[#PuisiMalam] ~ Sembilan Belas Maret

“Rangkuman tweet #puisimalam @nulisbuku [6]”

nulisbuku.com@Movied_20 Aku bagai malam, yang tanpa ditemani bintang, selalu tetap setia menemanimu, sekalipun hadirku tak kau harapkan. #puisimalam

@darkchoco2: Aku rindu! Kamu tau itu.. #puisimalam

@TengkuAR Melagukan rindu setiap hari. Malam ini harus kusudahi. Kutitip separuh hidupku dalam mimpi. Selamat tinggal. #puisimalam

@matahari_senja Barangkali cita-cita kebanyakan malam adalah menjadi puisi, bukan pagi #puisimalam

@nenonenoo: saat cinta hanya sebatas kata, dan rindu hanya pemanis saja, mungkinkah kita masih tetap kita #puisimalam

@vannyerliana: Satu-satunya alasan kenapa aku dapat bertahan selama kamu pergi, adalah harapan bahwa kamu akan kembali. #puisimalam

@AdhieCliquers: aku tak hebat dalam berpuisi. Sekian. #puisimalam

@vannyerliana: Aku tidak ingin memberatkanmu dengan mengatakannya. Aku tidak baik2 saja ketika kamu berkata akan pergi lagi. #puisimalam

@RiriNvr: Pada jejak langkahmu yg memudar dari hari ke hari. Aku tak pernah berhenti bermimpi bahwa kepergianmu hanya ilusi. #puisimalam

@puputrisafitri: kini jarak itu seperti sandiwara, menjadi sbuah pagelaran semu. Namun jauh di hatimu, dptkh menjadi panggung? #puisimalam

@Movied_20 Aku ingin selalu gagah di dalam malam, lalu menghiasnya dengan pagi, dan senyum kamu yang menghidangkan kopi. #puisimalam

@Movied_20: Hatiku yang gugur sebelum musim semi, patah dan hancur sebelum terinjak sepi. #puisimalam

@arieimmaduddin Ada temu yg tak mempertemukan. Ada rasa yg tak bisa dipaksa. Ah, (mungkin) aku keliru menafsirkan tanda dari semesta. #PuisiMalam

@FendyRWidianto Rasanya kopi ini tak semanis dahulu sebelum kau pergi.. #puisimalam

@Movied_20 Tidak ada yang pernah salah dengan menjadi tangguh, saat kita bisa untuk saling mencintai. #puisimalam

@anakmudana_mksr Meniti jembatan kepercayan.. Berharap sang malam mendengarkan lalu menyampaikan kepada dia yg meragukan.. #puisimalam

@nottryan: Aku bukan punuk yang merindukan bulan. Aku hanya seorang pemeluk, yang juga rindu pelukan. #puisimalam

@Movied_20 Aku bukan pagi. tapi malamku adalah fajarmu. Entah, mungkin sampai besok, lusa, atau sebulan ke depan. Aku menyayangimu. #puisimalam

@lulukwidyawan: jangan berkata rindu, coba tanya hatimu, dia atau aku #puisimalam

@_Rezz_: “barangkali rindu kita adalah teka-teki tak terpecahkan” #puisimalam

@todyumna: Senja tadi, bias wajahmu terlukis indah dilengkung bianglala, andai ku tahu dimana akhir pelangi itu, kan ku titip rindu untukmu

@Lavella_Irawan: sebelum ada dia, aku lebih dulu menyelipkan jemariku di sela jemarimu. #puisimalam

@TengkuAR: Terpaku tak bergeming. Hanya ada bisu dan hening. Terangkum dalam keadaan tak bernyawa. Inilah aku tanpamu. #puisimalam

@vannyerliana: Tangisan berbulan-bulan itu tidak ada artinya, dibandingkan dengan sehari bertemu kamu. Aku mati rasa. #puisimalam

@trulicious: Semakin nyata rasa berbeda, dgn diam pun itu sdh kata. Senyum itu sementara, duka yg slalu tertawa. #puisimalam

@momo_DM: Pada kehilangan sementara, ada keabadian di hati yang belantara — nyeri dada tiada tara. #puisimalam

 “@lrstii: rindu itu sederhana. menelusup di sela2 jemari,mengecup keningmu setiap pagi,dan melebur di alam mimpi #puisimalam

