[#PuisiMalam] ~ Lima Belas September

Rangkuman tweet #puisimalam @nulisbuku (23)

nulisbuku.com

Aku adalah insan yang terpekur di ujung kaki Tuhan. Memohon hidup, cinta, dan bahagia. Kau adalah doaku malam tadi. ~ @anthonytn #puisimalam

Maaf aku tak pandai berdetir. Jika perasaan ini salah, biar aku hilang dalam senyap. Pergi bersanding dengan kabut ~ @sekarkanya #puisimalam

Kau adalah senandung cinta,yang digubah dengan kata yang penuh makna, tempat aku menuang rasa. ~ @irmasamelta #puisimalam

Dalam hati, kosong merajai. meraung menahan perih, tercabik ribuan duri. cepat pulang, wahai peri. ~ @EveningStand #puisimalam

Aku membawa hati dalam keheningan tanpa ujung hanya untuk menghindar dari duka yang ramai. ~ @kokoiang #puisimalam

Nenek moyang kita percaya, kesedihan akan selalu datang berulang kali, maka tak ada air mata yang terlahir sia-sia. @nulisbuku #puisimalam

Untuk Tuan yang disana, bisakah diam-diam kita bergelut dalam asmara? Jangan beritahu udara sekalipun. ~ @HypoTriNia #puisimalam

Ku coba merajam malam. Berbalas tanya pada cahaya. Tanpa cumbu juga peluk. Terlelah pun ku terlelap. ~ @deelcouple_ #puisimalam

Tak akan ada keluh kesah, aku lebih suka membiarkan resah merebah di bahumu yang gagah. ~ @indahmeily #puisimalam

Malam telah riuh oleh puisi, lalu tiba-tiba kenangan hadir membuatnya bisu menunggu pagi. #puisimalam

Ataukah kamu ada luka dengan mengenang suka? Katakanlah, itu apa. Mari kita melebur dan selesaikan bersama. ~ @nadyasiaulia #puisimalam

Malam kian pandai menulis elegi, menyuling sepi yang paling murni, lalu berdiri di puncak puisi. ~ @aditya_hs #puisimalam

Kau adalah berjuta sajak yang urung kutulis. Kau adalah derita dalam jarak yang kukurung dalam tangis. ~ @Trishadelia #puisimalam

Seorang patah hati mendaki puncak sepi, lalu terjun ke jurang sunyi. Kira-kira begitulah cara kami berpuisi. ~ @aditya_hs #puisimalam

Kamu; lampu penerang jalan setapak,makna cinta dalam sebuah sajak,luka yang enggan menghapus jejak. ~ @idrchi #puisimalam

Tak ada asa yang kuasa tuk ditutupi, saat pundakmu bagaikan tetesan embun di fatamorgana hati. ~ @SilmiSyabila #puisimalam

Ketika hampa tercipta, rasakanlah bisikkannya. Yang tak dapat didengar telinga, namun hati menyadarinya ~ @fajarhumaidi #puisimalam

Singgahlah sejenak, tuan petualang. Mari kita hujani malam dengan kecupan agar tak lagi kerontang. ~ @noiirio #puisimalam

Tatapan matamu menembus mimpi, hangat seperti api, namun sudahi saja kenangan ini, biarkan hati menjadi rapi. ~ @kucit #puisimalam

Suara-suara naif mulai berkeliaran, mereka kelaparan. Tanpa jeda dan akhirnya yang tersisa adalah kejenuhan. ~ @rifianda #puisimalam

Wahai sang pembunuh sepi penumbuh mimpi, kepadamukah keluh dan peluh kelak berlabuh? @daun_agathis #puisimalam

Pada akhirnya kau akan mengerti, kepada siapa doa-doamu menyatu, karena malam ini aku akan terlelap dengan itu. ~ @agilunderscores

Aku yang terikat janji, ucapanmu yang kau kebiri sendiri. Hingga aku tersudut mati, tertelan sunyi. ~ @KenniGandiraA #puisimalam

@MonstrezzHujan Malam di beranda, tak ada angin, hanya langit hitam dilapis iringan awan yang pecah serupa napasku saat memanggilmu. #PuisiMalam

Pada malam kulabuhkan mimpi, pada bintang kutitipkan asa, pada bulan kuuntai seri pesonamu. ~ @re_lely #puisimalam

Kita beda bahasa dan saling mengaku sebagai nahkoda. Kita hidup di haluan yg sama tapi kau teriakkan aku telah binasa~ @bayubram #puisimalam

