[#PuisiMalam] ~ Dua Puluh Lima Maret

“Rangkuman tweet #puisimalam @nulisbuku [8]”

nulisbuku.com

@tikaprananda Jangan lambaikan tanganmu, aku tak ingin beranjak menunggumu disini. Memecah waktu yang menyakiti.” #puisimalam

@lrstii: rindu itu tak tau malu, tak kenal lelah, tak kenal kata menyerah meski hati sudah berkali kali patah #puisimalam

@beriozka: Menanti datangnya malam-malam. Ketika dlm lelap, tanganmu bisa kugenggam. Ketika wajahmu yang terakhir mataku rekam. #PuisiMalam

@noiirio Aku. kamu. Sejengkal jarak. Betukar senyum. Dadu dilempar. Hatiku taruhannya. #PuisiMalam

@crystalbeata Katakan pd bintang utk tak malu berpijar malam ini, krn hny dr kerlipnya aku menangkap bias wajahmu. #puisimalam

@noiirio: Aku. kamu. Sejengkal jarak. Betukar senyum. Dadu dilempar. Hatiku taruhannya. #PuisiMalam

@_Rezz_: “aku mau hujan dia, yang sepanjang musim rindu dan mengenggelamkan tidurku” #puisimalam

@mandawdyt: tidak ada yang sedang bicara cinta. ini hanya tentang kamu dan saya. apa bedanya? #puisimalam

@wangtia: Benang merah diurai,demi temukan ujungnya. Harap cemas. Inginnya ia yang dalam genggamanmu. #puisimalam

@viie_bakrie: pernah kau mengerti rasaku ? Rasaku hambar ketika kau berlalu #puisimalam

@ditaa7 kurang jelas mungkin kalau aku hanya mengucap rindu. Kamu harus dengar suara dibalik dadaku. #PuisiMalam

@noerazhka: Dan diam mu adalah siksa, yang selalu kurindu tiap malam, kemudian pada pagi ku jadikan menu sarapan.. #PuisiMalam

@beriozka Doa-doa dirajut kokoh mjadi jembatan. Antara ketentuan Tuhan. Dan rencana 2 insan. Semoga takdirnya memang demikian. #PuisiMalam

@TengkuAR: Tertahan bayangmu. Terendap laraku. Aku tak bisa kemana-mana. Menderita. #puisimalam

@yadisuharlim: Kini ku tergantung di sela-sela senja, mencari dentik suara mu, yang kian surut terbawa ombak ke samudera #puisimalam

@YIIDYOOD: Langkahku semakin rapuh, ketika aku tau, bukan hny aku yang menjadi milikmu. Dan harus kau tau langkahku tetap maju #puisimalam

@aiyuubunda: Pernahkah kamu pikirkan perasaanku? Tak usah sering. Sekali-kali saja. Di sela-sela harimu bersamanya. #PuisiMalam

@lia3x Cinta mengajarku kesabaran. Agar ketika hangat tak terburu-buru, pun ketika mendingin tak lekas berlalu. #PuisiMalam

@nonadira: Mungkin malam ini kan ku biarkan sepi merangkul. Kemudian ku nikmati ia hingga tertidur bersama. #puisimalam

@_Rezz_: “barusan turun hujan sepertimu, yang singgah sebentar” #puisimalam

@Ikafff: Sesuatu yang kauiris-iris di atas piringmu dan masih berdarah-darah itu adalah yang dulunya kusebut “hati”. #PuisiMalam

@tikaprananda: Peluk aku setegap badanmu, sedekap dekat detak jantung dan hati #PuisiMalam

@_Rezz_: “tenang, kamu mati setiap kali jatuh cinta. Nyawa hatimu tak akan habis!” #puisimalam

@todyumna: Bekas ciumanmu masih membasah, berdesah resah, melumat rindu yang belum memecah. #PuisiMalam

@ditaa7: ada bekas senyummu dalam bayang-bayang rindu yang membuat ngilu. #PuisiMalam

@beriozka: Detak di balik dadamu seperti palu. Memecah habis seluruh lelahku. Sesaat setelah kepala kurebahkan tanpa ragu. #PuisiMalam

@Riapiadji: Nikmatilah sj kegundahan ini.Sgla denyutnya merobek sepi.Kelesuan ini jgn lekas pergi.Aku menyelami sampai lelah hati.