@baracoedaz: Masa lalu akan terasa gurih, barangkali. Apabila benak mengunyahnya dengan geraham keikhlasan. #PuisiMalam

@aihSoncuy: Lampu-lampu malam dijalanan, hanya mengungkap; bayang-bayang yang sedang berpelukan — tentang perpisahan. #puisimalam

@benidile: rindu ingin bertemu adalah alasan hujan membulir menyusup tanah basah ini, sepertiku #puisimalam

@vannyerliana Berlarilah dan kejar mimpimu. Tebas dan hajar rintangan didepanmu. Tapi ingatlah, aku menunggu. Selalu. #puisimalam

@momo_DM: Kamu, sepasang sayap di punggungku, mengajak rinduku terbang menjelajah waktu — dalam detak jantungmu. #puisimalam

@baracoedaz: Kusempatkan menuliskan sesuatu untukmu. Tentang klisenya hujan, dan rindu yang menggenang diam-diam.

@vannyerliana Aku tersentak dalam lelapku. Linglung bertanya, apakah itu kamu? Aku rindu. #PuisiMalam

@darkchoco2: Ah.. Semua tentangmu hanyalah cakrawala abu-abu. Yang hanya bisa kugapai dalam kalbu. Rindu! #puisimalam

@RiriNvr: Sayang, dari sebegitu banyak kata kerja, mengapa kamu memilih ‘pergi’? #puisimalam

@farr_ida: rindu ini menggumpal, terlalu lama mengendap, dalam diamku, hanya untuk kamu, lelaki hujan. #puisimalam

@arieimmaduddin: Ada jeda di antara kita. Mungkin, kini kau & aku sudah tak senada. Sprti dulu, saat kita mnghabiskan malam brsama. ”

@dhenokku: Bersama siluet malam, dan kau masih saja diam. Taukah kau, diammu itu membuatku tertatih. #puisimalam

@RadiooButut: cinta itu membuat amnesia. Buktinya, aku sudah lupa kapan aku mulai mencintaimu, sepenuh hatiku.”

@cuplis_imoet Ternyata kita bisa menitipkan rindu pada bait-bait sajak sembilu #puisimalam

@baracoedaz: Malam mencubitimu perlahan. Dengan kenangan-kenangan yang menjadi sunyi di gelap langit. #puisimalam

 “@darkchoco2: Rinduku bertalu-talu! Kopipun kalah memacu adrenalinku. Aku ingin bertemu. Kamu. #puisimalam

@RiriNvr: Ah,senyummu yg muncul tnp malu di pikiranku memaksaku berpuisi lagi. Tentang malam2 sepi lainnya. Tanpa kamu. Pilu. #puisimalam

@baracoedaz: tak ada kening sebaik milikmu, untuk mendaratkan rindu yang kupunya. #PuisiMalam

@renggiputrima: Semua miliki tema rindu itu.. Meraba mencari lalu kehilangan.. Badai berlalu.. Hujan akan turun sendu #puisimalam

@r_i_nr: Ini ragaku robek saja. Hatinya sudah tak lagi ada. Semenjak kau bawa, entah dia tertinggal dimana. #puisimalam

Sesekali aku bermain bayang, berharap itu kamu. sebab cintamu masi di sana, awang-awang. ~ @auuulya #puisimalam

@todyumna Kenangan itu, sedang tertawa riang di tengah rinai hujan, lalu lalang berlarian, derasnya membasahi satu kenangan yang pernah terlupakan

@RiriNvr: kalau boleh aku mengumbar tanya tentang perasaanmu untukku pada bayangmu di akhir senja, kuharap jawabmu bukanlah luka. #puisimalam

 @SelaputHujan keindahan pesan kita mereka abaikan. Aku menjentik huruf huruf itu. mereka balas menjentik pipiku. #PuisiMalam

@wahuycidhut: Hanya sebatas obrolan di keramaian, lalu melebar bak pengharapan. Utk kemudian kau hempas di persimpangan. Edan! #PuisiMalam

@auuulya: apa kabar masa lalu? sudah di belakang rupanya. baik-baiklah di sana. #puisimalam

@todyumna: Jika cambukmu bisa melebur rinduku, rajam aku sampai mengabu, makamkan aku dalam cintamu. #PuisiMalam

@TengkuAR: Jangan menengok ke belakang meski namamu kupanggil kencang karena semua sudah usang dan sayup-sayup lalu hilang. #puisimalam

