[BILIK CURHAT] ~ Ketika Cinta Harus Memilih

“Pilih yang mana coba, Mas?!”

Waduh!
Sepagi ini sudah dibom dengan pertanyaan tentang pilihan. Saya yakin bukan dia saja yang dibingungkan oleh pilihan. Pembaca di mana saja berada pasti juga pernah mengalami hal yang sama. Ada kalanya, beberapa orang meminta pendapat ke orang lain. Bisa saja keluarga atau teman dekat. Sah-sah saja, kan? Setidaknya itu menjadi langkah awal sebelum memasrahkan segalanya kepada Sang Maha Penentu Pilihan.

Dari curhat bisa diperoleh masukan-masukan. Namanya juga masukan, kan? Diambil, silakan. Dicuekin ya monggo saja, to? Tak terkecuali pada kasus cinta yang sedang dialami oleh seorang sahabat saya pagi ini. Berkali-kali dikasih masukan, tapi entahlah. Kayaknya sih dia tutup telinga selama ini. Dan akhirnya, dia kembali untuk menceritakan hal yang sama! Beruntung saya seorang pendengar yang baik. Jadi, ya… Begitulah. Untuk kesekian kalinya saya pun mendengarkannya. Rasa-rasanya sampai hafal setiap kata dan kalimatnya.

Begini kasus cinta yang dialaminya.

Sahabat saya ini, panggil saja Jaka, tiba-tiba saja menceritakan kembali kasus cinta yang dihadapinya di sela-sela obrolan tentang sekolah. Dari awal ia bercerita, saya sudah tahu arah pembicaraannya. Bagaimana tidak? Itu-itu saja yang diceritakannya. Untungnya kali ini subjeknya berbeda.

Setelah meletakkan secangkir kopi hitam yang baru disesapnya, Jaka pun mulai membuka suara.

“Gini, Mas. Saya temenan sama cewek. Biasa aja sih wajahnya, tapi dia udah kerja. Sejak kenal sih, Bapak dukung saya untuk nikah sama dia. Tapi…”

Cowok berusia 25 tahun dengan badan tegap itu diam sejenak. Ia mengambil handphone di saku celananya. Sepertinya ada SMS dari seseorang. Benar saja adanya.

“Ada yang ngajakin ketemuan nih, Mas. Temen facebook. Gimana, Mas?”

Saya tidak menjawab panjang lebar. Hanya satu kalimat saja, “Situ mau enggak?”

Raut wajahnya berubah datar. Saya memahaminya sebagai sebuah keraguan. Hanya sesaat saja berlangsung. Setelahnya ia melanjutkan ceritanya.

“Maulah. Lebih cantik sih yang ini. Tapi dia masih SMA. Dia juga gampang banget diajakin seneng-seneng.”

Saya pun tak tahan untuk berkomentar, “Jaka… Jadi cewek yang macem apa kamu cari? Yang siap jadi istri atau cuma seneng-seneng doang?”

Jaka menarik napas sampai akhirnya berkata, “Mau sih cari yang siap jadi istri, Mas.”

“Ya berarti pilih yang mapan,” kataku singkat.

“Tapi… Saya masih pengin seneng-seneng juga, sih.”

Hadeuh!

Saya hanya bisa geleng-geleng kepala. Sejenak kemudian saya pun memberikan saran sederhana.

“Gini aja. Simpel aja, kok. Bandingin lalu tentuin. Intinya hidup itu bukan untuk hari ini aja, tapi juga masa depan. Itu yang harus situ ingat.”

Jaka menganggukkan kepala.

Begitu kurang lebih kasus cinta Jaka. Saya sengaja memberikan waktu padanya untuk menentukan pilihannya sendiri. Bagimanapun juga hidupnya ke depan tergantung pada pilihannya sendiri saat ini. Mudahan dia bisa segera menentukan pilihan terbaiknya.

Semangat berjuang, Jaka!

- mo -

#IWANTITNOW ~ Mini Gathering Community & Blogger Indosat

Mataram (20/9). Menemukan keseruan bisa di mana dan kapan saja. Salah satunya melalui gathering komunitas. Tak terkecuali pada mini gathering komunitas dan blogger yang diselenggarakan oleh Indosat. Dengan difasilitasi oleh Indosat Lombok, hadir dalam kesempatan tersebut berbagai komunitas di Lombok. Beberapa di antaranya, yaitu komunitas Blogger Lombok anggota @idblognetwork, Fans JKT48 Lombok, perwakilan mahasiswa STMIK Bumigora, Unram, dan komunitas lainnya. Pada acara yang dimulai sekitar pukul 14.00 Wita tersebut, diawali dengan registrasi peserta sekaligus pembagian kartu perdana Indosat. Acara yang dipandu oleh MC ini mampu menghibur selama belangsung.

