#13HariNgeblogFF [6] Balas Kangenku Dong!

13 DAYS

[6]

“Dalam kepergian selalu ada kedatangan”

Kota kecil Forsand beranjak sepi. Hampir tak ada lagi  aktivitas di kota kecil itu. Hanya ada beberapa pemilik perahu yang sedang menambatkan perahu di daerah sekitar dermaga. Keramaian kota telah berpindah ke bar-bar kecil yang ada di tepi kanal. Beberapa di antaranya sedang menikmati pesta, tak terkecuali Sebastian dan Josefine.

Di sebuah pohon Ash yang tumbuh di pinggir dermaga, seorang lelaki muda sedang duduk menikmati hembusan angin malam. Dia adalah Tobias yang sengaja memilih untuk menyendiri dengan menolak ajakan Sebastian dan Josefine. Jari-jari tangan kirinya bergerak mematahkan ranting kering pohon yang terjatuh di padang rumput tempatnya duduk. Daun-daun hijau kekuningan sebagian berserakan di sekitarnya.

Tobias merasa nyaman berlindung di bawah pohon yang rimbun itu. Setidaknya dia bebas memainkan gadget-nya sambil menikmati benderang lampu dermaga dan sekitarnya. Tangan kanannya tak pernah lepas dari gadget-nya. Dia masih menunggu email balasan yang dikirimnya tadi sore.

“Bip! Bip!”

Kedua tangan Tobias sibuk mengaktifkan gadget-nya saat ada notifikasi masuk. Kesepuluh jarinya secara refleks berebutan menyentuh layar handphone itu. Hampir saja dia salah membuka aplikasi. Senyum lebar tersungging di bibirnya, kali ini dia akan mendapatkan balasan pesan kerinduannya. Akhirnya, Tobias berhasil juga membuka pesan itu.

“Kapan kamu menyusul ke sini, Tobias?”

Sebuah pesan singkat yang membuat Tobias seakan lupa tempat dia duduk sampai-sampai handphone-nya hampir saja lepas dari tangannya. Mendadak raut wajah Tobias berubah.

Damn! Kenapa harus Sebastian?” tanya Tobias pada dirinya sendiri dengan nada keras.

Berkali-kali dia memajukan bibirnya yang menyebabkan kedua pipi merahnya menggembung. Tobias kembali terduduk lemas. Dia pun mengacuhkan pesan dari Sebastian karena terlanjur kesal. Tobias menyandarkan kembali tubuhnya pada batang pohon Ash. Pohon itu hanya terdiam mendengar keluh kesah dan caci maki Tobias. Sungguh, saat ini bukanlah Tobias yang seperti biasanya.

“Bip! Bip!”

Handphone-nya kembali mengisyaratkan adanya pesan masuk. Tobias semakin erat menangkupkan kedua tangannya di dada. Angin musim semi berhembus dingin menembus hingga ke tulangnya. Pandangan matanya jatuh di atas bintang yang dilihatnya di kejauhan. Bisa jadi, bintang itu berada di atas kota tempat tinggalnya, Oslo.

Dengan bertumpu pada tangan kanannya, Tobias melangkah pergi. Jejak kakinya menapak rumput tebal yang mulai berembun. Bagian bawah sepatu sport-nya telah basah. Jejak-jejak kaki tertinggal di rerumputan yang semakin menjauh dari pohon Ash menuju penginapan. Sesampainya di kamar, Tobias langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan meletakkan handphone-nya begitu saja di meja nakas.

Kedua kelopak matanya terkatup rapat dengan kedua tangan terlepas bebas di samping tubuhnya. Sementara kedua kakinya yang berlapis kaus kaki menekuk. Berkali-kali dia menghela napas panjang atas balasan rindu yang tak kunjung diterimanya. Tobias akhirnya menyerah pada harapan balasan rindu. Kini, baginya rindu sudah bukan lagi miliknya.

Tobias membuka mata saat mendengar suara sol sepatu sport dan hak tinggi beradu dengan lantai kayu. Dua orang makhluk berlainan jenis sedang lewat depan pintunya sambil meracau tidak karuan.

“Ah! Paling itu juga Sebastian sama Josefine yang baru pulang dari party.”

Suara langkah kaki dan racauan itu perlahan menghilang. Tobias bangkit dari tidurnya dan meraih handphone-nya. Dengan hati-hati dia lalu mengaktifkannya dan membuka pesan yang masuk. Bola mata Tobias mendadak menjadi lebih lebar. Seketika dia tersadar dari mengantuknya.

Tunggu aku. Minggu depan aku kembali.

See you!

Deg!

Mendadak ada getaran hangat menjalar di hatinya. Sesingkat itu balasan dari emailnya tadi sore yang ditulis panjang lebar. Tobias merebahkan kembali tubuhnya dalam posisi melintang di tempat tidur. Sama sekali tidak ada keinginan untuk membalas lagi email itu. Dia hanya bisa menunggu seminggu lagi untuk memperoleh penjelasan balasan rindu dari si pemilik email theothersideof@me.com.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s