Bukan (Lubang) Perawan

Kau tak perlu buru-buru menyebutku sebagai anak nakal. Suka keluyuran malam sendirian ke taman, lalu berkenalan dengan preman-preman. Aku hanya tidak tahan. Hampir setiap hari aku melihat sebuah pertengkaran. Adu mulut yang akhirnya berujung pada pemukulan. Semua terekam jelas dalam ingatan. Bahkan saat kau perlahan jauh meninggalkan. Mencari kehidupan. Seperti itu yang pernah kaukatakan.

Kau lantas menghilang di ujung jalan. Sementara ibu, harus membesarkan empat orang anaknya, sendirian. Salah satunya adalah aku, Tuan. Seorang anak lelaki kelas lima SD berusia belasan.

Dengan sayap yang memikat, aku pun akhirnya hidup di taman. Hinggap dan berpindah dalam setiap pelukan ke pelukan. Bukan kenikmatan. Aku hanya rindu dua tanganmu yang menghangatkan, Tuan.

Malam ini, aku kembali menyusuri ingar-bingar taman. Redupnya lampu adalah sebuah pemandangan. Menggodaku untuk meneruskan berjalan. Hingga sebuah sudut kutemukan. Di sana, seorang laki-laki seusiaku duduk sendirian. Lalu, kau pasti tak tahu apa yang terjadi, bukan?

Aku dan laki-laki mungil itu, sebut saja Alfian, berbagi kenikmatan. Berdua menggulung diri dalam asap putih yang menenangkan. Memang terlalu dini bagi usiaku yang belasan. Namun, aku sama sekali tak memahami itu sebagai perbuatan. Toh, ibu juga tak sempat mengingatkan.

Hingga larut, aku dan Alfian masih melagukan masing-masing kesedihan. Tanpa aku sadari, bahkan aku sudah tidak sedang berduaan. Di samping Alfian telah duduk dua orang lelaki dewasa yang berbincang penuh keakraban. Tanganku pun terjulur untuk bersalaman. Mereka adalah Anton dan Adrian. Malam pun akhirnya penuh tawa yang menyenangkan. Seharusnya tawa itu juga bisa kurasakan saat bersamamu, Tuan.

Perbincangan pun menemui titik kesepakatan. Dua lembar uang kertas seratus ribuan pun mereka ulurkan. Ke dalam saku celana, aku bergegas memasukkan. Tidak berhenti di situ saja, Tuan. Kau pasti akan terkejut saat mengetahui kalau aku menerima sebuah ajakan. Iya. Sekadar ajakan untuk jalan-jalan. Hati mana takkan riang saat terbayang perjalanan yang menyenangkan. Seharusnya itu bersamamu, Tuan. Tentu akan lebih membahagiakan.

Sepanjang perjalanan menuju kota tujuan, mataku disuguhi bayangan warna-warni dari kotak persegi berbagai adegan. Dua orang laki-laki sedang berbagi kenikmatan. Tak terkecuali telingaku yang mendengar erangan bercampur lenguhan. Ini adalah pertama kalinya aku mengenalnya sebagai pengalaman.

Sebuah perjalanan hampir satu jam yang akhirnya membawaku tiba di sebuah salon kecantikan. Lelaki bernama Anton yang biasa dipanggil Ses Anti adalah pemilik tempat di pinggir jalan. Dan, kau pasti tahu apa yang selanjutnya terjadi, Tuan. Iya, Tuan. Aku menjadi budak nafsu setan dalam panjangnya sebuah tangis kesakitan. Maaf, Tuan. Setelahnya aku bukanlah perawan.

Usiaku yang masih belasan membuatku takut terhadap ancaman. Hingga dalam perjalanan pulang, pelecehan kembali aku dapatkan. Di tempat berbeda dengan jarak tempuh hampir satu jam dari salon kecantikan. Kedua kalinya, aku kembali tak perawan. Bukan oleh Anton, Tuan. Namun kali ini giliran Adrian. Untuk kedua kalinya, aku hanya bisa menahan air mata kesakitan.

Setelah tersalurkan, aku pun kembali menuju rumah yang penuh kehangatan. Tentu saja tanpa dirimu di dalamnya, Tuan. Kau telah pergi meninggalkan untuk menemukan kebahagiaan hidup baru sendirian.

Di depan rumah, ibu menyambutku dengan pertanyaan-pertanyaan. Penuh kemarahan. Aku sama sekali tak memiliki keberanian melakukan pembelaan. Dengan kejujuran, aku pun menceritakan. Seharusnya ada kau juga di sana menenangkan, Tuan. Beruntung ibu cukup sabar dalam mengambil tindakan. Ia bergegas menghubungi polisi untuk melakukan penyelidikan.

Saat ini, aku telah mendapat keadilan dari berbagai bantuan. Hanya saja, luka ingatan tetap saja tak mau pergi begitu saja meninggalkan. Lalu, kapan kau akan datang untuk menyembuhkanku, Tuan?

