7 Satai Andalan di Lombok

7 Satai Andalan di Lombok

Sa.tai n irisan daging kecil-kecil yang ditusuk dan dipanggang, diberi bumbu kacang atau kecap.

Mengetahui barang yang harus disiapkan saat ke Lombok dan mengenal bahasa Sasak saja belum cukup. Anda juga harus mengenal kuliner yang ada di Lombok, khususnya satai. Siapa yang tak kenal masakan tersebut? Hampir semuanya pasti kenal, kan? Jenis masakan ini sering dijumpai di kuliner pinggir jalan. Masing-masing wilayah punya varian satai yang khas. Madura, misalnya. Terkenal dengan satai kambingnya. Juga Tawangmangu dengan satai kelincinya. Lombok — surga kuliner di Indonesia bagian timur — pun tak kalah. Lombok juga memiliki satai khas. Tidak hanya satu, tetapi TUJUH! Penasaran satai apa sajakah itu? Berikut tujuh satai andalan di Lombok:
  1. Satai Rembiga. Bahan pembuatannya sama dengan satai lain, daging sapi. Prosesnya pun sama persis, dibakar menggunakan arang dan dikipas secara manual. Lalu apa istimewanya? Satai Rembiga berbeda dari satai lainnya karena cita rasanya yang khas, pedas.Rasa pedas dan manis ini berasal dari bumbu berupa cabai merah, cabai rawit, dan terasi yang dihaluskan ditambah kecap untuk menciptakan sensasi rasa manis. Semua orang pasti sudah tahu kalau Lombok identik dengan rasa pedas.Selain itu, potongan dagingnya kecil-kecil sehingga satai matang sempurna saat dibakar. Hal ini menyebabkan satai memiliki tekstur daging matang yang lembut. Kedua keistimewaan ini menyebabkan satai menjadi incaran wisatawan yang datang berkunjung ke Lombok.Sate Rembiga (Sumber: jajanlombok.com)
  2. Satai Ikan Tanjung. Varian sate ini banyak dijual di wilayah Lombok, terutama di wilayah Tanjung, sehingga lebih dikenal dengan nama sate ikan Tanjung. Namun sebenarnya di tempat lain di Lombok pun banyak yang menjualnya. Saat ini banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional hampir seluruh Lombok. Jadi tidak harus ke daerah asalnya. Tanjung, untuk bisa menikmati kuliner nan enak ini. Anda pasti akan setuju dengan pernyataan ini jika telah mencobanya. Dibuat dari daging ikan cakalang dicampur santan dan diberi bumbu merica, bawang putih, dan rempah-rempah menjadikan sate ini gurih dan pedas.Sate Ikan Tanjung (Sumber: http://www.visitlomboksumbawa.com)
  3. Satai Pusut. Varian ini merupakan sate khas Lombok. Terbuat dari daging pilihan yang dihaluskan dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu. Tak ketinggalan adalah cabai untuk memberikan sensasi pedas. Inilah yang menjadikan satai ini istimewa. Gurih dan pedas.Sate Pusut Daging (Sumber: www.jajanlombok.com)
  4. Satai Pencok. Varian ini terbuat dari kulit sapi yang telah dimasak sebelumnya. Namun saat ini ada beberapa yang melakukan modifikasi dengan mengganti bahan dari tepung kanji dengan harga jual yang lebih murah. Proses pembuatannya diawali dengan memotong kulit sapi atau adonan tepung kanji kental berbentuk persegi. Selanjutnya ditusuk dengan lidi atau batang bambu kecil (katik). Satai ini dinikmati dengan menambahkan bumbu pelalah. Tidak ada penjual khusus satai ini karena banyak dijual keliling.Sate Pencok
  5. Satai Bulayak. Sate Bulayak adalah sate dari daging sapi. Biasanya dikombinasi dengan usus dan hati sapi. Setelah matang disajikan dengan bumbu dan cabai yang diiris tipis. Inilah yang membuat sate bulayak rasanya pedas. Keunikan lainnya yaitu satai bulayak ini disajikan dengan lontong yang dibungkus daun enau atau aren yang bentuknya melilit. Daun ini membuat tekstur lontong menjadi lembut dan harum. Awalnya varian ini hanya dijual di kawasan wisata Taman Suranadi dan Taman Air Narmada. Namun seiring perjalanan waktu, varian satai ini banyak dijual juga di tempat lain. Tempat-tempat lain yang juga menyediakan satai varian ini adalah Taman Pura Lingsar dan Taman Kota di Jalan Udayanan Mataram.Satai Bulayak (Sumber: http://lombok.panduanwisata.id)
  6. Satai Usus. Varian yang tak kalah enaknya adalah satai usus. Varian ini banyak dijual secara keliling dari rumah ke rumah oleh ibu-ibu dengan harga yang relatif murah. Terbuat dari usus sapi pilihan dengan dicampur bumbu pelalah. Sangat nikmat dinikmati selagi panas.Sate Usus (Sumber: http://www.instagram24.com/tag/sateusus)
  7. Satai Lilit. Varian ini sama dengan sate lilit khas Bali. Bahan dan proses pembuatannya pun kurang lebih sama. Sama-sama menggunakan daging yang dililitkan pada tusuk sate kemudian dibakar. Perbedaan terletak pada tingkat kepedasannya. Sate lilit di Lombok memiliki rasa pedas yang lebih kuat.Satai Lilit
Kamu sudah mencoba satai yang mana saja?
Dong ayok menikmati satai Lombok! ^^