@melisamelisaa: penunjuk waktuku itu ada di kamu, senyummu, ceritamu, & tingkah lucumu..analogi kedua belas angka di arlojiku #puisimalam

@simpliciousz: Kau menanti di jendela yang salah. Dan aku terduduk membisu, sampai mati membeku di ujung pelataran rindu. #puisimalam

Aku diam saja dikenal sebagai pendiam, jika sebab ku terdiam adalah aku sedang memujamu diam-diam ~ @nottryan

@auuulya: ada yg tak kamu tahu dari senyumku. di sudut-sudutnya itu ada peluh rindu. kelu. #puisimalam

@TengkuAR: Terbanglah di langit-langit pikiranku. Tak usah ragu! Di sana masih ada tempat untukmu. #puisimalam

@sayumee: lelah diriku berlari mengejar angan yang tenggelam. Mungkinkah aku berakhir menjadi seonggok jiwa yang merana? #PuisiMalam

 “@auuulya: ketakutan terbesarku itu bukan pergimu. tapi ketidakmauanmu mengingatku. #puisimalam

@lrstii: hingga akhirnya aku dihadapkan pada takdir yg memaksaku menelan pil pahit yang bernama merelakanmu #puisimalam

@Lavella_Irawan: ada rindu berbisik lirih, ada anak sungai yg mengalir di pipi. iya, aku sekarat karena rindu. #puisimalam

@tikaprananda: Purnama ini. Aku beri kunci karena tahu kau akan pergi untuk duniamu, setelah purnama ini #PuisiMalam

@momo_DM: Rinduku ranting kering layu, terpercik api cemburu, menyisakan abu — kenangan masa lalu. #puisimalam

@lunarsplanet: #puisimalam tentramku saat melihatmu. Cukup melihatmu, sederhana bukan?”

@TengkuAR: Ada yang terlupa, aku dan kamu di masa lalu yang pernah ada rasa. Itu saja. #puisimalam

@noichil: Bahkan dalam tidur, otakku tidak mampu beristirahat. Ia tetap melukis kamu. #PuisiMalam

@VhaVioletta: Hujan itu hny menyapa Angin & mengajaknya brdansa malam ini. Agar mrka sama2 lupakan sakit & mrasa tidak sendiri #PuisiMalam

@tyaaamalia: sesambil memeluk malam, kamu adalah bagian yang paling dirindukan lengang pikiran..”

@momo_DM: Ada yang tak terkatakan saat rindu, entah asa yang mengharu biru, atau luka yang terburu-buru. #puisimalam

@wahuycidhut: Kamu itu embun musim kering. Mampir bila hanya kepingin. #PuisiMalam

@wulanparker Kamu, jadilah masa depanku. Tanpa impian semu! #puisimalam

@Joekurus: Aku rindu tatapanmu, sepasang mata yg menatap jauh tanpa pernah meninggalkan hatinya #puisimalam

@auuulya: kamu dan malam sama-sama tak tahu. di kolongnya aku menempatkan doa dan rindu. keduanya tentang kamu. #puisimalam

@niiraaaaa: dan jarak ini semakin jenjang, memupuskan harap, melapurkan rasa #PuisiMalam

@myturtlylife: Terima kasih Tuhan untuk mimpi, yang menentramkan di malam sepi. Aku percaya tanpa tapi. #PuisiMalam

@izkelmogita: Berdua kita menggunakan arloji mati. Penunjuk waktu kami adalah mata hati. Bersamamu bgt bnyk momen yg berarti. #puisimalam

@Kandassss: Saat kau pergi tuk selamanya. Hati ini Mati. Aku hanya pilih diri mu. #puisimalam

@todyumna Ada sepi, ada tangis, ada luka, –juga hati yang saling menabahkan kerinduannya, seperti inikah seharusnya cinta? #PuisiMalam

@auuulya: nyanyi-nyanyi kita itu pengantar tidurku. supaya jika lelap datang, mimpiku disambangi kamu. #puisimalam

@SelaputHujan: catatanku tercecer tentang malam yang terbungkus daun daun. Aih, engkau batang yang meyakinkan. #PuisiMalam

@dwiagustriani: Aku adlah dongeng pengantar tidurmu. Tapi malam ini kmu lbh memilih tertidur dlm belaian tangan yg lebih nyata #puisimalam

