.:. Dear Aretha [2] .:.

Dear Aretha,

Mungkin saat kamu baca surat ini, kamu sudah lupa kalau kamu pernah mengirim surat padaku sebelumnya. Maafkan aku, ya. Kadang niat dan keinginan tak sejalan dengan waktu. Dan, itu yang terjadi padaku saat ini. Tentang waktu memang tidak ada yang pernah tahu. Aku pun tidak ingin hal ini terjadi, tapi waktu juga yang tak bisa diatur sesuai keinginan kita. Sekali lagi maafkan aku atas keterlambatanku ini. Aku yakin kamu bisa mengerti.

Aretha,

Sepertinya kita harus sejenak melupakan kisah kecil yang hendak kuceritakan kemarin. Bukannya aku tak mau berbagi, tapi karena cerita ini adalah sebuah proses. Ada baiknya aku menceritakan padamu saat proses itu menemui ujungnya, bahagia. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama tersenyum atau tertawa lepas. Mungkin dalam satu lensa atau sketsa yang sama. Seperti itu inginku, inginmu, dan ingin kita.

Aretha,

Cerita tentang hobi barumu kembali mengingatkanku kembali pada janji yang pernah kamu ucapkan dulu. Dan, aku yakin kamu masih mengingatnya. Ini mungkin hanya masalah waktu. Kamu tahu kalau saat kamu membaca surat ini aku sedang tersenyum? Iya… Aku tersenyum membayangkan ujung pensilmu jatuh tepat di ujung hidung besarku, atau mungkin menggores pipiku yang mulai chubby. Bahkan, aku membayangkan jemarimu menyentuh bibir tebalku lewat ujung pensilmu. Ah! Pasti seru! Membayangkan saja sudah membuatku bahagia, apa lagi kalau wajahku benar-benar tertera di suratmu yang berikutnya. Ah! Entah dengan ucapan terima kasih apa lagi seandainya itu nyata.

Aretha,

Sekiranya itu membebanimu, tak usahlah kamu pikirkan. Aku bisa mengerti, bahkan hanya dengan membaca balasan suratmu berikutnya saja, itu sudah lebih dari cukup. Aku menemukan  senyum yang menghilang, bahkan teduh yang kadang enggan singgah di hatiku yang gersang.

Aretha,

Ayo kita keluar bersama-sama ke halaman! Meskipun langit kita berbeda, tapi aku yakin langit kita tetaplah sama. Langit yang penuh bahagia oleh pelangi harapan. Harapan tentang kebersamaan suatu saat, harapan tentang berbagi cerita saat purnama datang.

Selamat merayakan malam, Kamu.

 

Arion

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s