- mo -

*terinspirasi dari kisah nyata anak laki-laki korban korban kekerasan seksual*

#AyoKeJakBook2014 – Apa Asyiknya @JakartaBookFair 2014?!

APA ASYIKNYA?!

Tidak asyik sama sekali, kalau kamu bukan pencinta buku! Beda kasusnya, jika kamu adalah pencinta buku, termasuk di dalamnya adalah book hoarder. Suka membeli buku, tapi entah kapan dibacanya. Hehe… Namun, bukan itu saja. Asyik juga untuk yang bukan pencinta buku, tapi menyukai pencinta buku. Kesempatan besar untuk bertemu dengan orang-orang keren di tempat ini sangat besar. Hehe…

Tak terkecuali saya. Sebagai seorang pencinta buku yang tinggal di sebuah kota kecil, saya sangat mendambakan hiruk-pikuk pesta buku. Dari balik keindahan pulau Lombok, saya bercita-cita kalau suatu saat saya harus bisa ikut berpesta! Dan, benar saja. Kesempatan itu pun tiba pada bulan November 2012.

Selesai mengikuti sebuah pelatihan di Puncak, saya pun berniat menghabiskan sisa waktu perjalanan. Awalnya saya berencana hendak ke Bandung. Berhubung ada info kemacetan parah di Pasteur mengingat long weekend, saya memutuskan untuk ke Bogor. Kebetulan di Bogor ada seorang penulis @gagasmedia yang kece badai, @adit_adit. Berkat kegigihannya, akhirnya saya bisa berkumpul (lagi) dengan teman-teman lain yang saya kenal dari jalur self-publishing. Dari hasil obrolan waktu itu, diputuskan untuk bertemu lagi di Jakarta dalam event Indonesia Book Fair 2012 (IBF 2012).

Kesepakatan tentang waktu dan tempat berkumpul pun akhirnya disepakati. Sebelum ke lokasi, dengan naik kereta dari Bogor, saya turun di stasiun Depok Lama dengan bekal insting. Tujuan saya, yaitu singgah sejenak di rumah keponakan. Setelahnya, saya hanya minta diantar ke stasiun kereta terdekat saja. Tetapi, akhirnya keponakan memutuskan untuk mengantarkan langsung ke lokasi IBF 2012 di Senayan.

Panas kota Jakarta menyambut kedatangan saya di depan pintu masuk. Meskipun demikian, saya tak henti-hentinya tersenyum. Kalian pasti tahu kenapa, bukan? Iya. Ini adalah pesta buku terbesar pertama yang saya hadiri. Ini artinya saya berhasil mewujudkan salah satu cita-cita saya. Bayangkan saja! Berangkat dari kota kecil yang sangat minim dengan acara sebesar ini, tentulah pengalaman tersendiri. Luar biasa!

Dan, sejak memasuki pintu masuk IBF 2012 pada hari Sabtu tanggal 17 November itu, penjelajahan pertama saya di sebuah surga para pencinta buku resmi dimulai. Ada debar yang tak terkatakan saat langkah kaki menyusuri jalan masuk. Aroma kertas menguar memenuhi rongga hidung dari setiap deretan buku yang tercetak jelas di indra penglihatan saya. Panas kota Jakarta pun mendadak berubah menjadi kesejukan luar biasa. Sejuk di tubuh, sejuk juga di hati. Duh!

Menyusuri setiap lorong, seakan pikiran saya tersedot ke sebuah pusaran ilmu yang tak terhingga. Ingin rasanya menenggelamkan diri selamanya di sana. Tidak salah. Deretan penerbit-penerbit terkenal berebut mencuri perhatian saya lewat potongan harga yang sungguh menggoda isi dompet. Dan, selain kamu, rayuan buku adalah hal yang paling bisa membuatku luluh. Gila!

Tidak berhenti di situ saja. Setiap lembaran kertas mendadak menjelma bidadari-bidadari cantik yang siap untuk dijamah. Ah! Begini rasanya. Terlebih saat akhirnya saya bertemu dengan seorang teman dari Lombok juga yang sedang merintis karir di Jakarta. Debar-debar bahagia tak henti-hentinya mengantarkan kabar tentang Lombok dan segala keindahannya setelah berpisah hampir setahun lamanya.

Kebahagiaan tidak berhenti di situ saja. Setelah melalui perjalanan panjang, saya akhirnya bertemu teman-teman. Bersama mereka kebahagiaan ada di setiap jejak kaki menyusuri setiap stan penerbit. Hingga akhirnya, waktu juga yang berkuasa. Pertemuan harus diakhiri dengan perpisahan. Setelah makan di Senayan City, saya dan teman-teman membubarkan diri. Petualangan tidak berhenti begitu saja. Sepulang mereka, langkah kaki saya kembali tergelitik untuk kembali ke area IBF 2012 dengan menenteng tas hasil perburuan sebelumnya.