Sebuah acara kumpul-kumpul semacam ini tentunya kurang afdol jika tidak disertai dengan berbagi. Banyak hal dibagi dalam acara yang diselenggarakan di Delicio Cafe Mataram Mall (20/9) tersebut. Hal pertama yang dibagi adalah tentang produk Indosat oleh perwakilan dari Indosat Lombok. Apa saja hal yang dibagi? Here we go!

  1. Indosat mengeluarkan produk baru berupa paket internet murah dengan kecepatan super. Menurut pihak Indosat, untuk paket super internet ini diberikan kuota sebesar 11 GB. Harganya pun pas dengan kantong pelanggan yang rata-rata anak muda. Paket dengan kuota berlimpah, cepat, dan stabil ini hanya dibandrol Rp 49.000,- per bulan. Murah, bukan? Melimpahnya kuota ini sendiri tentunya bisa dipakai sepuasnya untuk eksis di dunia maya. Pelanggan bisa menggunakannya untuk youtube-an atau download film kesukaan. Hmm… Menarik, kan?
  2. Indosat mengeluarkan kartu perdana IM3 dengan bonus  langsung gratis menelepon 30 menit setiap hari, gratis 30 SMS ke semua operator, dan gratis 30 MB untuk internetan. Dari hasil uji coba saat gathering, sinyal 3G Indosat lancar digunakan untuk eksis di Twitter, termasuk saat digunakan untuk upload foto. Kece, kan?
  3. Indosat Lombok sedang berusaha fokus dalam peningkatan pelayanan jaringan 3G. Hal ini membuat pihak Indosat untuk tidak mengembangkan lebih dulu layanan super wifi yang baru ada di Unram, IAIN, dan BIL. Sedangkan untuk layanan 3G sendiri sudah bisa dirasakan oleh pelanggan di seluruh kota Mataram dan sebagian Lombok Barat. Ke depannya akan diperluas jaringannya untuk memuaskan pelanggan.

 

Bapak Usman (Marketing Indosat Lombok) Membuka Mini Gathering
Bapak Usman (Marketing Indosat Lombok) Membuka Mini Gathering
Mas Gunawan Memaparkan tentang Produk Indosat sekaligusTestimoni Forum ICITY
Mas Gunawan Memaparkan tentang Produk Indosat sekaligusTestimoni Forum ICITY

Selain produk Indosat, hal lain yang dibagi pada kesempatan itu adalah informasi tentang Forum ICITY. Sebuah forum pengguna kartu Indosat untuk berbagi solusi dengan cara yang asyik.

Forum ICITY berfungsi sebagai Online Support Community yang didayai oleh komunitas pengguna Indosat. Menawarkan solusi, bantuan dan informasi (tips, trik, testimoni, pengalaman pribadi) seputar gadget, layanan Indosat, minat serta aktivitas komunitas. Forum ini merupakan crowd sourcing platform pertama di Asia Pasifik, dapat diakses melalui web atau handset dengan alamat http://icity.indosat.comNama ICITY sendiri merupakan hasil pilihan pengguna. (Sumber: http://icity.indosat.com).

Dari informasi Mas Lingga, Forum ICITY ini berbasis solusi dari berbagai komunitas. Setiap anggota forum bisa berbagi solusi dan informasi tentang apa saja. Ditambah dengan program-program menarik, seperti lelang, kuis gratis, dan rewarding kepada anggota menjadikan Forum ICITY sebagai pilihan tepat untuk bergabung.

Mas Lingga Memaparkan tentang Forum ICITY
Mas Lingga Memaparkan tentang Forum ICITY

Selain berbagi, pada gathering tersebut diadakan games dan challenge seru yang dipandu oleh MC gokil. Games yang diikuti peserta gathering dilaksanakan dengan tujuan membuktikan kecepatan jaringan 3G Indosat untuk browsing internet sambil melakukan hal lain. Terpilih lima orang menjadi pemenang games. Selain itu, diadakan juga Socmed Challenge melalui livetwitpic dengan hastag #IWANTITNOW. Dalam challenge ini, dengan memanfaatkan kecepatan dan kestabilan jaringan 3G Indosat, saya (@momo_DM) berhasil menjadi pemenang pertama.