7 Kata Bahasa Sasak Wajib Bagi Wisatawan Lombok

7 Kata Bahasa Sasak Wajib Bagi Wisatawan Lombok

Sudah siap dengan barang yang wajib dibawa saat ke Lombok? Sekarang kita lanjutkan dengan belajar sedikit bahasa Sasak. Tujuannya agar mudah beradaptasi dengan masyarakatnya.

Mengunjungi Lombok, mau tidak mau harus berinteraksi dengan masyarakatnya. Adat dan budaya berbeda tentu menghadirkan beragam cerita. Termasuk di dalamnya adalah perihal bahasa. Masyarakat Lombok yang pada dasarnya ramah, akan lebih ramah lagi jika diajak berkomunikasi memakai bahasa ibunya. Hanya saja mempelajari bahasa lain tidaklah semudah membalik telapak tangan. Namun bukan berarti tidak bisa dipelajari, bukan?

Nah! Berikut ini adalah tujuh kata wajib untuk dikuasai yang bisa menghangatkan hubungan antara wisatawan dengan masyarakat suku Sasak. Apa sajakah itu?

  1. Tabik. Kata ini berarti ‘permisi’. Dipakai pada saat Anda sedang berjalan melewati sekumpulan masyarakat suku Sasak di lokasi objek wisata. Menggunakan kata ini bisa membuat mereka yang sedang Anda lewati merasa dihargai.
  2. Silaq. Arti dari kata ini adalah ’silakan’. Tepat digunakan pada saat Anda akan pamit meninggalkan sebuah obrolan atau mempersilakan teman suku Sasak untuk melakukan sesuatu.
  3. Tampi Asih. Kata ini artinya adalah ‘terima kasih’. Penggunaannya sama pada kata ‘terima kasih’ yang berlaku di masyarakat pada umumnya.
  4. Ampurayang. Arti kata ini adalah ‘maaf’. Pemakaiannya sama dengan kata ‘maaf’ yang berlaku di masyarakat pada umumnya.
  5. Nggih. Artinya adalah ‘iya’ dalam versi Sasak halus atau lebih sopan. Sama halnya dengan kata-kata yang lain, penggunaan kata ini juga sama seperti itu. Kata ini diucapkan untuk menghormati orang lain.
  6. Ndek Kembe-kembe. Kata ini berarti ‘tidak apa-apa’, ‘it’s okay‘ atau ‘woles’. Kata ini digunakan pada saat sekiranya ada seseorang yang meminta maaf karena telah melakukan hal kecil yang menyebabkan Anda kurang nyaman.
  7. Sampun. Kata ini artinya ’sudah’. Digunakan untuk menjawab jika Anda ingin menolak tawaran dari seseorang secara halus atau menjawab pertanyaan tentang sudah atau belum mengerjakan sesuatu.