Benang tak terlihat kupatri ke dalam hati. Menuju hatimu untukku berkomunikasi. Kalbu berdesir. Pencarianku berakhir ~ @rifianda #puisimalam

Ada lara yang bergelora. Pedih dan merintih. Gemuruh hati dalam sepi. Diam adalah kamu. ~ @RoyAsona #puisimalam

Kamu; doa yang kusebut sebelum tidur,ingatan yang belum juga terkubur,cinta yang sudah terlanjur. ~ @idrchi #puisimalam

Hatimu adalah kotak pandora. Ketika terbuka, segala luka siap kuterima, agar dapat kurengguk cinta yg mengobatinya~ @danissyamra #puisimalam

Melipat kenangan di antara selimut sebelum memejam seperti memberi celah dengan membiarkan pelupukmu basah. ~ @astikaa_ #puisimalam

Kau hiu. Aku remora. Tanpa kau tahu aku ada di hidupmu. Aku tak peduli. Aku tak jera. ~ @Trishadelia #puisimalam

Senyap, lenyap ditelan gelap. Oh itu aku diantara kerumunan kunang-kunang yang menyanjungmu, Pangeran bersayap. ~ @HypoTriNia #puisimalam

Hujan ini, sayang. Membuat keningmu licin. Ingin kukecup; namun aku takut bibirku tergelincir. Jatuh pada bibirmu yang sihir. ~ @iwaaaaan

Saat 99 bintang merajai angkasa malam, menorehkan impian, menghembuskan harapan, lalu kusebut itu semangat masa depan @dantiku #puisimalam

Dengarkan diamku yang berteriak, menggema dalam kesunyian. Sebab kata sudah mencapai batas. ~ @chocoratz #puisimalam

Tak mampu lagi kueja arti sempurna, saat kau datang dan bersandar di bahuku. “Aku lelah sendirian,” bisikmu. ~ @akitsumustika #puisimalam

Malam melabrak tanpa ampun/di pinggiran jendela,di antara hujan dan segulung tembakau tanpa merk/aku menyebut surga// ~ @marrielines

Sepahit hitam kopi. Malam ini–ada senyum yang kau sembunyikan di bibir cangkir. ~ @iwaaaaan #puisimalam

Aku mencintaimu dari sudut buku tebalku. Menikmati wajah rupawanmu dari kejauhan adalah sebuah kebahagiaan bagiku. ~ @SayaHani #puisimalam

Dalam benci yang kuucap keras-keras ada cinta yang lembut di dalamnya. Maaf, aku tak biasa ungkapkan rasa dalam kata. ~ @RiriNvr #puisimalam

Mengenangmu seperti membuka luka lama yang tak pernah kering, perih namun mengisyaratkan lirih. ~ @rudynurulfajri #puisimalam

Bercermin keheningan. Tenggelam dalam kehampaan. Irama napasmu selalu mampu menyilaukan jiwa-jiwa yang temaram. ~ @defitriaw #puisimalam

Kelu malamku – binar purnama – biar kutitip cahaya mu di danau langunku – agar terpantul di jendela langunnya. ~ @NonaKittin #puisimalam

Gerimis itu, sayang. Kecup yang kautitipkan pada embun, saat malam lupa menyatukan kita. ~ @shandyputraa #puisimalam

Bukan malam yang kita ukir, tapi sinar terang yang ingin kita miliki bersama, sebut saja janji kita dahulu ~ @Loraetta #puisimalam

Bagai bintang itu, kutunggu hatimu jatuh, lantas tersesat pada ladang yang tak lain adalah aku. ~ @iwaaaaan #puisimalam

Kucoba terlelap di bawah gelap. Bernaung bintang kerlip kerlap. Ah… Aku tak bisa. Tiap ingatmu hatiku berderap. ~ @mericahitam #puisimalam

Pena, tinta, dan air mata. Begitulah aku menerjemahkan luka tentang kita. ~ @Nayadini #puisimalam

Sorot mata tajam meluruhkan segala kengerian hati. Nyaman laksana embun pagi. Tolong lihat aku lebih lama lagi.~ @saniasharie #puisimalam

Rumah itu rasamu, tempat di mana hatiku selalu berpulang membawa bahagia. ~ @chey_yuanita #puisimalam

Bayang itu sempurna hilang. Rona harap akan jantung hati, berbias jelaga hitam pada rasa. Luluh. ~ @dimashary #puisimalam