Kali ini saya memilih jalan masuk yang berbeda. Dan, kalian tahu apa yang aku temukan di dekat pintu masuk itu? Surga kecil! Sebuah stan buku bekas menggoda tanganku untuk menjamah satu per satu koleksinya. Tidak ada potongan harga di sini, kecuali punya cukup urat malu untuk menawar serendah-rendahnya. Beruntung selama di Lombok saya sering mengantarkan kakak belanja di pasar. Darinya, saya belajar teknik menawar. Berhasil. Buku-buku bekas karya Dan Brown pun berpindah dari rak ke tangan saya dengan harga murah. Nikmat, kan?

Setelah berhasil membebaskan diri, stan-stan penerbit besar giliran menawarkan kebahagiaan. Saya berhenti cukup lama saat melewati stan Gramedia. Tahu kenapa? Di sana sedang ada book signing oleh Om @Gol_A_Gong. Hanya saja, saya tidak berhasil mendapatkan tanda tangan untuk Catatan Si Roy 1 – 5. Meskipun begitu, saya bisa bersalaman dengan beliau. Bahagia!

Keberuntungan tidak berhenti begitu saja. Kali ini adalah panggung utama yang menawarkan sebuah acara talkshow dan premiere film 9 Summers 10 Autumns. Dan, salah satu hal asyik yang saya dapatkan adalah berkesempatan untuk ‘mencuri’ ilmu kepenulisan dari Mas Iwan Setiawan, penulis bukunya. Sayang, saya tidak membawa serta buku 9 Summers 10 Autumns dan Ibuk untuk ditandatangani beliau. Sedih, ya? Namun, saya tidak terlalu sedih, karena saat itu juga mendapat bonus tambahan ilmu tentang dunia akting dari aktor kawakan Alex Komang dan aktris yang juga mantan Puteri Indonesia, Agni Pratistha. Seru, kan?!

Jadi, jika kamu juga ingin mendapatkan keseruan yang pernah saya dapatkan, #AyoKeJakBook2014 tanggal 23 Mei – 1 Juni 2014 di Istora Senayan!

Kenapa harus ke Jakarta Book Fair 2014 (JBF 2014)?

Sama halnya dengan IBF, JBF juga menawarkan banyak keseruan. Pastinya ada promo dan diskon buku. Juga ada beberapa acara seru lainnya di Panggung Utama yang dimulai pukul 13.00 WIB, di antaranya, yaitu launching buku dan talkshow dengan penulis keren. Kece, kan?

Apa saja hal seru dalam JBF 2014?

Banyak! Beberapa di antaranya, yaitu:
1. Diskon 40% Semua Buku @penerbitchange hanya di @JakartaBookFair! Download katalognya di sini

2. Launching #FestivalSeries + Talkshow “Publish Your Novel Today!” Oleh Penerbit @teennoura pada hari Sabtu tanggal 24 Mei 2014 pukul 15.00-16.30 WIB;

3. Demo Comic & Sketch Signing HijaboComic di booth @qultummedia Jakarta Book Fair pada 29 Mei 2014. Info: @hijabographic;

4. Diskon hingga 70% dan hadiah dari berbagai acara menarik lainnya (fashion show dan mewarnai) dari Penerbit Erlangga di stand nomor 119, 120, 124 & 125 (Depan Panggung Utama). Info selengkapnya di sini.

5. Acara book signing & sketch komik Mamomics dari Penerbit Anak Kita (@_anakkita) di @JakartaBookFair pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 pukul 14.00-17.00 WIB di Istora Senayan, stan nomor 131.

6. Info beasiswa Sampoerna Foundation (@psfoundation) di Panggung Utama tanggal 23 Mei 2014 pukul 16.30-18.00 WIB;

7. Talk Show, Workshop, Jumpa Editor, Jumpa Penulis di stan penerbit @GagasMedia di Panggung Utama dari tanggal 23 Mei sampai 1 Juni 2014.

Bukan itu saja pastinya! Banyak promo dan diskon buku serta masih banyak acara seru lainnya sepanjang perhelatan JBF 2014 yang akan dibuka tanggal 23 Mei 2014 pukul 13.30 – 16.30 WIB ini. Jaga terus linimasa @JakartaBookFair untuk info acara selengkapnya! Daftar acara untuk Panggung Utama, silakan baca selengkapnya di sini.

Jangan ketinggalan! #AyoKeJakBook2014 dan temukan surga para pencinta buku yang sesungguhnya!