Pemenang Socmed Challenge. (Sumber: @indosatlombok)
Pemenang Socmed Challenge. (Sumber: @indosatlombok)

Seperti acara kumpul-kumpul lainnya, mini gathering community & blogger Indosat Lombok pun tanpa terasa berakhir juga. Tepat pukul 17.00 Wita, gathering ditutup dengan sesi foto bersama.

Banyak keseruan dan kebahagiaan yang diperoleh. Terlebih didukung kecepatan dan kestabilan jaringan internet Indosat membuat peserta puas berinternetan selama gathering berlangsung. Kamu ingin merasakan kepuasan berinternet juga? Indosat jawabannya.

- mo -

[BILIK CURHAT] ~ Kata Cinta Saja Tidak Cukup

“Masak pacaran bertahun-tahun kayak gini-gini aja!”

Itu garis besar dari curhatan dari seseorang beberapa hari yang lalu. Mungkin kalian bertanya-tanya, “Emang apa istimewanya?” Tidak ada yang istimewa memang. Biasa saja. Maksudnya hal itu sudah seringkali dialami orang, sehingga kesannya biasa saja. Namun yakinlah kalau kasus cinta kali ini berbeda dari biasanya.

Begini kasus cinta yang dialaminya.

“Males dah pokoknya!”

Begitu ia, sebut saja Mawar, membuka ceritanya. Awalnya ia ragu untuk menjawab beberapa pertanyaan yang saya ajukan. Padahal pertanyaan saya sederhana saja.

“Kamu beneran cinta dia enggak?”

Ia tak lekas menjawab. Kepalanya justru menunduk semakin dalam. Sesekali terdengar embusan napas panjang. Saya tahu dia sedang berusaha menenangkan kegaduhan di dadanya. Saya pun membiarkannya tetap seperti itu. Hingga akhirnya ia meletakkan kedua tangan di atas meja. Tangan kiri membentuk garis lurus dengan pinggir meja kayu. Sementara tangan kanannya digunakan untuk menyangga kepalanya yang ditutup jilbab warna merah muda. Saya memperhatikan detail pada raut mukanya. Datar. Hanya sesekali bibir tipisnya bergerak-gerak.

Tak lama kemudian, ia mengakhiri pose menyangga kepala. Kedua tangannya dilipat di atas meja. Tepat di depan saya, kedua bola matanya yang bundar menatap saya. Saya pun membalas dengan berusaha memahami isi hatinya. Dari sorot matanya saya tahu kalau ia sedang menanggung beban yang tidak ringan. Bagaimanapun juga, saya tidak akan memaksanya untuk bercerita. Saya hanyalah pendengar yang siap memberikan masukan saat ia meminta.

Hingga waktu menunjukkan pukul 10.00 Wita. Itu berarti terhitung sudah hampir satu jam sejak ia duduk di hadapan saya. Ia sepertinya memahami tentang waktu saya. Ia pun membuka suara.

“Selama kurang lebih sembilan tahun ini saya pacaran, Kak.”

Ia tidak segera melanjutkan kata-katanya. Terdengar suara meja diketuk-ketuk dengan ujung jari. Bukan saya. Sebab saya menyandarkan tubuh di kursi dan melipat tangan di dada. Ketukan ujung jari pun berhenti.

“Bayangin, Kak. Selama itu ia enggak pernah bisa kayak cowoknya temen-temen saya yang lain. Enggak pernah nganterin ke sekolah atau kampus. Kalaupun nganterin, jarang banget. Yang saya heran nih ya, Kak. Dia itu kayaknya enggak mau ditahu kalau dia pacaran sama saya. Padahal selama ini saya enggak pernah kayak gitu. Setiap ada cowok yang nanya, pasti saya jawab udah punya. Emang kenyataannya kayak gitu, kan?”

Saya hanya mengangguk-anggukkan kepala mendengar setiap ceritanya. Inti permasalahan yang dihadapinya saya sudah bisa menemukan. Namun ternyata tidak hanya sampai di situ saja. Saya agak terkejut ketika ia melanjutkan ceritanya.

