Mengenal Google Gapura Digital, Yuk!

Mengenal Google Gapura Digital, Yuk!

Bagi masyarakat Lombok, Google Gapura Digital adalah hal baru. Kenapa? Karena memang baru pada tahun 2019 ini, Google Gapura Digital resmi masuk di wilayah Lombok. Wah! Lombok beruntung sekali, ya? Pastinya! Kok bisa?

Agar bisa tahu alasannya, kita mengenal Google Gapura Digital lebih dulu, yuk!

Gapura Digital itu apa, sih?

Gapura Digital (Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat secara Digital) merupakan program yang diinisiasi oleh Google untuk mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia agar bisa lebih memajukan bisnisnya secara digital. Gapura Digital yang dilaksanakan sejak tahun 2017 di 10 kota ini merupakan kelanjutan program Gapura yang dirintis pada tahun 2014 di 6 kota di Indonesia. Perbedaan Gapura Digital dengan Gapura, yaitu Gapura Digital seminggu sekali dengan kelas yang bisa dipilih sesuai keinginan dan kebutuhan peserta. Sedangkan Gapura hanya dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

Gapura Digital untuk Semua Pelaku UKM (Sumber: Gapura Digital)

Kenapa Harus Ikut Kelas Gapura Digital?

Program yang diperuntukkan bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah Indonesia yang siap membuka peluang usaha ke tingkat selanjutnya melalui digital ini diselenggarakan secara gratis, lo! Selain itu, calon peserta bisa memilih kelas yang sesuai kebutuhannya atau mengikuti semua kelas yang ada. Dan, setelah mengikuti kelas akan mendapat sertifikat dari Google. Keren, kan?

Sertifikat Tanda Mengikuti Pelatihan (Sumber: Gapura Digital)

Eits! Tunggu dulu! Bukan hanya sertifikat saja, lo. Namun, dengan mengikuti kelas juga sekaligus berarti bisa bertemu dan berbagi pengalaman dengan pelaku usaha lainnya. Dengan demikian, jaringan bisnis akan semakin luas. Dan, setelahnya tinggal mengembangkan usaha secara digital. Mantul!

Kelas di Gapura Digital (Sumber: Gapura Digital)

Kelas yang Dibuka Apa Saja, Ya?

Ini, nih, daftar kelas yang bisa diikuti oleh pelaku UKM:

  • Siap Digital. Di kelas ini akan diberikan materi dasar tentang dunia digital kaitannya dengan bisnis. Materi yang diberikan meliputi Panduan Dunia Digital, Google Bisnisku, Mengembangkan Bisnis Makanan dan Minuman serta Fashion dan Kecantikan.
  • Handal Digital. Materi di kelas ini meliputi Tips Website Efektif, Cara Membuat Website, Strategi Konten Marketing dan Copywriting serta Trik Membangun Merek Melalui Video.
  • Profesional Digital. Kelas ini akan memberikan materi komprehensif tentang pemasaran produk. Materi yang diberikan seputar Pengenalan SEO dan Dasar-dasar Iklan.
  • Kelas Womenwill. Kelas ini khusus bagi para perempuan yang ingin mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital.

Di Lombok sendiri sebelum kelas-kelas tersebut dibuka pendaftarannya, Gapura Digital terlebih dahulu melakukan seleksi Trainer melalui Train the Trainer (TTT). Dari pelatihan yang diselenggarakan dari tanggal 23 sampai 24 Februari 2019 di Hotel Idoop tersebut, terpilih 15 orang yang dinilai siap dan berkompeten memfasilitasi kelas.

Sebagai salah seorang peserta, pelatihan tersebut meninggalkan kesan yang mendalam. Betapa tidak. Pelatihan tersebut merupakan pelatihan pertama terkait UKM yang saya ikuti. Banyak hal baru saya pelajari untuk memajukan bisnis Agen Pembayaran yang sedang saya rintis. Saya bahagia!

Bertemu dan Berbagi Pengalaman dengan Pelaku Usaha (Sumber: Gapura Digital)

Selain itu, dalam pelatihan yang berjalan secara maraton dengan jeda sebentar untuk salat saya berkesempatan bertemu dan berbagi dengan pelaku UKM dan startup yang ada di Lombok. Kesempatan langka itu bermanfaat untuk menambah ilmu dan pengalaman tentang jatuh bangun dalam menjalankan bisnis. Seru!

