#RABUMENULIS – KESEPAKATAN DENGAN MATAHARI

IMG_0926

“Tunggu!”
Matahari tak bergeming. Ia terus bergerak turun. Perlahan. Sementara aku masih termangu di atas balon udara. Hingga akhirnya, matahari mengalah. Untuk sepersekian detik berikutnya, ia berhenti saat aku semakin mendekat. Aku tersenyum ke arahnya.
“Apa yang kauinginkan, Anak Muda?”
“Ikutlah denganku sebentar saja. Kotaku butuh bantuanmu.”
Aku pun menceritakan kondisi kotaku akhir-akhir ini. Pun tentang aku yang tak berani pulang tanpa membawa dirinya.
“Hahaha… Bukan urusanku! Sekarang sudah waktu bagiku untuk pulang, Anak Muda.”
Aku terbang semakin mendekatinya.
“Aku akan melakukan apa pun asal kamu mau ikut aku sekarang.”
Matahari tampak menggeleng perlahan.
“Tolonglah aku wahai pemilik cahaya.”
Matahari terdiam sesaat.
“Sebenarnya aku ragu kalian akan menepati janji. Tapi baiklah. Aku akan membantumu. Syaratnya, kamu dan warga kota lainnya harus mencegah terulang kejadian setelahnya. Bagaimana? Sanggup?”
Aku mengangguk pelan. Setelahnya matahari pun mengikutiku ke arah kota. Tak lama matahari tercengang menatap lautan.
“Mana kotamu?”
Aku menunjuk ke bawah. Gelombang tampak mengalun pelan di permukaannya. Aku jelaskan pada matahari tentang apa yang harus dilakukannya. Ia mengangguk.
“Baiklah. Menyingkirlah jauh-jauh sampai aku menyelesaikannya.”
Aku menurut. Tak butuh waktu lama baginya. Perlahan-lahan terlihat sebuah puncak yang dibalut emas. Setelahnya puncak-puncak pencakar langit pun tampak. Aku tersenyum di kejauhan melihat kotaku yang tak lagi tergenang. Matahari telah berhasil menguapkan.
“Selesai! Aku pulang dulu. Jangan lupa dengan janjimu.”
Aku mengangguk lalu mendarat di tanah lapang dekat sebuah monumen kebanggaan kotaku. Setelah matahari pulang, kukabarkan pada balon-balon lain yang perlahan memenuhi lapangan dan bersiap kembali pulang ke rumah masing-masing.

– mo –

Advertisements

[Kumpulan Flash Fiction] – LOL (Legenda Oh Legenda)

Cover LOL
Kumpulan 123 flash fiction 123 kata hasil dekonstruksi legenda oleh peserta #FFKomedi123Kata

Judul Buku: LOL (Legenda Oh Legenda) Jenis: Kumpulan Flash Fiction Penulis: @momo_DM, @Irfanaulia, @__fatwaningrum@_n_kecil, @aa_muizz, @anhardanaputra, @auxentina, @constantane, @didotanindita, @fannywatmadja, @jiahjava, @kakaakin, @mae_roseku, @MeliyaIndri, @MentionSari, @NafriYrrah, @rindrianie, @ry4nn_, @therendra. Harga: Rp. 40.000,-

Tebal: 170 Halaman B/W

Ukuran: 13 x 19 cm

Tahun Terbit: 2014

Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com

Deskripsi Buku:

LOL (Legenda Oh Legenda) merupakan kumpulan flash fiction 123 kata hasil dekonstruksi dari 15 (lima belas) legenda nusantara yang ditulis oleh 19 (sembilan belas) orang kontributor proyek menulis #FFKomedi123Kata. Sebanyak 123 flash fiction dengan genre komedi ditulis dengan gaya khas masing-masing penulis. Unik dan segar!

Continue reading “[Kumpulan Flash Fiction] – LOL (Legenda Oh Legenda)”

#30HariMenulisSuratCinta – Pemilik Hati Mulia

Mataram, 25 Februari 2014

Kepada:

Perempuan-Perempuan Pemilik Hati Mulia

di –

T e m p a t

Lewat surat singkat ini, aku kabarkan, bahwa saat ini keadaanku sehat walafiat, berkat doa kalian semua. Besar harapanku, kalian semua juga seperti itu adanya.

