Tentang Sasak Besahabat

sasakbesahabat

“tetep ramah timaq ndeq wah saliq kenal, becat betulung lamun araq bingung leq langan, ceritaan jok dunie, sasak besahabat” – The Datu

Yap, penggalan reff lagu The Datu ini belakangan kerap ingin saya suntikkan ke temen-temen di Lombok, NTB. Makna liriknya kurang lebih mensuggest temen-temen di Lombok untuk welcome dan nunjukin hospitality kepada ‘mereka’ yang datang ke Lombok. Mereka ini siapa sih? Nah, mereka ini adalah konsekuensi dari ‘penjualan’ besar-besaran keindahan Lombok di media, oleh kita, kita yang menduduki Lombok sekarang ini.
Keindahan Lombok ini ibarat makan Pelecing (makanan khas Lombok). Pedes (agak panas), tapi enaknya ga ada abisnya. Malahan nih ya, kalo terasi kualitas top, bekasnya bakal lama ilangnya di tangan.
Saking indahnya, malah di setiap sudut jadi indah, didukung oleh fasilitas yang kita miliki (salah satunya gadget dgn kamera canggih plus kuota yang mumpuni untuk uploading), sangat mudah meng-explore keindahan alam Lombok. Setiap menit, paling gak ada satu…

View original post 195 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s