“Saat ini sebenernya ada cowok lain yang berusaha ngedeketin aku, Kak. Cakep, kaya, dan bisa ngerti apa mau saya. Diam-diam saya sering keluar bareng dia. Tentu tanpa sepengetahuan pacar saya yang nyebelin itu. Cowok ini perhatian banget tahu, Kak. Pokoknya perfect, deh! Pacar saya sih enggak tahu kalau saya sering keluar sekadar hang out sama dia. Ya… Secara dia kan satu geng sama geng kampus saya. Jadinya enggak kentara. Tahunya saya pergi sama geng kampus saya.”

“Menarik!” batin saya. Namun saya tidak berusaha menyelanya. Saya membiarkannya untuk terus menceritakan kasus cinta yang dihadapinya.

“Karena cowok itu bisa ngasih yang selama ini enggak saya dapetin dari pacar saya. Bayangin aja, Kak. Dia itu sering banget ngajakin refreshing, suka ngasih kejutan-kejutan juga. Simpel, sih. Tapi… Gimana, ya? Seru aja. Kayak orang pacaran beneran gitu.”

Sampai di sini ada pertanyaan yang saya simpan dalam hati, “Berarti selama ini Mawar cuma pacar-pacaran aja? Hmm…”

“Seru deh pokoknya. Atas dorongan beberapa temen, saya sebenernya ingin jadiin dia pacar, Kak. Tapi…”

Ia berhenti sampai di situ saja. Untuk sementara. Saya melihatnya mengangkat kepala. Entah apa yang sedang dipikirkannya.

“Tapi ya gitu, deh. Saat saya mau mencoba lebih deket sama dia, eh… pacar saya berubah. Dia jadi lebih pengertian. Bahkan pada hal-hal sederhana. Sekadar nanya udah makan, lagi di mana, dan sebagainya. Selain itu, dia juga lebih rajin main ke rumah. Nah! Gimana coba, Kak?”

Setelah menyimak semua ceritanya, saya menjadi tahu kasus cinta yang sedang dihadapinya. Hingga akhirnya saya hanya mengatakan, “Kalau emang kamu masih cinta sama pacarmu, ya pertahankan!” Lebih lanjut saya memberitahu satu rahasia cowok padanya, bahwa cowok kalau benar-benar cinta akan berusaha merebut kembali perhatian yang hampir hilang dari dirinya. Mawar pun akhirnya mengerti, bahwa ia harus mempertahankan cinta yang telah dirawatnya selama ini.

Selamat berbahagia (kembali), Mawar!

- mo -

e-Book Thumbstory: Keseruan yang Berbobot

Membaca adalah aktivitas yang bisa mengisi ruang kosong di dalam kepala. Lewat membaca akan ada hal-hal baru yang belum kita ketahui. Ada kalanya menarik. Namun tak jarang juga kita menemukan bacaan yang membosankan. Semua itu tergantung selera. Merebaknya industri penerbitan buku di Indonesia menunjukkan minat baca. Bukan saja pada keinginan, tetapi juga tentang isi bacaan.

Saat ini, buku-buku fiksi sedang berada pada sebuah titik yang menunjukkan peningkatan minat oleh pembaca. Lahirnya penulis-penulis fiksi baru juga merupakan indikator akan hal tersebut. Betapa permintaan pasar buku fiksi semakin menggairahkan. Penerbit pun berlomba untuk menerbitkan buku fiksi terbaiknya. Termasuk di dalamnya adalah grup Kompas Gramedia.

Kompas Gramedia selain menerbitkan buku fiksi versi cetak, juga telah menerbitkan versi e-Book di gramediana yang aplikasinya sudah bisa diunduh di Play Store. Tidak mau ketinggalan dengan pendahulunya, Thumbstory pun mengeluarkan produk baru berupa penerbitan e-Book. Perbedaan keduanya cukup jelas. E-Book di gramediana dijual, sedangkan e-Book di Thumbstory bisa dibaca gratis.

E-Book Thumbstory ini merupakan awal bagi pelebaran sayap dari pihak Gramedia Majalah untuk mendukung kampanye go green. Terobosan ini juga sekaligus menjadi wadah bagi pengguna aplikasi (penulis) Thumbstory di android, iOS maupun windows phone untuk lebih dikenal oleh pembacanya. Bagaimana tidak. Thumbstory telah secara rutin menyelenggarakan berbagai writing contest dan berhasil menjaring sekaligus melahirkan banyak penulis baru handal. Selanjutnya karya-karya terbaik pilihan juri diterbitkan dalam versi e-book.