Kalian… Aku memanggilnya perempuan-perempuan pemilik hati mulia. Kalian ingin tahu alasannya? Benar. Di tengah kesibukan masing-masing, kalian masih memiliki waktu untuk senantiasa berbagi kebaikan lewat @bookaholicfund. Sebuah komunitas nirlaba yang bersama-sama kita bangun dengan dasar kemanusiaan.

Kalian… Aku menyebutnya perempuan-perempuan pemilik hati mulia. Kalian tidak perlu bertanya lagi kenapa aku menyebutnya seperti itu. Jelas. Setiap hari, selalu berbagi kebahagiaan lewat canda dan tawa yang menguatkan. Pun obrolan-obrolan hangat yang membangkitkan kegairahan di sela-sela tugas utama dan meneruskan mandat dari donatur untuk kemanusiaan.

Kalian… Aku menamakannya perempuan-perempuan berhati mulia. Meskipun ada yang tidak terlibat langsung di dalam tubuh @bookaholicfund, tetapi tetap setia memberikan dukungan. Dengan segenap cinta, aku mengucapkan terima kasih untuk itu semua.

Kalian… Aku mengenalinya sebagai perempuan-perempuan pemilik hati mulia. Kalian pantas menyandangnya. Pasti. Di sela-sela berbagi kebaikan, kalian pun tetap konsisten untuk berbagi cinta lewat #30HariMenulisSuratCinta. Banyak cinta kalian tebar untuk siapa saja. Bahkan, pada seseorang yang sesungguhnya ‘pernah’ melukai salah satu di antara kalian yang menumbuhkan luka di hati kita semua.

Kalian… Tak ada lagi kata-kata yang sanggup kutuliskan, selain cinta untuk kalian semua. Cinta yang mengajarkan pada kita semua, bahwa berbagi sekecil apa pun itu akan sangat berarti.

Kalian… Tetaplah menjadi pemilik hati mulia. Apa pun hambatannya. Bagaimanapun situasinya. Aku percaya, kalian bisa tetap seperti itu. Kenapa? Karena begitulah diri kalian yang sebenarnya.

Akhir kata…

Membelah lautan dengan sampan,
Gelombang datang sebagai ujian.
Tetaplah kalian saling menguatkan,
Demi tercapainya kebersamaan tujuan.

Salam cinta dari Lombok itu indah,

@momo_DM

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-11 ‘Tanda Tawa’

Kepada

Ibu Penjual Hasil Laut yang Tak Pernah Cemberut,

Sebelumnya izinkan saya mengucapkan selamat siang untukmu. Bersamanya kutitipkan sebuah harapan, tentang penjualan hasil laut Ibu yang mengalami peningkatan, sehingga bisa bermanfaat bagi hidup dan kehidupan, kau dan keluarga dalam sebuah kehangatan.

Saya memutuskan menulis surat, setelah sekian lama menunggu sempat. Kau tak perlu tahu alasan saya menulis surat ini, Bu. Satu yang harus kau tahu adalah tawamu waktu itu, saat saya dan teman-temanku hendak menjelajah Lombok, pulauku. Tawa renyah yang mengingatkan saya pada sosok yang selama ini saya rindu, ibu saya.

Bu… Saya tahu tawamu tulus. Tak ada kepura-puraan menyertainya. Terbukti meskipun saat itu sedang sepi pembeli, kau masih saja tertawa. Teruslah tertawa! Seperti yang saat ini saya tatap dari jepretan diam-diam sebuah kamera. Dengan begitu, saya akan bisa tahu kau dan kehidupanmu baik-baik saja.

Bu… Sadarkah kau, bahwa waktu itu saya diam-diam tersenyum memerhatikanmu? Ah! Kau pasti tak tahu. Sebab apa saya tersenyum? Iya. Saya bahagia atas kebahagiaanmu melayani seorang pembeli. Kesabaran sejati milik seorang perempuan luar biasa, berjuang demi keluarga. Sama seperti ibu saya. Itu alasan saya yang pertama.

Bu… Alasan kedua saya menuliskan surat ini adalah saya ingin mengabarkan rasa cinta yang hadir sebagai sebuah tanda tawa. Tawamu melahirkan cinta di hati saya. Cinta yang akan saya jaga sebagai sebuah prasasti ingatan, bahwa sejatinya perempuan bukanlah sosok yang lemah dan menyerah pada apa yang dicintainya. Dari itu saya belajar tentang bagaimana tetap bertahan. Cinta yang mengajarkan saya untuk lebih kuat dengan komitmen pada pekerjaan.