Salam pencinta buku,

- mo -

Lomba Menulis Cerpen Travel ‘n Love oleh @pad_magz dan @PadmaTour

Setiap perjalanan pasti menyisakan cerita yang tidak habis-habis. Ada suka, duka, ada kisah-kisah lucu dan menggelikan bahkan cerita cinta yang bersemi di antara derak-derak roda. Untuk itulah, PADMagz Travel Magazine bersama Padma Tour Organizer ingin menantang kamu menulis cerpen dengan tema: TRAVEL ‘N LOVE

Syarat dan Ketentuan

PESERTA

  • Peserta harus WNI, bersifat umum dan terbuka bagi siapa saja, berusia minimal 15 tahun dibuktikan dengan scan kartu identitas;
  • Peserta wajib mem-follow akun Twitter PADMagz dan Padma Tour di @pad_magz dan @PadmaTour, dan/atau like Fanpage facebook: Padmagz;
  • Pengumpulan naskah mulai 1 Mei 2014 hingga 31 Agustus 2014;
  • Naskah yang lolos seleksi akan diumumkan pada tanggal 1 Oktober 2014 melalui Twitter dan Facebook;
  • Seluruh kru dan keluarga besar PADMagz dan Padma Tour tidak diperkenankan mengikuti lomba ini.

NASKAH

  • Tema harus berkaitan dengan perjalanan  wisata dan hal-hal menarik yang terjadi di dalamnya;
  • Tulisan harus berupa fiksi/cerita pendek (cerpen). Boleh berdasarkan kisah nyata tapi HARUS dikemas dalam cerita fiksi (bukan curhat);
  • Genre bebas;
  • Format tulisan diketik rapi dalam MS Word, font Times New Roman 12 pt spasi 1,5. Format file dalam .doc atau .docx;
  • Panjang naskah sekitar 5-7 halaman A4;
  • Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) naskah;
  • Naskah HARUS asli dan BUKAN jiplakan/saduran/terjemahan baik sebagian maupun keseluruhan;
  • Naskah tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis dan TIDAK pernah dimuat di media apa pun (cetak dan online) dan di mana pun (Nasional/lokal).
  • Wajib mencantumkan biodata singkat, foto diri terbaru beserta nomor telepon yang bisa dihubungi di akhir naskah;
  • Naskah dikirim dalam bentuk lampiran (bukan badan email) ke alamat nulistravel@gmail.com dengan subjek: NULIS YUK – [Judul Naskah]
  • Naskah yang tidak memenuhi persyaratan di atas dianggap GUGUR dan TIDAK akan diseleksi oleh dewan juri;
  • Jika di kemudian hari ditemukan pelanggaran baik Hak Cipta maupun pidana pada naskah-naskah yang lolos, penyelenggara berhak menganulir naskah tersebut dan mengajukan tuntutan sesuai dengan Undang-Undang dan hukum yang berlaku.

Di akhir periode, diumumkan 15 naskah yang lolos seleksi oleh dewan juri yang terdiri dari para penulis dan sastrawan Nasional (nama-nama juri dirahasiakan demi independensi). Naskah-naskah terpilih akan dibukukan dalam satu antologi cerpen bersama.

Dan, hadiah yang menanti bagi para penulis yang beruntung tersebut adalah:

  1. LIBURAN KE LOMBOK GRATIS SELAMA 3 HARI 2 MALAM untuk 5 naskah pemenang utama, termasuk tiket pesawat Surabaya-Mataram PP dan akomodasi berupa hotel dan fasilitas setara bintang 4 + piagam penghargaan;
  2. 10 naskah favorit pilihan dewan juri mendapat hadiah uang sejumlah Rp 500.000,- + piagam penghargaan.

Jadi, tunggu apa lagi?

Mulailah menulis ceritamu sekarang!

Bmi0ryHCIAIJ7p0Sumber: Padmagz

 

[Diary Sang Zombigaret] – Perjamuan Terakhir

Napasku tersengal-sengal. Ini bukan pertama kalinya. Setidaknya sudah dua bulan terakhir ini. Udara bukan lagi sebuah kesegaran bagi rongga paru-paruku. Semua karena kebiasaan burukku sejak aku berusia belasan tahun. Kebiasaan yang aku pelajari dari ayahku. Meskipun tidak pernah diajarkan olehnya, tetapi aku juga banyak belajar dari teman-teman sepermainan saat aku SMP hingga sekarang berusia 30 tahun. Sebuah rentang waktu yang panjang untuk bersenang-senang. Semu.

Tak terkecuali malam ini. Di pinggir jalan sepi menuju rumah, aku rebah. Mendadak tubuhku terguncang oleh batuk yang tiba-tiba datang. Dengan tempo cepat dan suara keras, batuk itu membuatku mengeluarkan dahak. Aku berusaha membuka tangan yang kupakai untuk menutup mulut. Setelahnya, aku melihat telapak tanganku. Ada yang berbeda di permukaannya. Bukan dahak seperti hari-hari biasanya. Kali ini ada gumpalan berwarna merah. Aku berusaha bangun. Pengaruh alkohol dan berjuta-juta partikel asap rokok seusai berpesta dengan teman-temanku mengalahkan kesadaranku. Tubuhku yang semakin hari semakin kurus dari sebelumnya tak mampu meneruskan langkah. Sekelilingku mendadak gelap.