Sebuah Upaya Mengembangkan Usaha (Sumber: Gapura Digital)

Materi-materi yang diberikan dalam pelatihan pun meninggalkan kesan misterius. Membuat selalu ingin dipelajari dan terus dipahami. Berbagai materi sangat bermanfaat ke depannya. Dan, tidak lupa dengan status sebagai relawan, melalui pelatihan itu setidaknya bisa menjadi pembuka jalan bagi saya untuk bermanfaat bagi sesama.

Bukankah sebaik-baiknya orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain?

Sumber: WAG GD Lombok

Yuk tonton video kesan-kesan selama mengikuti pelatihan di sini.

Wah rasanya beruntung sekali Gapura Digital hadir di Lombok! Anda juga ingin merasakan keberuntungan yang sama?

Ayo segera daftar kelas gratisnya. Info selengkapnya silakan klik di sini.

– mo –

Keseruan Train the Trainer Google Gapura Digital di Lombok

Keseruan Train the Trainer Google Gapura Digital di Lombok

Keseluruhan peserta sekitar 40 orang terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan Train the Trainer (TTT), mulai Sabtu (23/2) sampai Minggu (24/2). Bertempat di Ujung Harapan Meeting Room lantai 6 Hotel Idoop Mataram, pelatihan yang difasilitasi oleh Indira ini berlangsung seru. Diskusi dua arah yang terjadi dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Gapura Digital ini menjadi kunci keseruan pelaksanaan.

Pada hari pertama sebanyak lima modul diberikan kepada peserta dan dijelaskan dengan detail oleh fasilitator. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi Pengenalan Dunia Digital, Membuat Google My Business, Membuat Web Bisnis, serta Konten Marketing dan Copywriting. Kelima modul tersebut dilengkapi dengan praktik untuk memudahkan peserta sebagai calon fasilitator. Sebagai bentuk evaluasi, pada akhir kegiatan hari pertama dilakukan tes online. Dengan memanfaatkan google form.

Baca juga: Mengenal Google Gapura Digital, Yuk!

Sedangkan pada hari kedua peserta diberikan 3 modul, yaitu Membangun Merek dengan Video, Cara Mengelola Keberadaan Diri Secara Online, dan Dasar-dasar Google Ads. Selain itu juga dibekali dengan 2 modul industri. Modul industri yang diberikan adalah tentang makanan dan minuman serta fashion. Sama seperti hari sebelumnya, pada akhir sesi hari ini (24/2) juga diselenggarakan tes online untuk mengetahui ketercapaian sekaligus kemampuan peserta dalam menyerap materi yang telah diberikan.

Namun, berbeda dengan hari sebelumnya, pada hari terakhir pelaksanaan TTT ini diselenggarakan Tes Presentasi. Bentuk tes ini dipilih untuk mengetahui kemampuan peserta dalam memfasilitasi kelas-kelas yang akan diselenggarakan oleh Gapura Digital di Lombok.

Apa saja kelas yang akan diselenggarakan di Lombok?

Sebagai program yang diinisiasi oleh Google untuk mendukung Usaha Kecil Menengah Indonesia, Gapura Digital hadir untuk memajukan bisnis secara digital (go online). Topik yang lengkap mulai dari tren digital, membangun portal bisnis sampai SEO/SEM akan diberikan saat kelas berlangsung.

Di Lombok sendiri akan dilaksanakan dalam 4 kelas, yaitu Siap Digital, Handal Digital, Professional Digital, dan Kelas Womenwill. Peserta bisa memilih kelas yang sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang dimiliki pada akhir pekan.

Siap menyambut Gapura Digital di Lombok? Ikuti kelasnya! Info selengkapnya termasuk pendaftaran mengikuti kelas silakan klik di sini.