Dari tawamu, saya tahu, bahwa untuk bisa bertahan harus menjalani pekerjaan menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Bukan begitu, Bu?

Bu… Terima kasih saya ucapkan. Atas cinta pada pekerjaan yang kauajarkan lewat tawa. Atas kekuatan bertahan pada apa pun kesulitan selama menjalani pekerjaan. Saya menghargai itu. Dan, akan tetap ingat untuk melakukan pekerjaan sebaik-baiknya, sepenuh cinta.

Sekali lagi terima kasih untuk cinta yang kautitipkan lewat tanda tawa.

Dari saya yang belajar cinta pada pekerjaan darimu,

– mo –

#FFKomedi123Kata – Pengumuman Nominator

Masih ingat, kan, dengan #FFKomedi123Kata? Itu, tuh! Proyek menulis kece tentang merayakan legenda dari sudut berbeda hasil dekonstruksi legenda Indonesia dengan genre KOMEDI dalam 123 kata. Selama bulan Desember 2013 kemarin, sebanyak 17 orang peserta kece berusaha merusak lalu menyusun kembali legenda Indonesia menjadi sebuah cerita yang meledakkan tawa.

Baiklah… Langsung saja, ya. Berikut ini adalah daftar nominasi untuk berbagai kategori (diurutkan berdasarkan legenda dan abjad akun Twitternya, bukan kecantikan dan kegantengannya atau jumlah followers-nya, apalagi kedekatan hubungan pertemanannya). 😛

A. Kategori Terbaik Tiap Legenda

  1. Amat Mude – Rindu Lahirnya Putra
  2. Ande-ande Lumut – Pilihan Terakhir
  3. Asal Mula Telaga Biru – Sebuah Rahasia
  4. Bawang Merah – Password
  5. Batu Menangis – Kebelet
  6. Candi Prambanan – Sihir Makan Tuan
  7. Cindelaras – Si Jago Minta Dikawinkan
  8. Damarwulan – Terpukau
  9. Danau Toba – Dasar Nasib
  10. Jaka Tarub – Pulang
  11. Keong Mas – Cangkang Keong Mas
  12. Lutung Kasarung – Awal Karir Sang Putri
  13. Malin Kundang – Populer Sampai Nanti
  14. Sangkuriang – Aku Galau
  15. Timun Mas – Sahabat Baru

B. Kategori Peserta Paling Konsisten

    1. @_n_kecil
    2. @aa_muizz
    3. @didotanindita
    4. @fannywatmadja
    5. @MentionSari
    6. @ry4nn

    Catatan:

    • Peserta paling konsisten adalah peserta yang konsisten tidak terlambat mengirimkan seluruh naskah #FFKomedi123Kata masing-masing legendanya;
    •   Akan dipilih satu orang pemenang berdasarkan jumlah #FFKomedi123Kata -nya yang masuk ke dalam 15 besar.

    C. Kategori Favorit Pilihan Juri

    1. Jaka Tarub – Selendang Bidadari
    2. Danau Toba – Dasar Nasib

    Catatan:

    • Pemilik #FFKomedi123Kata favorit nomor 1, silakan menghubungi @aulcooper
    • Pemilik #FFKomedi123Kata favorit nomor 2, silakan mengirimkan email berisi nama, alamat, dan nomor handphone untuk keperluan pengiriman hadiah.

    Demikian update proyek menulis #FFKomedi123Kata. Tunggu pengumuman pemenang #FFKomedi123Kata terbaik dan Peserta Paling Konsisten segera di sini. ^^

    Terima kasih untuk kalian, peserta-peserta kece yang sudah ikhlas dikejar-kejar mendekati deadline. Untung aku yang ngejar dan bukan anjing, kan? ^^

    Salam hangat dari Lombok itu indah.
    ~ mo ~

Liebster Blog Award 2014 – Menjawab @Bellazoditama

Berawal dari mention yang cukup mengejutkan dari @bellazoditama, lalu berakhir pada sebuah hal yang mengharukan. Bagaimana tidak? Dari sekian orang yang ikut seru-seruan ini, hanya @bellazoditama seorang yang meneruskan rantai panjang Liebster Blog Award 2014 di sini, yang entah dari mana berawal. Mengharukan, bukan? Terima kasih, Bel. Kamu sudah membuat Januariku lebih berwarna meskipun tanpa memakai spidol warna.