E-Book pertama yang diterbitkan berupa Kumpulan Cerpen #1435Karakter. E-book ini merupakan kumpulan cerpen terbaik pilihan Thumbstory dan Seno Gumira Ajidarma (@sukab_) dari writing contest menggunakan aplikasi Thumbstory dengan hastag #1435Karakter. Hal ini membuat tulisan-tulisan dalam e-Book #1435Karakter sangat berbobot. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Dari tema yang telah diberikan, dua puluh lima cerpen yang ada dalam Kumpulan Cerita Pendek #1435Karakter ini banyak rasa. Hanya dengan 1435 karakter saja, para penulis mampu memikat pembaca dengan cerita-ceritanya. Keunggulan dari e-Book ini adalah bisa merangkum kebahagiaan dan kesedihan menjadi satu dalam beragam gaya penulisan. Menarik, bukan?

Aplikasi e-Book Thumbstory sendiri memiliki tampilan yang bagus, sehingga membuat betah saat membacanya secara online. Lalu, apa saja yang membuat e-Book Thumbstory ini nyaman saat dibaca. Kita ulas satu per satu, yuk!

  1. Tampilan Halaman Awal. Setelah mengeklik e-Book, pembaca akan menemukan tampilan proses Loading Kumpulan Cerpen dengan keterangan yang salah ketik, Powered by Gramedia Majlaah. Hal ini tidak mengurangi kenyamanan saat kita mengeklik link ini, pembaca akan disuguhi dengan cover buku. Pembuatan cover yang menarik adalah alasan pertama untuk melanjutkan membuka dan membaca halaman-halaman berikutnya;
    Proses Loading E-Book Thumbstory
    Proses Loading E-Book Thumbstory

    Cover Kumpulan Cerpen #1435Karakter
    Cover Kumpulan Cerpen #1435Karakter
  2. Judul Buku. Bagian ini sengaja diletakkan di bagian kiri atas. Hal ini akan memudahkan pembaca untuk tetap mengetahui judul buku yang sedang dibacanya;
  3. Penunjuk Halaman Aktif. Bagian ini berada tepat di sebelah kanan Judul Buku. Penempatan ini seharusnya memudahkan pembaca dalam menemukan halaman yang ingin dibacanya. Hanya saja, penunjuk halaman aktif ini tidak menunjukkan halaman dari isi e-Book, tetapi dihitung mulai dari halaman cover. Akibatnya, pembaca agak kesulitan untuk langsung menuju halaman yang dituju. Perbaikan ke depan, hendaknya penunjuk halaman disesuaikan dengan isi buku. Tentunya dimulai dari i, ii, dan seterusnya. Bisa juga halaman 1 langsung menuju ke isi cerita yang ada dan bukan cover buku;
  4. Fitur Search. Bagian berada di kanan atas dan akan memanjang saat pembaca mengeklik untuk menuliskan pencarian pada kolomnya. Hal ini memudahkan pembaca jika ingin langsung menuju cerita yang diinginkan sesuai kata kunci yang dituliskan;

    Fitur Search
    Fitur Search
  5. Tampilan E-Book. Bagian ini terletak di kiri bawah layar. Berisi fitur Table of Contents, Thumbnail, dan Bookmarks. Fitur Table of Contents memuat Blank Page seperti pada gambar di bawah ini. Fitur Thumbnail menampilkan isi buku dalam bentuk thumbnails yang berada di bagian kiri buku. Sedangkan fitur bookmarks, berfungsi untuk menyimpan halaman yang sedang dibaca dan bisa dihapus jika tidak diinginkan lagi.
    table of contents
    Tamplan Fitur Table of Contents
    thumbnail
    Tampilan Fitur Thumbnail