Saat membuka mata, kulihat sekelilingku tetap gelap. Tunggu! Ini bukan rumahku yang nyaman di tepi desa. Rumahku tidak segelap ini. Bukan itu saja. Rumahku juga tidak sepengap ini. Hanya saja, ada satu hal yang sama. Rumahku dan ruangan ini sama-sama bau asap rokok. Aku masih terbaring di lantai basah dan lembab. Mataku memandang kosong ke sekeliling. Tidak ada siapa-siapa. Tidak ada apa-apa. Aku benar-benar sendirian. Aku bangun dan bersandar di dinding yang juga lembab ketika kurasakan seseorang datang menghampiriku. Dia memegang tanganku. Dingin.

Aku beringsut menjauh dan meringkuk di sudut. Dia terus mendekatiku. Sesaat setelahnya, dia menyalakan lampu kecil di atas sebuah nampan yang dibawanya. Bukan lampu kecil saja. Di sekitar lampu terdapat beberapa piring bertudung mengilat. Tepat di depanku, dia meletakkan nampan itu. Aku memperhatikan dan meneliti setiap bagiannya. Nyala redup lampu kecil,  sebuah gelas berisi cairan merah pekat, dan piring yang telah dibuka tudungnya berisi makanan berwarna kehitaman.

“Ini. Makanlah! Sudah lama kamu tidak makan enak, bukan?”

Kurasakan perutku bergejolak. Sudah beberapa bulan terakhir aku memang jarang makan. Bukan tidak ada yang dimakan, tetapi memang aku sama sekali tidak memiliki nafsu makan. Aku sudah merasa kenyang ketika partikel asap rokok lebih dulu masuk ke dalam aliran darah di tubuhku. Selalu seperti itu. Tak heran, tubuhku tinggal kulit yang membalut tulang. Kurus kering.

“Kok, diam? Kamu tidak mau?”

Pertanyaannya membuatku kembali berusaha fokus pada makanan yang dihidangkannya.

“Makanlah! Ini kesempatanmu menikmati makanan.”

Aku menatap ke arah sumber suara itu.  Samar kulihat wajahnya begitu dingin menatapku.

“Ayo! Segera habiskan. Waktumu tidak banyak.”

Sedikit menunduk, dia menyodorkan nampan ke arahku. Tanganku menyentuh makanan itu dan merasakan tekstur lembut. Aku mengambilnya sepotong. Kubatalkan niat ketika melihat rongga-rongga yang ada di dalamnya. Aku hendak meletakkan kembali makanan itu, ketika tangan berjari-jari panjang itu mendorong pelan tanganku untuk menyuapkan makanan ke mulut. Aku menggigitnya sedikit. Lidahku merasakan sensasi yang berbeda. Tidak seperti masakan yang pernah kucicip sebelumnya. Aku pun segera menghabiskannya.

“Bagaimana? Enak, kan? Habiskan. Itu milikmu sendiri. ”

Kudengar tawa penuh cemooh membahana sampai dia kembali melanjutkan kata-katanya,  “Iya. Itu adalah paru-parumu sendiri. Sengaja aku masak untukmu. Sayang kalau dibiarkan. Tadi aku lihat terjatuh saat kamu pingsan di pinggir jalan.”

Aku melongo. Dengan spontan, aku pun meraba bagian dadaku. Kosong. Aku lalu melihatnya. Lubang besar menganga. Tanpa paru-paru. Hanya tinggal pangkal tenggorokan yang meneteskan darah kental. Keluar begitu saja bersama udara pengap yang kuhirup.

“Cukup! Waktumu habis!”

Aku melihat seseorang  berjubah panjang yang menyambung menjadi sebuah tutup kepala itu mengayunkan schyte yang berkilat-kilat.

Selanjutnya gelap.

- mo -

1255171_596220503797621_947247904_n

Kompetisi Menulis @TulisNusantara 2014

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan NulisBuku.com, Plot Point, dan Grasindo kembali menyelenggarakan “Kompetisi Menulis Tulis Nusantara 2014″ dengan tema: “Menjelajah Inspirasi Kearifan Budaya Indonesia” serta Workshop Menulis di 12 Kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Batam, Riau, Bengkulu, Palangkaraya, Gorontalo, Kendari, Bandung, Magelang, Yogyakarta, dan Pamekasan.

Kategori yang dilombakan dalam kompetisi ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu meliputi novel, cerpen fiksi, nonfiksi, dan puisi.

KETENTUAN:

A. Kompetisi tidak dipungut biaya. Gratis!
B. Menulis sesuai tema “Kearifan Budaya Indonesia yang Menginspirasi” dalam bentuk novel, cerpen fiksi, cerpen nonfiksi, dan puisi yang memotivasi pembacanya untuk mengenal budaya Indonesia;
C. Follow Twitter @TulisNusantara. Ketika kamu sudah mengirimkan naskah, jangan lupa untuk mention @TulisNusantara serta judul naskah yang sudah kamu kirimkan;
D. Naskah ditulisdalam Bahasa Indonesia. Diketik rapi melalui komputer dengan format file Microsoft Word (.doc);
E. Terdapat empat kategori karya.