@Covinabali: kenapa ada batas saat bibirku menghampiri namamu?” #puisimalam

@indrynoviarin Aku tak ingin bergegas. Merindukanmu, sungguh hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi #puisimalam

@_Rezz_: “bawa aku pulang ke hatimu. Pelan-pelan. Diam-diam” #puisimalam

@dzdiazz: Aku mencuri peluk dari tidurmu. Jika mau kau minta kembali, ambil di dekap tubuhku. #puisimalam

@naluriii mungkin waktu meremukkan kita, tapi belum tentu meremukkan kenangan. #puisimalam

@Pujiwidiastuti: #puisimalam kau tertelan bintang. Hatiku bertransformasi jd arang, kemudian lekang. Dan aku, hilang.”

@auuulya: yg tak dipahami senja adalah keindahan memori yg dia bawa melalui langit keemasan. #puisimalam

@_Rezz_: “segelas kopi dan kesunyian. Seperti kedua kita yang pas takarannya” #puisimalam

@_Rezz_: “barusan kulukis matamu dalam cermin kamar. dengan bibir dan tatap harap” #puisimalam

@lia3x: Jika harus merindu, sudah pasti kulangkahkan kaki menuju matamu, di sana aku bebas jatuh cinta. #PuisiMalam

@Pujiwidiastuti: #puisimalam sudah kuduga kau tak datang. Bukan karena hatimu yg menentang. Tapi takdir yg mengekang.”

@tiaakmal: Rasa? Tak pernah ada lg Rasa. Semua hilang dlm kelam. Luruh bersama abu bayangmu. Sewindu lalu. #puisimalam

@auuulya: dalam hening kusampaikan satu pinta. biar esok dan kamu sama-sama pulang. #puisimalam

@Pujiwidiastuti#PuisiMalam aku duduk d kursi bundar. Menunggumu u/bersandar. Lalu menyusuri jln setapak. Menyusutkan rindu berkerak.

@pina_khio: aku mencintaimu,sangat… mungkin itu sebabnya aku bergegas merelakanmu. #puisimalam

@WidiHenny: jangan lagi kau tawarkan rindu, karna aku tlah mencandu #puisimalam

@deelcouple_ Ia masih tergolek dengan panas nafasnya. Sedangkan malam masih menuntutnya mencari makna. Tak lelahkah kau, Ibu? #puisimalam

@deelcouple_  sedikit berpaling dengan ketiadaan. Agar kerinduan menjadi alasan pencarian #puisimalam

@andindc: Jika malam jahat mengindahkan dosa, maka ribuan pelacur menuangkan jutaan cinta utk penjual kata. #puisimalam

@wahuycidhut: Jiwaku terbang menentang gravitasi, jauh membentang hilang bermigrasi. #PuisiMalam

@momo_DM: Takkan kugenggam jemarimu terlalu erat agar kau tak sekarat, pun, takkan terlalu longgar agar kau tak terlempar. #puisimalam

@nottryan: Senyummu pengatur maut, ia mampu hentikan denyut. #puisimalam

@deelcouple_: meski malam menjelang. Menjelma kelam. Namun kamu menyelam. Kedalam sebuah muram. Merasukiku dalam-dalam. #puisimalam

@elpuspita aku tidak pernah takut mencinta. aku hanya takut jatuh lagi. taukah kau? itu menyakitkan. #puisimalam

@chibayinah: Waktu memang telah membuat kita menepi terlalu lama. Lalu sekarang, tunggu apa lagi? #PuisiMalam

@todyumna: Sepenuh hati, setabah diri ini, aku merayakan duka yg kau beri, saat nyeri kian mendera pada malam yg makin sunyi. #PuisiMalam

@elpuspita: aku tengah mencoba mengalirkan perasaanku melalui jemari kita yang bertaut, sampai kau melepasnya dan menghilang. #puisimalam

@dhiL_KodiL: ‘kau teronggok di dasar hati, slalu kusimpan dgn rapi..dan kuyakini ku cinta mati..’ #puisimalam

@chibayinah: Kita hanya 2 insan yg memendam rindu seperti Gadis-gadis kecil yang berlarian menunduk malu. #PuisiMalam

@RiriNvr: Aku mencintaimu seperti matahari pada bulan. Tak terdefinisikan dalam keterbatasan alam semesta. #puisimalam

@Ikafff: Kautahu, tak ada friksi.. Ini tentang manisnya reuni kecil yang menggelantung di udara.. #PuisiMalam

Pelataran ini sepi, cuma dihiasi daun2 kering. Aku merunduk, mungkin seperti ini ya,rasamu. Mengering kemudian gugur. ~@auuulya#puisimalam

@putrikn: tatap sosok putih di samping pembaringan, memeluk lembut menahan tangis. Ego mu merajai angan, tapi hati ini terkikis #puisimalam