Mudah, kan? Semoga bermanfaat jika suatu hari Anda diberi kesempatan untuk mengunjungi Lombok.

Dong ayok ke Lombok!

7 Barang yang Wajib Dibawa Saat Traveling ke Lombok

7 Barang yang Wajib Dibawa Saat Traveling ke Lombok
Informasi penting bagi yang berencana menghabiskan liburan di Lombok. Kenapa penting? Jadi begini. Lombok adalah kawasan wisata yang memiliki banyak keunikan. Bukan saja objek wisata, tetapi juga kuliner dan cuacanya. Tentu diperlukan perencanaan yang baik agar liburan tidak terganggu, bukan? Terlebih dalam perencanaan anggaran dan itinerary. Lalu, apa saja yang harus disiapkan oleh wisatawan yang berkunjung ke Lombok? Ini dia!
  1. Kamera dan Tongsis. Jalan-jalan tanpa bawa kamera, bagai sayur tanpa garam. Hambar. Rasanya sayang saja kalau keindahan Lombok tidak diabadikan dalam lensa. Bagaimanapun juga, banyak cerita keindahan yang bisa dikabarkan lewat selembar foto. Apa pun merek dan jenis kamera, tentu tidaklah masalah. Bahkan hanya dengan menggunakan kamera telepon seluler pun tidak masalah. Hal ini tergantung pada keinginan masing-masing individu. Pengunjung yang hobi fotografi pasti memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Termasuk di dalamnya adalah tripod. Sedangkan bagi backpacker bisa saja hanya membawa kamera digital. Intinya adalah jangan lupa bawa kamera. Buat yang hobi foto selfie dan narsis, alat ini akan sangat membantu. Terutama jika ke Lombok sendirian saja. Tentu alat ini akan sangat berguna. Hal ini juga mengingat, beberapa objek wisata di Lombok masih ada yang sepi. Saat tak ada orang untuk dimintai bantuan atau malu minta bantuan, alat ini menjadi senjata utama untuk mengambil foto diri di objek wisata sepuasnya.
  2. Telepon Seluler dan powerbank. Jalan-jalan ke Lombok, sebisa mungkin membekali diri juga dengan telepon seluler sederhana selain smartphone. Kenapa? Banyak objek wisata di Lombok yang tidak memungkinkan koneksi internet. Untuk berjaga-jaga, tentu telepon seluler sederhana ini akan sangat membantu. Telepon seluler jenis ini memiliki ‘kehidupan’ baterai yang lebih panjang dibanding smartphone. Seperti kita tahu, smartphone boros baterai saat mencari jaringan. Kekuatan bertahan ini setidaknya membuat komunikasi lewat telepon atau SMS bisa tetap berjalan. Masalah yang sering dihadapi pengguna smartphone adalah baterai yang boros. Menyiapkan powerbank dengan daya penuh adalah solusi bijak. Terlebih daerah di Lombok yang beberapa objek wisatanya tergolong miskin sinyal. Perangkat ini akan sangat membantu untuk tetap bisa eksis di objek wisata.
  3. Obat-obatan. Penting? Iya. Sangat penting. Tentu tidak ada orang yang ingin sakit, kan? Namun namanya jufa sakit, datangnya kadang pada saat tidak diduga. Bahkan bisa saja saat sedang merasakan dan merayakan bahagia. Hal ini pastinya akan membuat bete di objek wisata. Terlebih cuaca di Lombok tergolong tidak menentu dan kadang-kadang sangat ekstrim. Jadi tidak ada salahnya menyiapkan obat-obatan. Bukan karena di Lombok tidak ada apotik lho, ya. Banyak, kok. Hanya saja fasilitas kesehatan di beberapa objek wisata di Lombok masih minim. Adapun jenis obat yang wajib disiapkan adalah obat ringan (sakit kepala, minyak kayu putih, sakit perut) dan obat untuk penyakit khusus yang diderita.