    bookmarks
    Tampilan Fitur Bookmarks
  6. Fitur Berbagi. Dalam e-Book Thumbstory, pembaca diberikan kemudahan untuk berbagi. Ada empat fitur yang bisa digunakan, yaitu Share This, Select Text, dan Print. Terdapat tambahan berupa fitur Toggle Sound. Fitur Share This berisi pilihan berbagi, yaitu Send by Mail (jika ingin berbagi lewat email), Share Social Media (berbagi lewat Facebook, Twitter, Linkedin, Myspace, Tumblr, dan Blogger), dan Insert to Site (berbagi melalui website pribadi pembaca dalam bentuk link). Fitur Select Text bisa digunakan oleh pembaca untuk meng-copy-paste teks yang diinginkan. Meskipun diizinkan, tentunya pembaca yang baik akan menyertakan sumbernya. Sedangkan fitur Print, memudahkan pembaca untuk mencetak halaman yang diinginkannya langsung menggunakan printer maupun menyimpan e-Book dalam format lain (.pdf) untuk bisa membacanya secara offline. Fitur tambahan berupa Toggle Sound memberikan efek suara seperti sedang membuka kertas. Hal ini menciptakan sensasi bagi pembaca seolah-olah sedang membaca buku versi cetak.
    Tampilan Fitur Share
    Tampilan Fitur Share This
    Tampilan Fitur Select Text
    Tampilan Fitur Select Text
    Tampilan Fitur Print
    Tampilan Fitur Print

    Hasil Print dengan Foxit Reader PDF Printer
    Hasil Print dengan Foxit Reader PDF Printer
  7. Fitur Ukuran Tampilan. Fitur ini berisi dua bagian, yaitu Full Screen dan Zoom. Ukuran tampilan dengan layar penuh bisa menjadi pilihan pembaca yang menginginkan. Dalam tampilan secara full screen, pembaca tidak bisa melakukan pencarian dengan kata kunci. Dengan fitur Zoom, pembaca bisa memilih ukuran tampilan buku sesuai kebutuhan dan keinginannya;
    fullscreen
    Tampilan E-Book Secara Full Screen

    zoom
    Tampilan Fitur Zoom
  8. Penunjuk Slide. Pada bagian ini pembaca bisa membaca e-book melalui slideshow. Hanya saja kecepatan slide sudah default dan sepertinya terlalu cepat. Hal ini menyebabkan pembaca seperti ‘dipaksa’ untuk membaca secara cepat. Pilihan lainnya, yaitu First Page, Previous Page, Next Page, dan Last Page. Kesemuanya itu merupakan fitur yang sudah biasa digunakan dalam sebuah e-book.

Dari uraian di atas tampak jelas, bahwa e-book Thumbstory mampu menciptakan keseruan tersendiri saat membaca tulisan berbobot di dalamnya. Rasakan sensasi membaca buku versi cetak dari e-book Kumpulan Cerita Pendek #1435Karakter di sini. Pengin tulisanmu diterbitkan juga dalam bentuk e-book oleh Thumbstory? Ikuti writing contest #MakeStoryNotWar lewat aplikasi Thumbstory di gadget kamu! Belum download aplikasinya? Silakan download di sini untuk Android, iOS, dan Windows Phone.

Mari bersama-sama merasakan dan merayakan keseruan yang berbobot di Thumbstory!

- mo -

[BILIK CURHAT] – Cinta di Masa Lalu

“Aku enggak bisa ngelupain dia, Mas!”

Begitu kata seorang teman saya pada sebuah kesempatan. Bukan itu saja yang diucapkannya. Ia banyak bercerita tentang kisah cinta masa lalunya dengan seseorang. Tidak hanya satu kali. Lebih dari tiga kali, ia menceritakan sosok cowok yang sama. Seorang cowok yang pernah sekian lama mengisi kekosongan hatinya. Seorang cowok yang benar-benar pernah dicintainya dan diharapkan akan menjadi pelabuhan terakhirnya. Hanya saja, kenyataan kadang memang tidak sesuai dengan harapan. Dan, ia pun tidak bisa melakukan apa-apa untuk mewujudkan keinginannya.

Begini kasus cinta yang dialaminya.

Ia, sebut saja Bunga. Seorang cewek pegawai swasta yang tahun ini genap berusia 30 tahun. Usia yang sudah matang untuk menjalin hubungan ke arah yang lebih serius. Ia pun berniat seperti itu sebenarnya. Pasca putus dengan kekasihnya, sebut saja Kumbang, ia benar-benar jatuh. Setiap hari ia tak pernah berhenti memikirkan Kumbang. Ada saja hal yang mengingatkannya pada sosok cowok yang telah mengkhianati semua pengorbanannya. Bukan hanya materi saat Kumbang hendak melamar kerja, tetapi juga hati yang telah dipasrahkan seluruhnya. Ia tak lagi sanggup bangkit, bahkan hingga bertahun-tahun sejak mereka putus.