  • Kategori Novel: Panjang antara 100 – 150 halaman, A4, spasi 1, font Times New Roman 12. Sertakan sinopsis lengkap maksimal 2 halaman A4, margin by default;
  • Kategori Cerpen (fiksi) dan cerpen (nonfiksi): Panjang tulisan 5 – 10 halaman, A4, spasi 1, font Times New Roman 12, margin by default;
  • Kategori Puisi: Panjang tulisan 1 – 5 halaman, A4, spasi 1, font Times New Roman, margin by default.

Dalam pengiriman naskah, pertimbangkan ketentuan berikut:

  • Email berisi 2 lampiran file (Khusus untuk kategori novel ada 3 lampiran, plus file sinopsis naskah), diantaranya: a. Formulir Pendaftaran dan surat pernyataan (Download di sini: http://goo.gl/OKxBWI    ; b. Naskah Lomba; c. Sinopsis Naskah (Khusus kategori Novel);
  • Pada judul email diisi dengan format [Kategori] + [Judul tulisan] + [Nama lengkap peserta]. Contohnya: Nonfiksi – Cerita dari Pematang Siantar – Oki Zulkifli;
  • Pada bagian isi email diisi dengan judul naskah.
  • Email dikirim melalui tulisnusantara@gmail.com

G. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, dilakukan di Jakarta pada acara “Awarding Night”;

H. Periode lomba ditutup hingga Sabtu, 7 Juli 2014. Batas waktu penerimaan naskah adalah pukul 23.59 WIB.

PERSYARATAN:

  1. Peserta minimal SMU/sederajat;
  2. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 karya untuk setiap kategori. (Artinya setiap orang boleh mengirim 1 karya fiksi, 1 karya nonfiksi, dan 1 puisi);
  3. Untuk kategori fiksi dan nonfiksi jumlah kata antara 1000 – 10.000 kata;
  4. Font tulisan Times New Roman, 12 point;
  5. Naskah harus asli (sebagian atau seluruhnya), juga bukan terjemahan atau saduran;
  6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak, elektronik, dan online dan tidak  sedang diikutsertakan sayembara lain;
  7. Peserta diperbolehkan mengirim maksimal 1 naskah terbaiknya untuk setiap kategori;
  8.  Naskah yang dikirim menjadi milik panitia penyelenggara dengan hak cipta tetap pada penulis;
  9. Dewan juri akan memiliki naskah terbaik untuk masing-masing kategori yang akan dibukukan dalam buku antologi pemenang;
  10. Keputusan pemenang merupakan tanggung jawab Dewan Juri sepenuhnya;
  11. Keputusan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat, dan tidak ada surat-menyurat selama penentuan pemenang.

HADIAH

A. WRITING GETAWAY KE BEIJING, CHINA PLUS AKOMODASI

  • Juara 1 Novel
  • Juara 1 Cerpen Fiksi
  • Juara 1 Cerpen Nonfiksi

B. 12,5 JUTA RUPIAH

  • Juara 1 Puisi

C. 10 JUTA RUPIAH

  • Juara 2 Novel
  • Juara 2 Cerpen Fiksi
  • Juara 2 Cerpen Nonfiksi
  • Juara 2 Puisi

D. 7,5 JUTA RUPIAH

  • Juara 3 Novel
  • Juara 3 Cerpen Fiksi
  • Juara 3 Cerpen Nonfiksi
  • Juara 3 Puisi

Sumber: @TulisNusantara

BmfJ5ClCMAEVHzd
Sumber: @TulisNusantara

Di Balik Tembok Merah

Ada dengus napas. Tersengal-sengal. Kelelahan terlihat di wajahku yang pias. Kedua kakiku menapak goyah di lantai keramik warna kuning kusam. Sebagiannya sudah retak. Di depanku, duduk seorang perempuan berambut pirang. Terdiam. Sepertinya juga sama-sama menunggu.

“Hai!”

Aku memberanikan diri menyapa gadis bermata biru itu. Dia masih terdiam. Bahkan senyumku pun tidak dibalasnya. Aku tak menyerah. Sambil mengatur pernapasan, aku menatap lurus ke arah gadis bersyal biru. Ada keinginan untuk lebih tahu tentang siapa dirinya. Hanya saja, kata-kata tak lebih dari sekadar aksara yang berdiam di rongga dada. Aku membisu. Hanya bisa memandangi tubuh yang dibalut kaos panjang warna merah muda. Sungguh perpaduan sempurna.

“Hai!”

Aku kembali memberanikan diri. Debar pun menjelma samar-samar. Detak teratur begitu jelas di dadaku. Terlebih saat bibir mungilnya yang dipoles lipstick merah muda sedikit terbuka. Aku bergegas mengeluarkan sebuah tanya, “Namamu siapa?”

“Aku Sepi.”

Setengah tak percaya, aku berusaha mendekat. Semakin jelas olehku, sepasang kakinya yang jenjang dalam celana panjang putih berbahan jeans.