  4. Perlengkapan Ibadah. Bisa menikmati keindahan objek wisata di Lombok haruslah disyukuri. Salah satu bentuk syukur adalah dengan taat menjalankan ibadah. Terutama bagi seorang muslim, perlengkapan ibadah ini menjadi sangat penting untuk disiapkan. Bukan tanpa alasan. Kondisi geografis beberapa objek wisata di Lombok adalah alasannya. Belum semua objek wisata yang ada didukung sarana dan prasarana ibadah. Memang Lombok adalah pulau seribu masjid, tetapi tidak semua objek wisata dekat dengan masjid.
  5. Buku dan Peta Manual Lombok. Iya. Buku. Wajib dibawa untuk mengisi perjalanan dan setibanya di objek wisata. Tidak ada salahnya jika tiba di objek wisata, mencari tempat nyaman untuk membaca buku. Bukan saja buku panduan wisata di Lombok, Dong Ayok ke Lombok seri pantai, misalnya, tetapi bisa buku apa saja. Ada sensasi berbeda saat beristirahat dengan membaca buku di objek wisata. Selain terlihat keren, juga efektif membunuh waktu. Lalu untuk apa peta manual Lombok? Jelas agar tidak tersesat. Kan ada google maps. Tunggu! Tidak sesederhana itu. Sudah tahu kan kondisi jaringan internet di Lombok? Itu gunanya peta manual ini. Akan sangat membantu saat mengeksplorasi keindahan tersembunyi di pulau Lombok. Ya… Terkecuali keliling Lombok dengan menggunakan jasa guide, sih. Itu beda kasus. Jelas peta manual ini tidak dibutuhkan. Namun ini akan sangat membantu solo backpacker.
  6. Kacamata dan Topi. Barang sederhana ini akan sangat berguna ketika memutuskan untuk mengeksplorasi keindahan pantai-pantai di Lombok. Manfaat dari membawa barang-barang ini rasanya tidak perlu dijelaskan lagi.
  7. Daftar Kontak. Mengunjungi Lombok sendirian tentu butuh keberanian dan persiapan matang. Selain kondisi geografis, juga adat dan budaya masyarakat setempat. Kendala yang umum dihadapi wisatawan di objek wisata adalah bahasa daerah. Beberapa masyarakat di objek wisata kurang memahami bahasa Indonesia. Mereka pun memilih berkomunikasi dengan bahasa Sasak. Butuh orang lain pastinya untuk membantu menerjemahkannya. Salah satunya adalah mengontak teman yang tinggal di Lombok. Keuntungannya selain bisa membantu dalam hal bahasa masyarakat setempat, juga sebagai sumber informasi rute, objek-objek wisata, dan siapa tahu ada waktu untuk jalan bareng. Seru, bukan?

Tentu tujuh hal di atas tidak harus dilakukan secara penuh. Toh tidak ada aturan yang mengharuskannya, kan? Namun jika bisa dipersiapkan seluruhnya, tentu perjalanan menikmati keindahan serpihan surga di bumi akan lebih menyenangkan.

Selamat menjelajah keindahan Lombok! ^^

Kuis #1TahunBFG @bookaholicfund Edisi 9 Januari 2015

Hai… Hai… Hai!

Setelah selama enam hari maraton kuis #1TahunBFG @bookaholicfund di akun #kruBFG, hari ini (9/1), saya dan Teh Win @cappucinored mendapat tugas menjadi host.