@auuulya: ada tatap-tatap mata yg kurindukan. bahasa retina yg disimpuli senyuman. oleh kita. #puisimalam

@yadisuharlim: aku tak pernah iri pada mesranya bulan dan malam, sebab bintang2 adalah selingkuhan ku #puisimalam

@todyumna: Kita hanya sepasang hati yang tiada menggenggam, mendebarkan kerinduan pada malam yang kian muram #PuisiMalam

@wulanparker: Aku bersimpuh. Berharap dosa akan luruh. Tuhan, aku ingin utuh. #puisimalam

@rayfarahsoraya: Sepertinya si hati mempunyai gigi,asyik menggerogoti seluruh bilik dan serambi rindu yang kutahan saat ini #PuisiMalam

@nottryan: Tanpa sesal, ingatanku menjadikanmu kekal.

@auuulya sekarang kita dilabuhi rasa implisit. biar kukenalkan pada frasa dan diksi. mungkin kamu bisa ungkapkan dgn apik. #puisimalam

@pramgil: hujan angin, 3 hari 3 malam. Bulu mata disulam. Oh, memang sudah tengah malam. #puisimalam

@Chairul__: Pada jarak yang kau sebut sebuah cemburu, rindulah yang akan membuat jalan untuk lebih dekat diantara jarak. #PuisiMalam

@todyumna Sebab rindu, tak mengenal bilangan, sesuka hati ia tandang pada kesepian, –yang menunggu beribu kexupan. #PuisiMalam

@SelaputHujan: usiaku tinggal bangkai kepak burung maleo atau unta yang tidak suka berlarian di udara. #PuisiMalam

@andifacino15: Menggapai ranting pun tak ada gunanya. Arusmu terlalu kuat dan aku terus terbawa. #puisimalam

@udayabdurrahman: Engkau tak kan layu, meski seribu langkah kau ayun tiap hari. Engkau tak lekang meski seribu aral melintang. #PuisiMalam

@wulanparker: Aku tak pernah lelah, mengeja langkah. Menegakkan semangat yang nyaris patah. Karena Dia, Yang Maha Gagah. #puisimalam

@wulanparker: Dadaku sesak. Lukaku bengkak. Aku tak lagi kuasa, jika fatamorgana yang harus kutenggak #puisimalam

@Deskafiani ada rindu yang mengiris, menyatu dalam kenangan manis, yang tak lagi mungkin terkais, aku larut pada tangis. #PuisiMalam

@lrstii: jika aku bisa membunuhmu dgn kata2,akn kuubah sajak menjdi sembilu,diksi menjdi rajammu,dan kau akn mati dlm penaku #puisimalam

@Chalinop: Dulu aku pernah mencintai biru, kemudian aku membencinya. sekarang mengapa harus hadir biru yg baru? #PuisiMalam

@nuwie: Wahai cinta yang menderita, dapatkah kau jatuh pada manisnya keheningan? #puisimalam

@SelaputHujan: Spasang mataku mulai trbongkar mnjd keping² doa. Suaranya brdenting ke bintang, ke bulan,ke namamu diatas sana. #PuisiMalam

@dwiagustriani: MengingatMu adalah doa tidur yang paling menenangkan #puisimalam

@raffikeave: Sepi ialah tangan2 waktu, yang seketika melumpuhkan doa. Hujan turun,kau menjadi sesuatu yang nyala didada malam. #puisimalam

@lenahanifah: Kau bilang,mana bisa kau melepasku. Rasanya spt mencabut nyawa sendiri. Cinta macam itu, mematikan.#puisimalam #kangen

@Fc_tugas: Tahukah? Memelukmu mungkin cara yg terbaik redamkan ragu. Begitu jg dgn cium cara yg baik tuk gencarkan rindu. #puisimalam

@udayabdurrahman: Semesta terbuka untukmu. Melangkahlah tanpa ragu. #PuisiMalam

Sumber: Tweet @nulisbuku

nulisbuku.com

Layanan self-publishing pertama di Indonesia + Book Printing Solution | Upload naskahmu di http://www.nulisbuku.com, Pasti terbit! Mudah, cepat & GRATIS!

Website: http://nulisbuku.com

2 thoughts on “[#PuisiMalam] ~ Sembilan Belas Maret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s