– mo –

Terungkap! Sisi Lain Seorang Bloger

Terungkap! Sisi Lain Seorang Bloger

Seorang bloger bisa diartikan sebagai individu yang menumpahkan ide-ide di kepalanya dalam bentuk tulisan di blog pribadinya. Apa pun yang ditulisnya menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing bloger. Sayangnya bloger masih sangat rentan tidak bisa menyelesaikan permasalahan hukum yang dihadapi terkait tulisan. Hal ini mengingat sampai saat ini bloger belum memiliki payung hukum yang kuat. Berbeda dengan jurnalis dan pewarta media lainnya.

Kondisi nyata ini seperti diungkapkan oleh nara sumber dalam acara yang diselenggarakan hari ini (17/2) Workshop Capacity Building Media, Fathul Rahman. Menurut pria single yang akrab dipanggil Kak Ong ini, bloger sebaiknya membentuk forum khusus seperti pers untuk menguatkan legalitasnya.

“Kalau tidak ada legalitas akan sulit bagi bloger jika ada yang keberatan dengan postingannya,” ujarnya.

Menurut anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB ini, dalam kiprahnya bloger juga harus senantiasa menjaga independensi. Dia berharap bloger tidak tergiur dengan ‘tawaran pekerjaan’ yang tidak sesuai hati nurani dan nilai keberagaman.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh LBH APIK NTB dan Akapela NTB dengan dukungan OXFAM itu pula, pria pegiat literasi itu menceritakan ‘rahasia’ pers dan beberapa judul berita yang berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya hal tersebut harus diperangi oleh bloger melalui tulisan yang bersifat netral. Hal ini mengingat sisi lain seorang bloger menurutnya adalah jurnalis independen.

Pada akhir acara bertema ‘Mewujudkan Media Melawan Ujaran Kebencian dan Berita Bohong’ itu, nara sumber meminta peserta menuliskan apa yang harus dan tidak dilakukan oleh bloger. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa bloger mempunyai sisi lain yang harus ditingkatkan, yaitu kapasitas diri dalam ikut menjaga keberagaman melalui pembentukan kelompok atau forum. Diharapkan forum tersebut tidak hanya secara digital, tetapi berwujud nyata dalam bertukar pikiran dalam meng-counter sebuah isu hangat yang berpotensi memecah belah persatuan.

Pertemuan peningkatan kapasitas yang berlangsung dari pagi hingga makan siang dengan sajian menu istimewa di Lesehan Bumi Gora Udayana ini menjadi awal terungkapnya sisi lain bloger yang juga seorang jurnalis independen. Selanjutnya, tugas bloger itu sendiri untuk mengembangkan diri dan tetap menulis hal-hal baik terkait keberagaman untuk melawan ujaran kebencian dan berita bohong.

– mo –

Miris! UKM Sektor Kuliner Belum Punya ‘Bapak’

Miris! UKM Sektor Kuliner Belum Punya ‘Bapak’

Demikian disampaikan oleh Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) PPKP Mataram, Lindrawaty Angkawijaya saat Kick Off Sektor Unggulan UKM Kuliner kemarin (6/10).

Kick Off Sektor Unggulan UKM Kuliner (Dok. Pribadi)

Bertempat di aula lembaga bersangkutan, kick off ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan Rencana Kegiatan Sektor Unggulan UKM Kuliner tahun 2017-2018 oleh LPB Mataram, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), dan KSU Cabe Rawit. Di hadapan dua puluh orang peserta dari UKM Kuliner dan Kerajinan, lebih lanjut Lindrawaty mengungkapkan sebuah fakta.

Continue reading “Miris! UKM Sektor Kuliner Belum Punya ‘Bapak’”

Kamu Beta Male yang Memiliki Pasangan Alpha Female? Tips Berikut Ini Dijamin Enggak Bikin Doi Bete

Kamu Beta Male yang Memiliki Pasangan Alpha Female? Tips Berikut Ini Dijamin Enggak Bikin Doi Bete

Lelaki sejati adalah yang berani berkomitmen serius pada sebuah hubungan tanpa memedulikan dia termasuk kelompok alpha ataupun beta male. Pada hakikatnya alpha dan beta male merupakan sosok lelaki pada umumnya.

Sosok seperti apa mereka sebenarnya?