Sebagai seorang cewek, sebenarnya Bunga termasuk sosok yang cantik dan menarik. Tak heran jika banyak cowok yang jatuh hati padanya. Tidak hanya satu. Sejak putus dari Kumbang, ia dekat dengan banyak cowok. Namun, dari ceritanya pada saya, sama sekali tak ada keseriusan dalam kedekatan tersebut. Sekadar have fun saja. Kenalan — ketemuan — jalan-jalan — ditingggalkan.

Hingga akhirnya saya bertanya, “Apa yang kamu cari?” Dengan ringan ia menjawab, “Saya nyari yang kayak Kumbang, Mas.” 

Aih! Matek!

Saya hanya bisa menepuk jidat mendengar pengakuannya. Bagaimana bisa ada dua orang yang sama persis? Saya pun mencoba memberikan nasihat padanya, “Pilih satu cowok saja. Seriusin. Siapa tahu dia lebih baik dari Kumbang.”

Untuk kedua kalinya, ia menjawab ringan, “Iya, sih. Tapi gimana bisa kalau setiap saat aja saya masih inget dia?”

Saya pun mengingatkannya lagi, “Inget umur, Bunga. Bukan saatnya bagi kamu lagi untuk sekadar bersenang-senang. Udah waktunya untuk lebih serius menjalin hubungan.”

Ia menjawab, “Saya juga penginnya kayak gitu, Mas. Tapi gimana coba? Yang kayak Kumbang itu enggak ada.”

Duh!

Saya akhirnya memilih untuk meninggalkannya. Saya merasa tak ada gunanya berdebat tentang sosok di masa lalunya.

Pembelajaran dari kasus di atas, di antaranya, yaitu:

  1. Melupakan seseorang memang tidak mudah. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan;
  2. Melupakan seseorang di masa lalu merupakan proses. Bisa panjang maupun pendek. Semua tergantung pada keinginan untuk melakukannya;
  3. Untuk bisa melupakan seseorang di masa lalu, diperlukan keikhlasan untuk melepas, kemudian berusaha menjadikan keikhlasan sebagai suatu hal utuh untuk diberikan pada yang baru;
  4. Ada masanya, bagi seseorang untuk bertahan dalam ingatan masa lalu. Namun jangan lupa, ada masanya juga untuk berjuang bagi kebahagiaan masa sekarang dan masa depan;
  5. Menemukan pengganti yang sama persis dengan sosok di masa lalu itu hampir mustahil. Yang mungkin adalah berusaha memperbaiki diri untuk bisa menemukan yang lebih baik.

Jika ada pembelajaran lainnya, sila ditambahkan di kolom komentar. :)

- mo -

 

 

7 Jurus Menulis Flash Fiction

Menulis flash fiction atau yang dikenal juga dengan cerita mini (cermin), memiliki keasyikan tersendiri. Kenapa? Tantangan jumlah kata tertentu atau maksimal adalah jawabannya.

Tidak ada ide, kesulitan mengeksekusi ide, logika cerita, pemangkasan, dan juga pemilihan kata adalah permasalahan yang sering dihadapi oleh flash fictioner/cerminis. Sedangkan bagi ‘pemula’ kesulitannya lebih pada memulainya.

Berikut jurus untuk memudahkan dalam menulis flash fiction/cerita mini:
1. Tentukan ide cerita terlebih dahulu. Catat dalam kepala saja, lalu mulailah mengembangkannya;

Misalnya:

Tentang perpisahan dua orang yang seolah-olah sepasang kekasih, tetapi sebenarnya saudara kandung.

2. Kembangkan ide awal menjadi premis singkat (satu kalimat yang mewakili isi cerita secara keseluruhan);

Misalnya:

Mengisahkan tentang dua orang cowok-cewek saudara kandung yang harus berpisah dan mengikuti orang tua pilihannya masing-masing.

3. Tulislah ending cerita yang diinginkan. Tidak perlu panjang-panjang. Singkat saja. Kok ending-nya duluan? Iya. Ini semata-mata untuk memudahkan kita dalam menentukan ‘tujuan’ flash fiction/cermin kita dengan memuntir awal yang akan kita buat;

Misalnya:

“Iya. Pasti aku akan menjaga ibu. Selamat jalan adikku. Selamat tinggal ayah,” kataku lirih sambil menyeka hujan yang tiba-tiba menderas di kelopak mataku. Aku pun bergegas menuju kedai kopi untuk mengabarkan hal ini pada ibu.