Pernah kupunya sebuah kisah panjang tentang hadirmu, tentang tatapan sayumu dan ilalang. Pada akhirnya? Kuterbangun. ~ @angga_ramdhana

Sepasang matamu tak ubahnya tali kekang. Menyeretku mundur, menjauh dari jalan pulang. ~ @noiirio #puisimalam

Langit tetap angkuh. Membentang luas, tapi nyatanya sendiri. Lihat aku, langit! Peri kecil yang terbias cahaya bulan. ~ @deelcouple_

Ada satu yg kosong di sini. Bilik di mana kuncinya kaubawa pergi, menyisakan perih. ~ @auuulya #puisimalam

Izinkan aku pulang, di mana dulu hatiku tak kaugenggam, di mana dulu hatiku tak selemah pendar bulan. ~ @putrikenanga

Didalam kotak kesunyian, sampai engkau datang, aku dapat melihat matahari penuh harapan. ~ @Zhaacky #puisimalam

Di kedai kopi ini kita pernah menyusun kenangan yang sekarang tiba-tiba kamu inginkan terulang. ~ @agilunderscores #puisimalam

Demi malam yg panjang. Berdoalah untukku; untuk ketabahanku yang mendamba pelukanmu. ~ @danissyamra #puisimalam

Telah kubahasakan kamu sebagai cinta, di mana kesedihan tak pernah lupa, ciuman pertama. ~ @sematakata #puisimalam

Kenangan akan berpihak padaku, bagaimanapun meski waktu melesat meninggalkanmu,aku mengabadi dalam benakmu. ~ @semangatawan #puisimalam

Deru mengusik sepi. Semilir membelai hampa. Bersisian kembali perlahan menata keping-keping yang sempat terserak. ~ @defitriaw #puisimalam

Tunggulah aku. Saat kudapat merayu sang waktu, debar di dadaku sepenuhnya milikmu.~ @danissyamra #puisimalam

Sedang kamu tak pernah menjadi sekadar huruf, kata ataupun bait dalam puisiku. Karena kamu adalah puisiku. ~ @agilunderscores #puisimalam

Jika dirimu lupa akan arti cinta, temui aku. Maka akan kuperlihatkan padamu; ketabahan akan luka yg kupunya.~ @danissyamra #puisimalam

Kau tak perlu membeli sepasang baju penghangat, sebab pelukan selalu membuat hati siapa pun lebih dekat. ~ @penyihirhati #puisimalam

Matamu berbisik bahagia, bibirmu menatap merona, seketika aku sebut itu sempurna. ~ @Zhaacky #puisimalam

Laksana galaksi, cinta Ibundaku tak berbatas. Sepanjang masa, hingga binasa. ~ @fionamazing #puisimalam

Aku mencintaimu, tegak dan menjulang ke angkasa — takkan kenal waktu. ~ @albumhitam #puisimalam

Aku. Berwarna sunyi. Bersampul sepi. Berjudul sendiri. ~ @KenniGandiraA #puisimalam

Dalam sebuah ingatan. Tilasan pun dijabarkan. Lewat kata yang belum tersampaikan. Adakah yang ingin dipertanyakan?~ @deelcouple_ #puisimalam

Indah adalah tajuk yang menyerupai makna seorang kamu, di sudut bulir hati ~ @SilmiSyabila #puisimalam

Koruptor di negeri kita, berselimut tahta berhati jelata. Hidup bagai pengerat, penghisap harta rakyat! ~ @Trishadelia #puisimalam

Jangan takut sayang, jiwa selalu punya cara untuk menyembuhkan. Adalah pikiran yang patutnya kita khawatirkan. ~ @I_am_BOA #puisimalam

Ada sebersit resah yang kujabarkan lewat kata. Itu pesan cinta, yang mungkin tak sanggup kaueja. ~ @auuulya #puisimalam

Senja jatuh separuh. Separuh lagi, biar kugenggam dalam ingatan, bersama janji yang tak pernah kau selesaikan. ~ @alunasaja #puisimalam

Aku sinar mentari, tersesat pada hatimu yang malam. lalu, cinta kita kamu sebut rembulan. ~ @idrchi #puisimalam

Seperti ada yang meranggas, karena bayangnya selalu bias, seperti telah jauh, tak lagi di sini, di dekat hati. ~ @vcacute #puisimalam

Senjaku hilang, memupuskan sebongkah rasa tak bernama tak berwarna tapi berwujud, dalam hati. ~ @nitalaras #puisimalam