Mungkin beberapa di luar sana ada yang justru tertawa jemawa dan bahagia membaca paragraf pembuka saya. Ah! Biarkan saja. Bukankah setiap orang berhak bahagia dengan cara terbaiknya masing-masing. Hitung-hitung menambah pahala yang hampir habis dipakai menutup dosa-dosa saya sebelumnya.

Dan… Sebelum curhat bertambah panjang sepanjang jarak hatiku ke hatimu, berikut adalah sepuluh pertanyaan dari Bella beserta jawaban dari lubuk hati terdalam saya.

1. Lebih suka menulis atau membaca? Kenapa?

Lebih suka menulis, karena secara otomatis saat atau setelah menulis saya pasti membaca, meskipun tulisan saya sendiri, sih. Sedangkan saat atau selesai membaca belum tentu saya langsung menulis.

2. Kalo jatuh cinta sama tokoh fiksi kan udah biasa, pernah nggak sih suka sama penulis dari buku yang dibaca? *halah

Pernah. Tidak perlu saya jelaskan dengan metode penulisan 5W + 1H karena memang tidak tertera di pertanyaannya.

3.  Penulis yang menjadi panutan sejauh ini siapa? Dari luar atau dalam negeri juga boleh.

Panutan, ya? Boleh pertanyaannya diganti menjadi ‘penulis yang menjadi panuan’ tidak? Oh… Tidak boleh, ya. Penulis yang menjadi panutan saya adalah ibu saya. Lho, kok? Iya. Ibu saya juga penulis. Beliau penulis buku berjudul ‘Kitab Kehidupan’ yang berisi perjalanan hidupnya dalam membuat saya bisa menulis.

4. Ada nggak buku yang ‘mengubah’ hidup kamu? Pake alasan, ya.

Ada. Banyak. Salah satunya Buku Rapor SMA. Alasannya sederhana. Deretan angka yang tertera di dalamnya telah berhasil membuat saya bisa melanjutkan kuliah tanpa tes di Universitas Diponegoro. Dulu. Iya. Dulu banget sebelum akhirnya Belanda meninggalkan Indonesia.

5. Lebih suka menumpuk buku, atau membaca buku yang dibeli dulu baru beli lagi?

Saya tidak suka menumpuk buku, tetapi mengaturnya berjejer di rak setelah membelinya untuk dibaca sewaktu-waktu. Bisa jadi sebulan kemudian atau bahkan malah didului oleh buku-buku yang baru saya beli. Sama saja menumpuk buku, ya? Ya sudah. Tidak usah protes kalau gitu. Memang begitu kenyataannya. Kalau tidak percaya, kirimkan alamatmu, lalu biarkan aku mengirimi kamu buku koleksiku yang masih dibungkus plastik.

6. Lebih suka dianggap pembaca buku yang baik atau pembaca buku yang rakus?

Saya lebih suka dianggap pembaca buku yang rakus dengan segala jenis bacaan.

7. Ada nggak buku yang paling bikin kamu kesel karena ceritanya? Misalnya, ceritanya ngegantung atau mengingatkan kamu dengan masa lalu. (heiyah).

Ada. Tidak perlu disebutkan judul buku, pengarang, tahun terbit, penerbit, gambar sampul, dan harganya, kan?

8. Kalo temanmu nerbitin buku debutnya, tapi review di goodreads nggak memuaskan, kamu tetep beli buku itu atau nggak? Kenapa?

Tetap beli. Setidaknya besok kalau saya juga menjadi debutan dan menerbitkan buku sudah ada satu orang calon pembeli buku saya.

9. Ada nggak kriteria khusus dalam membeli sebuah buku? (udah kayak milih pacar aja)

Ada. Berhubung tidak ada permintaan untuk menuliskan apa saja, jawaban ada sudah cukup menjawab pertanyaan.

10. Buku apa yang pengin kamu baca tapi sampe sekarang belum bisa kamu baca?

Buku nikah yang ada nama saya dan nama kamu di dalamnya, Bel.