4. Awali flash fiction/cermin langsung dengan konflik yang dialami tokoh. Tidak perlu bertele-tele. Ingat! Flash fiction/cermin dibatasi jumlah katanya;

Misalnya:

Gubrak!

Aku tersentak mendengar suara itu. Kualihkan pandangan dari feri berbagai ukuran yang lalu lalang di hadapanku. Setengah berdiri, aku menatap ke arah sumber suara. Dari tepi kanal itu, aku melihat jelas sebuah kecelakaan. Seorang gadis yang sedang naik sepeda jatuh tersungkur. Beberapa detik kemudian, aku tersadar dan berlari menapaki padang rumput menuju lokasi kecelakaan.

5. Lanjutkan tulisan awal, sebisa mungkin usahakan dengan menggiring pembaca ke arah yang bertolak belakang dengan ending;

Misalnya:

“Bersiap-siap? Maksud kamu?” tanyaku penasaran.

“Ah! Sudahlah. Apa pun yang aku persiapkan tidak akan mengubah hubungan antara aku dan kamu,” jawabnya datar.

Aku sama sekali tak mengerti arah jawabannya. Aku dan Aurora terdiam. Suara feri yang lalu lalang masih terdengar jelas di telingaku, menyamarkan degup jantungku yang tak beraturan. Memang pada musim semi ini, kunjungan wisatawan meningkat. Banyak wisatawan yang ingin menghabiskan liburan dengan menikmati perbukitan hijau yang berderet mengitari wilayah Forsand.

6. Teruslah menulis hingga ‘nyambung’ dengan endingnya. Tetaplah berpegang pada prinsip ‘show don’t tell‘;

Misalnya:

“Maksud kamu? Kamu akan pergi? Begitu?”

“Iya. Maafkan aku. Ini!” kata Aurora menyerahkan selembar kertas terlipat rapi. Aurora pun berlalu menuntun sepedanya meninggalkanku dalam ketidakpastian sebuah rasa.

“Aurora! Jangan pergi!” aku berteriak.

7. Setelah selesai semua, edit sesuai jumlah kata yang dipersyaratkan/diinginkan dengan memadatkan isi cerita. Bisa dilakukan dengan membaca ulang dari awal kemudian memangkas kata/kalimat mubazir dan menggantinya dengan kata/kalimat yang lebih efektif.

Nah! Kurang lebih seperti itu. Mudah bukan? Jika ada langkah-langkah/jurus lain, silakan tambah di kolom komentar. Yuk! :)

Selamat berpesta dengan kata-kata!

7 Jurus Memancing Ide Menulis

Menulis bagi beberapa orang merupakan kebutuhan. Namun tak jarang, ada yang menjadikannya sekadar pengisi waktu luang. Banyak alasan yang melatarbelakangi seseorang tidak menulis. Tidak ada ide seringkali menjadi penghambat. Bagi yang memang dasarnya suka menulis, hambatan tersebut tentu bisa diatasi.

Untuk membantumu memancing ide, berikut ini tujuh jurus memancing ide:
1. Picu ide dengan lebih peka terhadap lingkungan sekitar (teman sejawat, keluarga, teman bergaul, komunitas, dll). Apa saja bisa menjadi ide sebuah tulisan;
2. Buka pergaulan dan interaksi dengan orang baru. Hal ini tanpa disadari akan menambah bahan untuk cerita baru;
3. Jangan bosan menjadi pendengar yang baik bagi pelacur (pelaku curhat). Curhatan sederhana bisa saja jadi tulisan yang istimewa;
4. Banyak membaca, apa saja. Ide bisa digali dari apa yang telah kita baca;
5. Lakukan perjalanan, ke mana saja. Pengalaman baru adalah pemicu lahirnya ide yang efektif;
6. Selalu berpikir kreatif dengan menghapus pikiran ‘tidak ada ide menulis’. Pikiran kuat semacam itu, akan memicu lahirnya ide-ide yang kadang datang dari proses berpikir;
7. Mengingat-ingat pengalaman pribadi dalam hidup. Jatuhnya memang curhat, tapi curhat terselubung bukan sebuah kesalahan, kan? :)

Punya jurus lainnya? Share di kolom komentar, yuk!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,211 other followers