.:. Rindu Tenggelam di Rembang Petang .:.

Petang baru saja lenyap di cakrawala,
Rinduku anak ayam kehilangan induknya,
Mengintip dari balik jendela,
Tak tampak satu pun bayangan raga.

Petang berlalu begitu saja,
Rinduku masih juga termangu di beranda,
Menyepi dari riuh asa,
Enggan pulang maupun masuk ke ruang tersisa.

Petang akhirnya sampai di titik nadir,
Rinduku rinai hujan yang tiba-tiba hadir,
Pasrah tak kuasa melawan takdir,
Menuju hatimu hendak menumpahkan getir.

Petang menggurat senja semburat,
Rinduku pohon pisang yang perlahan sekarat,
Diam terjerembab menopang beban berkarat,
Menuju hatimu yang tanah gembur berpenghuni lumut kawat.

Petang menepi bersama rindu paling nyeri,
Rinduku tetaplah sampan di dermaga sepi,
Terombang-ambing sendiri menunggu gelombang tinggi,
Setelah itu, karam dan mati.

Petang tenggelam di lautan bergelombang,
Rinduku perlahan kembali datang,
Mungil terhantam karang menjulang,
Kembali rebah di hati yang meradang.

Petang akhirnya kembali ke petang,
Rinduku pun tak kuasa menggapai hatimu yang mercusuar menjulang,
Terdiam di batas mati pada hati meradang,
Setelah itu, kembali tenggelam.

Mataram, 20 Maret 2013 (18:40 Wita)

3 thoughts on “.:. Rindu Tenggelam di Rembang Petang .:.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s