9 Cara Menemukan Ide Tulisan

20131124-143736.jpg

Ide. Iya. Ide tulisan. Ini seringkali menjadi alasan bagi blogger untuk tidak menulis di blog. Padahal jika mau lebih peka terhadap diri dan sekitar, banyak ide bertebaran. Bagi beberapa blog yang tulisannya random, dalam artian tidak mengkhususkan diri dalam satu topik tulisan, ini akan lebih mudah. Tak menutup kemungkinan akan mudah juga bagi blog dengan topik khusus.

Perkembangan tulis-menulis di blog sudah sangat maju dengan beragam jenis. Sebut saja travel blog, culinary blog, fashion blog, dan fiction blog. Tentu masing-masing blog membutuhkan ide tersendiri untuk bisa diwujudkan dalam bentuk tulisan. Jenis-jenis blog ini masing-masing memiliki karakteristik eksplorasi ide yang berbeda.

Dalam tulisan ini, saya khusus mengulas tentang pencetus ide untuk jenis blog dengan tulisan yang saya sukai, fiction blog. Ada harapan dengan menuliskan ini, saya bisa berbagi ke sesama pengguna fiction blog.

Berikut adalah beberapa cara untuk mendapatkan ide tulisan fiksi untuk mencegah terjadinya kebuntuan ide. Sebagian mungkin sudah ada yang melakukannya, tetapi mungkin juga ada beberapa cara yang sama sekali belum pernah dicoba. Simak, yuk!

1. Peka terhadap keadaan sekitar.
Dalam hidup, kita berinteraksi dengan keluarga, teman, dan kolega. Masing-masing memiliki cerita yang berbeda. Jika kita bisa peka, akan banyak ide cerita yang kita dapatkan. Satu-satunya jalan adalah dengan mencatat garis besar obrolan selama berinteraksi. Catatan itu selanjutnya dieksekusi dalam bentuk tulisan fiksi. Beberapa tulisan di sini dengan tokoh yang terinspirasi oleh teman saya sendiri bisa digunakan sebagai contoh.

2. Curhat terselubung.
Selain lebih peka dengan keadaan sekitar, kita juga bisa lebih peka terhadap diri-sendiri. Dalam kehidupan, banyak hal yang kita lalui, masalah keluarga, pekerjaan, cinta, dll. Bukan tidak mungkin, pembaca di luar sanavi memiliki kesamaan masalah dengan kita. Dengan curhat terselubung dalam bentuk tulisan fiksi, setidaknya kita akan mendapatkan tiga hal positif. Pertama, kita akan merasa lega. Kedua, kita akan bisa update blog lewat tulisan. Ketiga, pembaca yang memiliki masalah yang sama akan terwakili perasaannya. Tidak perlu saya sebutkan contoh tulisan saya, yang jelas ada. Heuheu;

3. Mendengarkan lagu.
Tak kita pungkiri, beberapa lagu memiliki makna yang dalam dengan lirik yang bervariasi. Selain berfungsi sebagai mood booster, lewat lagu kita bisa menemukan sebuah ide cerita lalu menuliskannya. Langkah mudahnya tentu mencatat garis besar/kesimpulan dari lirik lagu itu lalu menuliskannya. Beberapa contoh tulisan saya dengan cara ini bisa dibaca di sini;

4. Menonton televisi.
Bisa gitu? Bisa! Sangat bisa. Siaran televisi yang beragam akan merangsang imajinasi kita untuk menuliskannya. Bahkan sekadar berita gosip tidak penting dari selebriti pun bisa menjadi salah satunya. Belum lagi tayangan-tayangan lain yang kita suka. Tinggal kita pilih mana yang kita suka untuk dituliskan menjadi tulisan fiksi. Saya pribadi belum pernah mencoba menuliskan tentang hal ini;

5. Menonton film.
Memang bisa melahirkan ide? Bisa juga! Saat menonton sebuah film, baik layar lebar, DVD maupun you tube serta saluran film online lainnya, kadang kita geregetan dengan jalan ceritanya. Bahkan kadang kita berpikir, “Seharusnya si ini begini… begini…” atau “Kayaknya asyik, nih, kalau si itu begitu… begitu…” Lalu, kenapa tidak dituangkan saja dalam bentuk fiksi? Plagiat? Oh… Tentu saja tidak. Hanya terinspirasi, lalu mengembangkannya sendiri dalam bentuk tulisan fiksi. Sayangnya saya sendiri juga belum pernah mencoba ini. Heuheu;

6. Membaca.
Apa saja. Bahkan melongo saat membaca saldo buku tabungan sendiri pun akan menjadi sebuah ide cerita yang menarik. Terlebih membaca buku, majalah atau koran, akan sangat membantu kita menemukan ide. Misalnya, membaca berita terkini terkait penyadapan. Bisa saja kita langsung googling untuk mencari tahu segala hal terkait penyadapan. Tidak harus sama dengan kenyataan yang ada dalam berita. Bisa disiasati dengan mengambil tema besarnya saja, penyadapan, lalu menuliskannya dalam bentuk fiksi.

7. Blogwalking.
Ini merupakan cara ampuh dalam menumbuhkan ide di kepala. Seperti kita tahu, di blog banyak informasi yang kita dapatkan. Misalnya kita blogwalking ke sebuah culinary blog dan kita menemukan satu jenis makanan yang unik. Berdasarkan informasi tentang makanan itu kita bisa menulis cerita fiksi terutama ada cerita apa di balik pembuatan makanan itu. Beberapa tulisan saya di sini juga terinspirasi dari sebuah culinary blog. Sedangkan tulisan di sini adalah ide yang saya dapatkan setelah blogwalking ke blog-blog berisi dongeng/legenda/cerita rakyat.

8. Linimasa
Lho?! Iya. Linimasa. Sebagai Twitter addict, pasti lebih banyak meluangkan waktu untuk memperhatikan timeline Twitter daripada pasangan. Kalau punya pasangan, sih. #eeaaa. Linimasa lebih sering tampil beragam. Meskipun tidak dipungkiri kadang-kadang seragam terkait dengan isu-isu terupdate. Linimasa setiap harinya menyajikan hal-hal berbeda, tak terkecuali informasi proyek menulis. Dari linimasa kita bisa mendapatkan ide tulisan, misalnya dari tweet seseorang yang sedang membahas sesuatu. Saya pernah menulis dari tweet seseorang tentang tato di sini dan beberapa dari #topikfiksimini di sini;

9. Menulislah! ^^

~ mo ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s