– fin –

Selanjutnya sepuluh blogger kece yang saya pilih secara subyektif berdasarkan selera saya adalah …

1. Mak Cacar

2. Mak Isti

3. Mak Na

4. Mak Jipe

5. Mak Rini

6. Mak Ranny

7. Kak Ryan

8. Om Sigit

9. Kak Irfan

10. Kak Harry

Lalu ini pertanyaan dari saya untuk mereka yang tersebut di atas:

1. Jika diharuskan merevisi salah satu tulisan di blog pribadi, tulisan mana yang paling ingin direvisi? Sertakan link tulisan dan alasannya juga, ya. Iya.

2. Apa alasan yang mendasari sehingga akhirnya memutuskan untuk menulis di blog?

3. Tuliskan nama pengunjung blog yang selalu kamu tunggu-tunggu komentarnya pada tulisanmu di blog (minimal 3 orang). Apa alasannya?

4. Buku apa yang membuat dirimu berkata dalam hati, “Seharusnya saya yang menulis buku ini”? Sertakan judul buku, nama pengarang, dan alasannya, ya.

5. Ada berapa buku yang dari sejak membeli sampai sekarang belum pernah kamu baca sama sekali? Buku apa saja?

6. Dari sekian yang pernah kamu beli, judul buku manakah yang paling membuatmu menyesal telah membelinya? Kenapa?

7. Pulang (Leila S. Chudory) atau Murjangkung (A.S. Laksana)? Kenapa?

8. Apa kegagalan dalam tulis-menulis (draft, proyek/tantangan/lomba atau hal terkait lain) di tahun 2013 yang paling membuatmu terpacu untuk bangkit dan menulis lebih baik lagi?

9. Apa keberhasilan terbesar yang kamu raih dalam tulis-menulis di tahun 2013?

10. Apa tujuan utama (goal) kamu sebagai seorang penulis?

Mungkin itu saja. Ini tidak wajib dijawab sih, hanya sekadar untuk seru-seruan aaja. Tapi kalau sudah menjawab, sila mention dan ping back, ya, biar saya bisa baca postingannya. Terima kasih.

~ mo ~

#MyLifeasBlogger – Nge-blog itu Tidak Penting!

“Nge-blog itu tidak penting!”

Ini serius. Nge-blog adalah aktivitas menulis yang hanya membuang-buang waktu. Duduk berjam-jam di depan laptop untuk menuangkan ide dan gagasan. Padahal, lebih banyak hal lain yang lebih menyenangkan dan bisa dilakukan selain nge-blog, misalnya Facebookan, Twitteran, Youtubing, dll.

Sekali lagi, “Nge-blog itu tidak penting!”

Eits! Tapi, tunggu dulu! Itu adalah ungkapan pertama saya sebelum memutuskan menjadi seorang blogger pada tahun 2011, seseorang yang awalnya tidak suka menulis di blog.

Seperti kita tahu, beberapa penulis bisa sukses berkat blognya. Bukan! Jujur. Bukan itu motivasi awal saya. Saya tidak pernah ingin menjadi seperti mereka. Satu-satunya motivasi nge-blog saat itu adalah saya hanya ingin sembuh dari kegilaan karena ide-ide yang menumpuk di kepala. Akhirnya, saya mulai mengakrabkan diri dan berhasil melahirkan blog ini pada awal tahun 2011.

Sekarang saya baru menyadari, bahwa ungkapan pertama saya itu SALAH BESAR. Kenapa? Terbukti banyak hal yang saya peroleh setelah memutuskan menjadi blogger.

Jadi, masih mau bilang “Nge-blog itu tidak penting”? Pikir-pikir dulu, deh! 🙂

“Nge-blog adalah pintu masuk kecil untuk menemukan hal-hal besar dalam kehidupan.”

Ayo nge-blog! ^^

***

Baca selengkapnya tulisan saya ini hanya di buku My Life as Blogger bersama penulis lain peserta lomba #MyLifeasBlogger yang diselenggerakan oleh @NBC_IPB. Buku ini bisa kalian dapatkan hanya di nulisbuku.com

20131209-190044.jpg

Untuk pemesanan buku, silakan kirim email ke: admin@nulisbuku.com.
Sertakan di dalam badan email:
– Judul Buku: My Life as Blogger;
– Penulis: Indah Arifallah, Momo DM, Rina Susanti, dkk;
– Jumlah Buku: … ;
– Nama Penerima: … ;
– Alamat Penerima: … ;
– No. Telepon/HP: … .

Ayo serbu! ^^

~ mo ~