.:. BERBEDA .:.

“Jangan lupa nanti malem, ya.”

Aku membalas singkat pesan masuk dari teman SMA-ku itu.

“Beres!”

Aku bergegas merapikan diri. Aku kenakan gaun terbaikku untuk pesta malam ini. Tak lupa, rambut kukuncir dua, kiri-kanan. Kupasang kacamata saat aku melangkah keluar dari rumah.

Sekeliling sudah sepi, padahal baru pukul tujuh malam. Sepertinya ada yang aneh. Aku tak ambil pusing. Kulangkahkan kaki di jalan setapak keluar kompleks yang remang-remang. Aku tak butuh kendaraan karena jarak yang kutempuh sangat dekat. Tak lebih dari seratus meter.

Di jalan yang kulewati, masih ramai orang lalu lalang. Suara sirine polisi terdengar membahana memecah malam. Aku terus melangkah sambil menatap heran orang-orang yang berkerumun. Sebagian tampak terkejut, sedangkan kebanyakan tampak bersedih, bahkan ada yang menangis tersedu-sedu.

“Ada apa ini?”

Aku memercepat langkahku. Tanpa memedulikan keriuhan. Aku tak ingin terlambat menghadiri acara reuni dengan teman-teman SMA-ku. Dari kejauhan aku melihat sebuah rumah mewah. Di depannya kulihat sudah ramai orang-orang. Aku kenal beberapa di antara mereka. Aku tak berani menyapa. Aku malu dengan keadaanku yang cupu. Selalu seperti itu.

Pintu terbuka lebar saat tuan rumah mempersilakan aku masuk. Pesta siap digelar. Aku duduk sendiri di sofa menikmati minuman. Ruangan sepi.

“Ke mana yang lain?”

Aku bertanya-tanya. Sampai akhirnya, Renny, tuan rumah muncul.

“Tunggu sebentar lagi. Mereka pasti datang, kok.”

Aku berbincang dengan Renny. Tentang cinta pertama dan tentang kenangan indah semasa SMA. Aku dan Renny larut dalam obrolan seru, sampai tanpa sadar, ruangan telah penuh dengan tamu.

“Selamat datang!” Renny menyambut mereka dengan ramah.

Ruangan mendadak riuh. Sosok-sosok berpakaian aneh datang dan berkumpul. Ternyata aku salah kostum. Aku semakin minder melihat dandanan mereka. Beberapa mengenakan pakaian ala vampir, sebagian memakai kostum pocong, dan kostum aneh lainnya. Penampilan yang berbeda membuatku semakin terlihat cupu.

“Enggak papa, Rin. Santai aja.”

“Iya, Ren.”

“Ayo aku gabung sama yang lain.”

Aku mengikuti Renny. Aku pun bergabung dengan mereka. Tidak seperti biasanya, mereka ramah sekali padaku.

“Kamu cantik sekali malam ini, Rin,” kata Arion, salah satu idola kelasku.

Aku tersipu malu. Belum berakhir kebahagiaanku, Rendy, gebetanku dulu, datang menemuiku.

“Kamu beda banget malam ini,” katanya meraih jemariku hendak mengajak berdansa.

Dingin.

“Terima kasih,” jawabku masih malu-malu.

Selesai berdansa dengan Rendy, ketua kelas, Irfan pun ikut menyapaku.

“Hei cantik.”

Pipiku merona merah. Lama-kelamaan aku terbiasa dengan sikap aneh mereka. Aku bahagia, sebab mereka sudah bisa menerimaku dan tak lagi mengolokku sebagai seorang kutu buku.

Malam kian larut, pesta hampir usai. Orang-orang berpakaian aneh masih asyik berpesta. Suara musik lembut masih mengiringi dansa mereka. Tepat pukul dua belas malam, pesta pun usai. Satu per satu pamit, hingga tinggal aku dan Renny.

“Makasih udah dateng ya, Rin. Aku senang orang secantik kamu mau datang ke pesta reuni ini.”

Aku melangkah keluar dengan senang sebab tak ada lagi yang memanggilku ‘si cupu’. Di depan pintu, aku kaget dengan garis kuning yang melintang di depan rumah mewah Renny, garis polisi. Banyak orang berkerumun. Aku menengok ke belakang. Hanya ada tumpukan abu dan puing-puing sisa kebakaran.

Jadi… .

***

GARIS POLISI – Melintang di area gedung reuni. Gadis itu puas, tak ada lagi yang memanggilnya ‘si cupu’. ~ @candraabuana

9 thoughts on “.:. BERBEDA .:.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s