Alpha male adalah sosok yang memiliki kemampuan dalam mengekspresikan diri di depan khalayak. Sifat seperti ini yang menjadikan alpha male seorang pemimpin yang mudah bersosialisasi dengan berbagai kalangan. Enggak terkecuali dengan alpha female. Kemiripan sifat keduanya menciptakan hubungan yang hangat cenderung ‘panas’. Namun dalam beberapa hal, keduanya kadang enggak mau mengalah satu sama lain. Terlebih menyangkut beberapa hal yang menurut mereka sangat prinsip. Bahkan dalam urusan sederhana saja semacam ketidakcocokan pemilihan make up harian, bisa membuat keduanya berdebat. Keduanya seringkali merasa paling tepat dengan pilihannya. Bukan berarti alpha male enggak cocok dengan alpha female. Bukan. Sama sekali bukan. Ada beberapa sisi yang membuat keduanya cocok. Petualangan baru, misalnya. Keduanya akan sangat menikmati sebuah perjalanan, terlebih jika keluar dari zona nyaman mereka. Perjalanan sederhana berdua menjelajah Yogyakarta saja bisa menciptakan sensasi yang luar biasa. Terlebih jika tujuan perjalanan menawarkan petualangan yang lebih dahsyat. Misalnya menjelajahi eksotisme keindahan alam Riau.

Lalu bagaimana dengan beta male? Apakah sosok yang cenderung diam dan lebih suka mengamati ini juga cocok untuk menjadi pasangan alpha female, yang seperti kita tahu bukanlah seorang perempuan manja dan punya banyak trik untuk terlihat cantik di muka umum? Cocok atau enggaknya tergantung sejauh mana keduanya bisa saling memahami. Ketidakmampuan beta male mengimbangi semangat aplha female tentu akan menjadi permasalahan tersendiri.

Baca juga: Tips Dapat Jodoh dari Henry Manampiring untuk Perempuan Pintar yang Sulit Dapat Pasangan

Beta male yang memiliki pasangan alpha female perlu melakukan tips ini agar enggak bikin pasangan menjadi bete.

  1. Menjaga Komunikasi. Alpha female memiliki kecenderungan komunikasi dua arah. Diskusi hangat menjurus debat merupakan keahlian alpha female. Terkadang seorang alpha female akan baru berhenti berdiskusi ketika dia sudah mendapatkan jawaban yang menurutnya logis. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi beta male. Oleh karena itu, seorang beta male harus lebih membiasakan diri komunikasi dua arah. Enggak ada salahnya sekali waktu ngobrol sambil diskusi ringan tentang wedding concept seru yang kekinian.
  2. Menjaga Perasaan Pasangan. Seorang alpha female terkadang enggak mau dibantah. Sudah bawaan lahir kali, ya. Dalam kondisi seperti ini, seorang beta male haruslah bisa menjaga perasaan pasangan. Dia harus tahu kapan membiarkan seorang alpha female menyampaikan pendapatnya tanpa dibantah. Pun harus paham kapan harus membantahnya. Terutama untuk hal-hal yang keluar rel dan berpotensi merusak hubungan. Enggak ada salahnya beta male mengajak alpha female mendengarkan lagu-lagu romantis yang cocok untuk dinikmati bersama pasangan.
  3. Tidak Mengalah Terus-menerus. Jiwa kepemimpinan seorang alpha female akan membuatnya tumbuh menjadi perempuan yang merasa memiliki kekuasaan. Dengan kekuasaannya, sesekali dia akan berusaha sepenuhnya menguasai pasangan. Beta male yang cenderung mengalah seringkali membiarkan hal itu terjadi. Padahal sejatinya, seorang beta male adalah pengerem yang baik. Dengan kemampuannya itu dia bisa membuat alpha female enggak lagi bersikap semena-mena pada pasangannya. Yang perlu diingat, jangan sampai cinta pada pasangan membutakan segalanya.
  4. Berusaha Memahami Pasangan. Selain perasaan, beta male pun harus memahami keinginan pasangannya dalam banyak hal. Keinginan sederhana saja, misalnya menonton film, keduanya akan memiliki pilihan berbeda. Menyatukan pilihan film yang ditonton enggak semudah saat masih sendirian. Berpasangan dengan alpha female, menuntut beta male memiliki banyak referensi film bagus yang wajib ditonton. Dengan demikian, dia bisa memahami jenis film apa yang ingin ditonton pasangannya. Jika memang enggak suka dengan film pilihan dia, diskusikan.
  5. Tidak Menempatkan Diri Sebagai Bawahan. Berpasangan artinya memiliki kesamaan derajat. Dalam sebuah hubungan enggak ada atasan maupun bawahan. Harus bisa dibedakan posisi saat di kantor dan luar kantor. Kalaupun pasangan adalah atasan di satu kantor yang sama, enggak berarti memperlakukan pasangan sama saat di luar kantor. Seorang beta male harus bisa enggak lagi menempatkan diri sebagai bawahan dengan dalih merasa enggak enak. Hubungan sehat enggak seperti itu, dong! Harus ada pembagian peran yang jelas saat di kantor dan luar kantor.
  6. Perbanyak Stok Sabar. Memiliki pasangan alpha female adalah sebuah anugerah. Kemandirian yang dimilikinya merupakan kunci kemajuan bersama. Namun di balik itu semua, seorang alpha female seringkali tumbuh menjadi sosok yang perfeksionis. Ada kalanya menjurus ke sebuah tekanan pada pasangan untuk mengikuti alurnya. Untuk sekadar urusan baju pesta saja bisa berkali-kali minta pendapat. Berbeda dengan beta male yang memakai baju batik saja rasanya sudah keren.  Dalam kondisi seperti ini, beta male harus banyak memiliki stok kesabaran.