@auuulya: Kita hanya tak akrab dengan jeda. sampai spasi saja membuat kita risau. #puisimalam

@puisi_maya: Hanya melihatmu-tetaplah dalam jangkauan cahaya-agar aku tak kehilangan arah #puisimalam

@deelcouple_: Selamat datang malam, belum terlalu larut untuk aku menyapamu. Karena kedatanganmu menandakan kerinduan menyusut #puisimalam

@ladycharindaa: aku mau menjadi luka jika memang itu bisa membuatmu perhatian. Terkadang utk menjadi indah itu tidak mudah #puisimalam

@dzdiazz: Aku hanya harus berpura lupa, ketika cinta menawarkan lagi lukanya. #puisimalam

@guruhnusantara: Hai Nak, hampir tengah malam. Dan Ayah blm katam, melihat senyum wajah tenangmu trs bersamamu, meski terpejam #puisimalam

@gus_abdilah: Waktu adalah temanku, dan kau lawanku, kumenanti waktu yang tepat untuk bisa mengalahkanmu #puisi malam”

@puisi_maya: Menjadi bulan bukan pilihanku-hanya menatap tanpa mata-memeluk tanpa tangan-mencintaimu tanpa hati #puisimalam

@andindc: Nada yg kaulantun dlm do’a, kuyakin cm utkku, Mama. Sementara, kukenangkan kau atas dosa remaja yg membabibuta. #puisimalam

@ibamcandra: Aku mulai nyaman berbicara pada dinding kamar, aku tak akan sadari bahwa kau tak lagi disini. #PuisiMalam

@auuulya aku tak menjanjikan apa-apa. jadi berkawan kariblah dengan entah. padanya kamu melabuhkan harap. #puisimalam

@wahuycidhut: Sakit itu memikirkan. Diam-diam menggantung di langit-langit pikiran. Menyeramkan! #PuisiMalam

@ibamcandra: Aku harap detik ini akan terhenti, dimana dua hati yang sulit menyatu menjadi satu. #puisimalam

@LiaaNuridaa: Rinduku dibalut malam, sepi sesak sedu sedan, aku hanya ingin dirimu, datang menggantikan malamku.. #puisimalam

@putrikn: Malam masih seperti lalu, sepi kelabu, hilang dan berlalu. Lidah ini terlalu kelu, menatap kenangan jadi abu #puisimalam

@lrstii: aku mengajarimu mengelus sepi,mencintai kosong,juga menerima kesendirian. saat aku pergi,menangislah di pundak mereka #puisimalam

@todyumna: Penantianku, tersendat oleh waktu, tapi rindu, ingin melesat lebih laju, untuk satu pelukan yang sehangat dulu. #PuisiMalam

@wahuycidhut: Beku, berbuatlah sesuatu selain diam membisu. Untukku tahu kau masih di situ, menunggu. #PuisiMalam

@lrstii: Aku mengulum sepi malam ini sambil duduk di tepi ngarai kekosongan. angin malam bersiul. Sirnalah kelam! #puisimalam

@auuulya: Boleh aku pinjam bait-bait puisi kita? Sebentar saja untuk mengenang. Aku tau puisimu tak lagi tentangku. #puisimalam

@wulanparker: Renta. Kita akan memeluk cinta, bersama. Kita merenta bersama. Cinta. #puisimalam

@auuulya lupakan jika kau mengincar hatiku. bahkan kuncinya saja belum di kamu. #puisimalam

@ctunetasa: Malam semakin mengelabui aku, terhenyak oleh pilu yg terus menggerogoti, ngilu. aku dan malam semakin jauh #puisimalam

@auuulya: Aku dirayapi sepi, dituani resah. Malam inipun masih sama, kamu tiada. #puisimalam

@wulanparker: Ada kalanya aku tak mampu melihatmu di hadapanku. Karena kamu, menyatu di dalam aku. #puisimalam

@auuulya: Hujan mengambilmu dariku. bagian terbaiknya adalah, aku belajar tentang keikhalasan karenanya. #puisimalam

@auuulya: ..ada gundah yang kuguratkan di tiap jengkal langit malam. Ketiadaan. Aku hanya tak siap. #puisimalam

“Sebelum memejam malam ini, kecup aku dengan kenangan. Degup ini supaya bertuan.” ~@hyanton#puisimalam

Sumber: Tweet @nulisbuku

nulisbuku.com

Layanan self-publishing pertama di Indonesia + Book Printing Solution | Upload naskahmu di http://www.nulisbuku.com, Pasti terbit! Mudah, cepat & GRATIS!

Website:http://nulisbuku.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s