanya untuk kesenangan pribadi saja.

Tren lainnya selain tumbuhnya komunitas online, juga media sosial saat ini telah menjadi sarana untuk promosi produk. Produk yang sering muncul di media sosial, selain produk teknologi berupa gadget, tetapi juga produk lainnya. Bahkan saat ini mulai menjamur produk pariwisata yang dipasarkan melalui med ia sosial.

Media sosial adalah kekuatan untuk menciptakan brand sendiri. Seharusnya itu bisa diambil untuk pengembangan diri, bukan hanya sekadar curhat atau obrolan tidak penting yang menyebabkan waktu terbuang sia-sia. Beberapa media sosial menjadi tempat yang pas untuk memasarkan produk.

Arwuda Indonesia (Social Media Agency) hadir untuk menciptakan tren baru dalam media sosial. Sebagai agensi komunikasi pemasaran dengan platform media sosial, Arwuda Indonesia menjawab pertanyaan bahwa media sosial adalah sarana yang bagus untuk bertukar informasi tentang segala hal lewat media sosial.

Pilihan kembali pada individu masing-masing, akankah memilih untuk terjebak dan menjadi antisosial ataukah mengembangkan diri dengan menciptakan komunikasi yang bermanfaat. Anda sendiri yang tahu jawabannya.

Ditulis oleh:

~ Mazmo Cool ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s