Sehebat siapa pun, alpha female tetap saja sesekali ingin dipuji secantik artis yang enak dipandang oleh pasangan. Sekuat apa pun juga, alpha female tetap saja lemah saat berhadapan dengan cinta yang tulus dan berkelimpahan dari pasangan. Tinggal bagaimana keduanya berusaha menjalin keharmonisan dengan saling menghormati dan menghargai pasangan agar salah seorang dari mereka enggak sampai pakai aplikasi kencan untuk mencari yang lainnya. Pun sama-sama berjuang mempertahankan hubungan yang dibangun berdasarkan komitmen kuat kebersamaan.

Semangat berjuang!

13 Kengerian #HororisCausa di Mata @AlamGuntur

13 Kengerian #HororisCausa di Mata @AlamGuntur

Pernah ngebayangin gak kalau teman-teman yang terbiasa nulis @fiksimini “diminta” nulis cerita yang panjang? Dan cerita panjang teman-teman @fiksimini ini mengambil tema horor. Beerrr… agak ngilu ngebayanginnya.

Ini seperti derap langkah di lorong rumahmu. Tubuh samar-samar mengintai di jendela itu. Kata-kata, katanya diketikkan. Diketukkan menjadi ketakutan demi ketakutan. Ini seperti pisau berkarat diseret di dalam kepalamu – Firman. A.

Kengerian Pertama. dibuka oleh cerita @adelliarosa “Burung-Burung Hitam di Mata Mahla” (BBHdMM). Mahla pernah bermimpi, ada sekawanan burung-burung bersayap pekat yang menukik ke arah matanya. Adelia Rosa membuka cerita BBHdMM cukup berhasil; sebagai pembaca aku langsung ingin tahu ‘apa yang terjadi?’. BBHdMM berkisah tentang anak perempuan yang dirasuki iblis. Yang kusuka, Adel mahir memvisualkan ceritanya. Aku dapat membayangkan saat adegan imam dan para santo berusaha mengusir iblis dari tubuh Mahla. Bukan perkara mudah menulis cerita horor yg meneror tanpa lebay. Dan Adel cukup berhasil dalam BBHdMM. Adel tidak terseret emosi sebagai pengarang saat plot Doa Bapa Kami. Dia mampu mengatur ritme dan ketegangan di sana. Ada kalimat dalam BBHdMM yg membuatku terdiam lama. Sebuah pertanyaan dari Mahla.

“Ibu mereka datang kepadaku, orang-orang yang meminta tolong itu. Apakah Tuhan cemburu?”

Continue reading “13 Kengerian #HororisCausa di Mata @AlamGuntur”