#30HariMenuliSuratCinta [15] Dear Ariyon

Dear Ariyon,

Sudahkah kamu memejam malam ini? Aku yakin sudah, sebab aku tahu saat sepi seperti ini kamu sudah terlelap di peraduanmu. Meskipun begitu, aku yakin kamu bisa membaca surat yang kutuliskan dari hatiku ini.

Dear Ariyon,

Sengaja kubiarkan jemariku mencipta kata dari aksara untuk menyampaikan rasa cinta. Kamu mungkin heran kenapa aku begitu mencintaimu. Bisa jadi bukan kamu saja yang berpikiran seperti itu. Aku sering mendapati orang-orang mencibirku. Mereka bilang itu tidak pantas. Banyak bibir berucap, kenapa harus kamu yang kucintai? Bukankah masih banyak gadis bermata berlian yang siap disunting?

Dear Ariyon,

Aku juga tidak tahu alasanku. Tapi, bagiku mencintaimu itu seru. Tak ada kata lelah menunggu, tak ada kata bosan untuk merindu. Aku tahu, mungkin kamu tidak seperti itu. Tapi, bukankah cinta tidak harus berbalas?

Dear Ariyon,

Aku mencintaimu sejak tatap mataku jatuh pada pesonamu. Aku ingat waktu itu, 1 Agustus 2007. Waktu pertama kali kelopak mataku lekat menatapmu. Ada getaran yang tak bisa kaurasakan. Tiba-tiba datang lalu menjelma menjadi rasa sayang. Seperti itu aku mencintaimu.

Dear Ariyon,

Kamu tak perlu membalas cintaku. Cukup kauikrarkan untuk tidak meninggalkanku seperti kekasihku dulu. Aku yakin kamu bisa melakukan itu tanpa harus mencintaiku. Seperti selama ini, kau setia menemaniku di tempat kerjaku. Kamu juga selalu menemaniku menjelajah keindahan Lombok. Sebagai seorang sahabat kamu tak pernah mengeluh tentang itu.

Dear Ariyon,

Kamu memang sahabat sejatiku. Menemaniku dalam suka dan duka, siang dan malam. Dan, itu sudah hampir enam tahun. Jadi, jangan heran kalau aku menginginkan lebih dari hubungan kita selama ini. Bagiku kamu terlalu indah hanya untuk dijadikan sebagai sahabat. Salahkah aku?

Dear Ariyon,

Sudah dulu ya. Aku harap kamu memahami isi hatiku, entah kapan itu. Satu harapanku, semoga cintaku padamu bisa membuat kamu mengenal kata rindu, meskipun itu mustahil.

Akhir kata, semoga kamu mau menghargai cintaku yang telah merawatmu sepenuh hati, wahai Motor Kesayanganku.

Aku, cintamu

@momo_DM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s