Jika puisiku ini berwujud bintang, percayalah! Langit penuh dengan syair indah untukmu, sayang. ~ @_agungdn #puisimalam

Embun itu tetes air mataku, yang tak sampai padamu. ~ @ladistalavista #puisimalam

Seruanmu menjadikan alasan angin malam, sejahat apa pun ia tetap saja ada bahkan selalu ada walau jiwa harus terluka ~ @udayudayan

Bersiaplah peluk angkasa, sayang. Kita akan segera meraksasa; sekarang, esok dan selamanya. ~ @penyihirhati #puisimalam

Kau adalah awan, dan aku adalah hujan, lalu kita membias, menjadi cahaya yang mewarnai dunia; pelangi. ~ @fallenvioletz #puisimalam

Andai kamu tau, bayangmu meracaui ingatanku. Jadi kucoba menepis gulana, lewat airmata. ~ @auuulya #puisimalam

Angin malam menyiratkan senyummu, laut ini meninggalkan jejakmu yg selalu ingin kuikuti. ~ @monikadeem #puisimalam

Malam tetap saja bersyahdu. aku akan terus mencarimu, lalu bercumbu dalam bayang semu. ~ @_agungdn #puisimalam

Aku terseret waktu, berlutut di depanmu lalu berharap lidah ini berhenti membeku. “Pulang bersamaku?”, tanyaku kaku. ~ @kemrowns #puisimalam

Bebas itu ketika aku terhilang dalam cintamu, namun tak ingin lagi kembali pulang. ~ @clareropi #puisimalam

Dalam diam kusyairkan doa. Agar kau tak perlu mengiba. Cinta. ~ @Ima_Alk #puisimalam

Secangkir pekatnya malam yang hangat karena pelukmu dan sesendok senyum manis menjadi temanku mengarungi malam. ~ @dylunaly #puisimalam

Dalam balut selilin temaram, bayang kelam tak lagi muram. Masih tersisa bayang-bayang pertemuan semalam. ~ @mellhana #puisimalam

Malam ini aku akan mengenangmu lewat kata, lewat syair yang pernah kubaca dengan luka paling getir. ~ @agilunderscores #puisimalam

Tergetar hati ini selalu menjadi pertanda indahnya cinta, senyummu adalah jawaban disetiap kebahagiaanku. ~ @vidivan #puisimalam

Aku tak bersahabat dengan diksi. Pun aku bukan Dewi Lestari. Tapi, aku sungguh mencinta ‘kata-kata’ setulus hati. ~ @imm4n #puisimalam

waktu adalah obat yang kita minum tiap hari. Rasanya pahit, tapi menyembuhkan dari kenangan. ~ @youchank #puisimalam

Aku adalah angka dibawah satu, aku adalah pesawat yang kau rakit dari hati yang kau hancurkan! ~ @fallenvioletz #puisimalam

Diam, tentang kepala yang berusaha saling mendengarkan dan nama yang terus diteriakkan hati masing-masing. ~ @aretnoayu #puisimalam

Layaknya pasir yang hanyut di lautan. Kamu, menghilang tanpa bekas. Mengendap dan lenyap. ~ @dutsky #puisimalam

Aku berjalan melawan cengkeraman angin malam yg menderu deras, menghisap saripati hidup yg selalu ingin ku rasakan ~ @FerienCiel #puisimalam

Akulah api, kau bara yang enggan pergi. Kenangan pun menjelma api unggun sepi. ~ @momo_DM #puisimalam

Berteman pekat malam, aku menuliskan ceritaku di lembar hitam ini, agar tak seorang pun yang tahu kisah piluku. ~ @SayaHani #puisimalam

Di tiap butiran tasbih, ingatanku bersemayam. Biar segala kenang yang kutopang, hadir seiring sujud malam. ~ @mellhana #puisimalam

Aku terusik, oleh kebintanganmu di malam tepi laut yang gelap tapi menyilaukan. ~ @binlatif #puisimalam

Aku pena yang setia menumpahkan tinta untuk namamu. Aksara adalah rajuk mengabadikan kamu. ~ @dzdiazz #puisimalam

Dari dalam tangkup jemariku menyembul wajahmu, lalu terbang dengan sayap-sayap kata. ~ @Oktasanti#puisimalam

Sumber: Tweet @nulisbuku

nulisbuku.com

nulisbuku.com

2 thoughts on “[#PuisiMalam] ~ Lima Belas September

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s