Perempuan dalam Mimpi [Episode 2]

Sambungan dari flash fiction Bang @benzbara_ berjudul “Perempuan dalam Mimpi” [Episode 1], tulisan ada di sini.

Aku kembali ke tempat dudukku semula di no smoking area. Pandanganku tertuju pada layar laptop yang masih menyala menampilkan screen saver. Perempuan dalam mimpiku kali ini lenyap.

“Mas Rio! Maaf… Kami sudah mau tutup.”

Suara pelayan mengagetkanku. Aku berusaha mengembalikan kesadaranku dari pengaruh pertemuan yang tak terduga dengan perempuan dalam mimpiku. Kulihat sekeliling kafe. Sepi.

“Sial!”

Aku tidak segera beranjak dari tempat dudukku. Sepertinya ada magnet yang menarikku kuat-kuat untuk tidak segera beranjak. Tinggal sedikit lagi. Tanggung, pikirku.

“Ram… ,” kataku tiba-tiba.

“Iya, Mas? Ada yang bisa dibantu?”

“Kamu kemana aja? Kok baru muncul? Sekalinya muncul, eh… main usir orang aja,” kataku bercanda.

“Tadi saya izin ke rumah sakit sebentar, Mas. Ada keluarga yang sakit.”

“Oohhh… ,” aku mendengus pelan tanpa berusaha mengorek informasi lebih dalam lagi. Begitu caraku menghormatinya.

“Oya, Ram. Boleh aku di sini sebentar lagi? Tanggung, nih,” tanyaku menatap ke arahnya.

Lelaki berpenampilan rapi yang sudah mengenalku itu bergeming. Dia memang satu-satunya pelayan yang akrab denganku. Bisa dibilang sangat dekat. Kesamaan terhadap hal-hal yang berbau misteri, membuatku akrab dengannya.

Aku dan dia bahkan sering berbagi cerita setelah dia pulang kerja, meskipun ada beberapa hal yang tak bisa kuceritakan. Termasuk perempuan dalam mimpiku. Pun dengan Rama yang enggan menceritakan lebih jauh tentang keluarganya. Meskipun sudah akrab, aku dan Rama tetap berusaha menjaga privacy masing-masing.

Kulihat Rama menghentikan aktivitasnya dan balas menatapku lekat.

“Emang lagi apa sih, Mas?”

“Entar aku kasih liat kalau udah selesai, ya. Enggak sampai lima menit, kok,” kataku tersenyum.

Rama pun akhirnya tersenyum. Aku menganggapnya sebagai persetujuan. Kubiarkan Rama melanjutkan aktivitasnya membereskan kafe, sementara aku kembali mengutak-atik laptopku. Melanjutkan yang ingin kuselesaikan. Percakapan dengan Rama setidaknya mampu membuatku sedikit lupa akan rasa kecewa.

Done!

Aku berteriak mengagetkan Rama yang sedang membersihkan meja di depanku. Dengan spontan dia menoleh ke arahku.

“Ada apa, Mas Rio? Kayaknya seneng bener.”

Aku menyeringai ke arahnya, “Enggak ada apa-apa, Ram.”

“Udah selesai, Mas?” tanya Rama yang tahu kesukaanku saat aku menghabiskan waktu di ruangan ini.

“Udah dong! Mau liat enggak?”

“Mau dong, Mas!”

Dengan cepat, Rama telah berdiri di sampingku. Aku tersenyum puas melihat hasil kerjaku. Dia memperhatikan detail sketsaku, sesekali mengernyitkan dahi. Ruangan mendadak hening.

“Rasa-rasanya saya mengenal perempuan ini, Mas.”

“Serius, Ram?” tanyaku penasaran.

Kedua tangan Rama bertumpu di meja, tepat di samping laptopku. Matanya tajam menatap layar laptopku. Rama kembali mengernyitkan dahi. Kuperhatikan raut tak percaya di wajahnya.

“Kamu kenapa, Ram?”

“Mas… Saya mengenal sketsa perempuan ini. Namanya Aryanti.”

“Aryanti? Siapa itu Aryanti?” tanyaku semakin penasaran. Sepertinya Rama akan bisa membantu menjawab pertanyaanku selama ini.

“Maaf, Mas. Tapi, saya harus segera menutup kafe ini.”

Rama berlalu meninggalkanku dalam tanya. Bagaimana mungkin? Aku pun berpikir, bahwa segala kemungkinan bisa saja terjadi dalam kehidupan ini.

“Tunggu, Ram! Tunggu!” teriakku setengah berlari mengejarnya, “bisa kamu jelasin siapa itu Aryanti, Ram?” kataku setengah memohon.

Rama berhenti, membelakangiku di dekat meja kasir. Dia menjawab pertanyaanku dengan sedikit bergetar, “Dia… Dia… Dia kakak saya, Mas.”

Aku menggeleng tak percaya mendengarnya.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s