Betapa luar biasa selera fashionnya.

Aku menghentikan langkah tepat dua keramik ukuran 50 cm di depannya. Dia kembali terdiam. Memandang kosong ke arah depan. Tidak ke arahku.

“Akan tiba waktumu menjadi aku.”

Deg!

Detak seolah berhenti mendadak. Aku terpaku pada kedua kakiku yang kaku. Bahkan tak tersadarkan oleh suara peluit tukang parkir yang bersahutan. Juga oleh riuh kendaraan bermotor yang lalu-lalang. Aku benar-benar tertegun. Pada sebuah ucap yang seketika melahirkan banyak tanda tanya di kepala.

“Apa maksudnya?”

“Kenapa dia bicara seperti itu?”

“Kapan waktu itu tiba?”

“Siapa penyebabnya?”

“Di mana akan terjadi?”

“Bagaimana bisa menimpaku?”

Setelahnya, hening. Aku larut dalam kebisuan panjang dalam tatap mata kosong.

“Iya. Kamu akan menjadi seperti aku, ketika kamu masih juga merasakan sepi dalam keramaian.”

Sederet kalimat meluncur begitu saja dari bibir tipisnya. Aku memahaminya sebagai sebuah petuah. Tapi, siapa dia? Apa haknya memberikan petuah padaku?

“Tenanglah, Anak Muda! Bukan kamu saja. Setiap yang pernah menikmati keriuhan, akan tahu arti sebuah kesepian.”

“Tunggu!”

Aku berteriak ke arahnya. Dia masih dalam posisi yang sama.

“Kenapa kamu berkata seperti itu?”

Dia sejenak terdiam sebelum akhirnya melanjutkan kata-katanya, “Ada masanya, kamu akan merasa sepi saat tidak dianggap oleh orang-orang di sekitarmu. Kamu takkan lebih dari sebuah pajangan. Seperti aku. Karenanya, jangan biarkan hatimu sepi. Riuhkan dengan doa-doa, agar kamu tetap bisa berguna untuk sesama. Dengan begitu, pertanyaan dalam hatimu tidaklah akan berguna.”

Aku mengangguk, pelan, lalu meninggalkannya sendirian. Di balik tembok merah tempatku sembunyi dari keramaian, di dalam kaca sebuah pertokoan.

- mo -

#pikniknasionalFM4 – Dari @fiksimini untuk Kemajuan Dunia Literasi

logo fm

Thank God It’s Fiksimini

Mataram (21/4) – Untuk keempat kalinya, @fiksimini menghadirkan keseruan dalam event tahunan memperingati ulang tahunnya. Pada tahun ini diselenggarakan di kota Surabaya dalam bentuk piknik nasional dengan @FMerSby sebagai tuan rumahnya. Hadir dalam acara yang digelar pada hari Sabtu tanggal 19 April 2014 ini, fiksiminier seluruh Indonesia yang totalnya berjumlah sekitar 30 (tiga puluh) orang. Keren!

Sumber: Dok. Pribadi
Mas Bagustian Iskandar dari Indie Book Corner Menyampaikan Materi (Sumber: Dok. Pribadi)

Acara yang digelar di Perpustakaan Bank Indonesia Mayangkara Surabaya ini berlangsung meriah. Berbagai acara dan game seru diselenggarakan sesuai rundown yang telah disusun. Salah satu acara yang cukup ‘jleb’ bagi peserta adalah sesi materi tentang Mendesain Sampul Buku oleh @Egavespa dari @indiebookcorner dan Teknik Menjual Buku indie oleh @ladangsandiwara, Pengembang Sosial Media @indiebookcorner. Beberapa yang hadir merasa tertohok dan tertantang untuk bisa menyelesaikan naskah dan menerbitkan buku sebagai salah satu indikator keberhasilan selama bergabung dengan komunitas fiksimini. Bermanfaat!

Sumber: @FMerSby
Pemotongan Tumpeng (Sumber: dok. @FMerSby)
Sumber: @FMerSby
Menyanyikan Lagu Selamat Ulang Tahun (Sumber: dok. @FMerSby)

Setelahnya, peserta bersama-sama menyanyikan lagu ‘Selamat Ulang Tahun’ dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Mama Na @ninaniena didampingi punggawa @FMerSby, Mbak @LVCBV, untuk diserahkan kepada pihak Bank Indonesia, Bapak @junanto oleh Papi @Oddie__. Sesi ini ditutup dengan doa dan makan siang bersama. Kenyang!

Sumber: Dok. Pribadi
Papi Oddie Membahas Tips dan Trik Fiksimini (Sumber: Dok. Pribadi)

Sesi lain yang tak kalah seru adalah sesi curhat tentang fiksimini. Dalam sesi yang dipimpin Papi @Oddie__ ini membahas tuntas tentang tips dan trik fiksimini. Hal ini penting bagi fiksiminier pemula, maupun fiksiminier tingkat lanjut yang sedang rihat menulis fiksimini di linimasa. Dalam kesempatan ini, Papi @Oddie__ menjabarkan tentang resep rahasia Momod @fiksimini dalam meretweet fiksimini yang dikirim followers. Di antaranya, yaitu memperhatikan EYD dan mention fiksimini sebaiknya diletakkan di belakang tweet untuk mempermudah kerja Momod. Selain itu juga, dalam kesempatan ini dikupas tuntas tentang suka dan duka Momod @fiksimini dalam menjalankan tugasnya. Terungkap juga di sini, bahwa menulis fiksimini adalah tentang proses belajar menulis. Dan, terselip juga harapan agar anggota komunitas @fiksimini bisa bersama-sama untuk menghasilkan karya terbaik demi kemajuan dunia literasi. Seru!

Sumber: Dok. Pribadi
Penyerahan Hadiah kepada Pemenang Game Fiksimini (Sumber: Dok. Pribadi)

Keseruan berlanjut dengan game fiksimini yang seru dipandu pembawa acara cantik nan rusuh, @rdnovindri. Dalam game ini, peserta dibagi menjadi pasangan-pasangan, sehingga ada 15 (lima belas) pasangan yang siap meliarkan imajinasi dalam kata-kata. Dalam satu pasangan, satu orang bertugas memberikan satu #topikfiksimini yang telah ditentukan (piknik, nasional, ulang tahun, dan empat) untuk ditulis menjadi sebuah fiksimini oleh pasangannya. Dari fiksimini yang dihasilkan ini, peserta diberi kesempatan untuk menjadi Momod KW. Masing-masing peserta diberi kesempatan mengutak-atik fiksimini siapa saja yang ada di linimasa @FMerSby. Pada akhir game ini, diserahkan hadiah buku kepada 5 (lima) orang pemenang, yaitu @Sekarputriayu, @dyandrasan, @commaditya, @penagenic, dan @baracoedaz. Top!

terlucu fmersby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby

Tidak hanya sampai di situ saja. Sesi selanjutnya pun tak kalah seru, yaitu pembacaan fiksiminier dalam lima kategori. Dan, berdasarkan polling yang telah dilakukan selama tiga hari sebelumnya, terpilih satu fiksiminier untuk masing-masing kategori, yaitu Fiksiminier Terlucu disandang @Irfanaulia, Fiksiminier Tergalau dimenangkan @Bungakata, Fiksiminier Tergigih dibawa pulang @momo_DM, Fiksiminier Ternyinyir dipersembahkan untuk Papah Gembul @JvTino, dan Fiksiminier Tersaru disematkan di dada Teh @MellaMariana. Berhubung banyak yang tidak hadir, pemenang diwakilkan. Keseruan terjadi saat peserta berebut untuk mewakili menjadi Fiksiminier Ternyinyir. Sepertinya peserta yang berebut punya bakat terpendam untuk nyinyir, atau… Memang sebenarnya sudah dan tinggal dikembangkan saja? Entahlah!

Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby

Dan, akhirnya tepat pukul 18.00 WIB, keseruan #pikniknasionalFM4 harus diakhiri. Sebelum ditutup, peserta diminta untuk memperkenalkan diri, tentang aktivitas sehari-hari dan juga pengalamannya berfiksimini ria. Dari perkenalan ini, banyak kejutan. Ternyata ada fiksiminier yang jauh-jauh datang dari luar kota untuk ikut piknik. Lalu, ada juga yang menceritakan tentang tugas kuliah dari dosennya, kalau tidak salah, membuat 50 fiksimini dalam jangka waktu 1 bulan. Kece!

Salah Satu Momen Berharga, Foto Bersama! (Sumber: dok. @FMerSby)
Salah Satu Momen Berharga, Foto Bersama! (Sumber: dok. @FMerSby)

Sebelum membubarkan diri dalam kebahagiaan, peserta mengikuti sesi yang paling seru dan ditunggu-tunggu. Sesi apa lagi, kalau bukan sesi FOTO BERSAMA! Bertempat di depan gedung Perpustakaan Bank Indonesia Mayangkara Surabaya, peserta mengatur posisi dan klik! Raut kebahagiaan pun berhasil diabadikan dalam lensa kamera. Puas!

Pesta Takkan Pernah Usai! (Sumber: dok. Pribadi)
Pesta Takkan Pernah Usai! (Sumber: dok. Pribadi)

Akhirnya, peserta bersalam-salaman sebelum akhirnya tiba waktu perpisahan. Banyak cerita seru dari teman baru saat ada temu. Pesta takkan pernah berakhir, sebab sejatinya pesta adalah tak kenal lelah untuk terus merayakannya dalam imajinasi lewat kata, salah satunya fiksimini. Terima kasih sambutan hangatnya, Surabaya! Kalian luar biasa! Sampai bertemu lagi tahun depan dalam keseruan #pikniknasionalFM5 di BALI! Luar biasa!

Thank God It’s Fiksimini.

- mo -

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,078 other followers