Kuis edisi terakhir ini tentu berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Namun aturannya tetap sama, kok. Simak dulu aturan mainnya, yuk!

  1. Peserta WAJIB follow @bookaholicfund dan boleh juga follow akun Twitter saya di @momo_DM;
  2. Peserta mencari dan menemukan kata-kata pada kotak di samping kiri sebagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di sebelah kanan pada gambar berikut ini;

    Soal Kuis #1TahunBFG
    Soal Kuis #1TahunBFG
  3. Tulis jawabanmu secara berurutan sesuai pertanyaan kemudian mention saya di @momo_DM dengan menyertakan hestek #1TahunBFG. Tidak perlu mention @bookaholicfund, ya;
  4. Peserta hanya boleh menjawab satu kali saja. Jika seluruh jawaban nomor 1 sampai 10 tidak cukup dalam satu twit, bisa ditulis dalam lebih dari satu twit. Jangan pakai twitlonger, ya;
  5. Format jawaban: 1. jawaban 2. jawaban 3. jawaban … 10. jawaban #1TahunBFG @momo_DM;
  6. Untuk jawaban pertanyaan tentang nama akun #kruBFG bisa langsung mention juga ke yang bersangkutan;
  7. Kuis #1TahunBFG berlangsung dari pukul 09.00 – 21.00 WIB;
  8. Pemenang adalah peserta yang memiliki jumlah jawaban benar paling banyak. Jika ada beberapa peserta yang memiliki jumlah jawaban benar sama, maka akan dilakukan pengundian;
  9. Hanya akan dipilih satu orang pemenang yang memperoleh satu paket hadiah dari tiga paket berisi buku dan merchandise yang bersifat rahasia. Satu orang pemenang berhak untuk memilih dan mendapatkan hadiahnya sendiri;

    Paket Rahasia Hadiah untuk Kuis #1TahunBFG
    Paket Rahasia Hadiah untuk Kuis #1TahunBFG
  10. Oya, akan ada hadiah tambahan bagi peserta yang paling banyak mengajak teman-temannya untuk ikutan kuis ini.

Nah! Gampang bukan? Untuk pertanyaan lebih lanjut, sila mention saya di @momo_DM. Jadi, mari bersama-sama merayakan satu tahun @bookaholicfund dengan berpartisipasi dalam setiap kegiatan amal dan seru-seruannya.

Ditunggu partisipasinya ya, Gaes!

Salam hangat dari Lombok itu indah,

 

@momo_DM

#pikniknasionalFM4 – Dari @fiksimini untuk Kemajuan Dunia Literasi

logo fm

Thank God It’s Fiksimini

Mataram (21/4) – Untuk keempat kalinya, @fiksimini menghadirkan keseruan dalam event tahunan memperingati ulang tahunnya. Pada tahun ini diselenggarakan di kota Surabaya dalam bentuk piknik nasional dengan @FMerSby sebagai tuan rumahnya. Hadir dalam acara yang digelar pada hari Sabtu tanggal 19 April 2014 ini, fiksiminier seluruh Indonesia yang totalnya berjumlah sekitar 30 (tiga puluh) orang. Keren!

Sumber: Dok. Pribadi
Mas Bagustian Iskandar dari Indie Book Corner Menyampaikan Materi (Sumber: Dok. Pribadi)

Acara yang digelar di Perpustakaan Bank Indonesia Mayangkara Surabaya ini berlangsung meriah. Berbagai acara dan game seru diselenggarakan sesuai rundown yang telah disusun. Salah satu acara yang cukup ‘jleb’ bagi peserta adalah sesi materi tentang Mendesain Sampul Buku oleh @Egavespa dari @indiebookcorner dan Teknik Menjual Buku indie oleh @ladangsandiwara, Pengembang Sosial Media @indiebookcorner. Beberapa yang hadir merasa tertohok dan tertantang untuk bisa menyelesaikan naskah dan menerbitkan buku sebagai salah satu indikator keberhasilan selama bergabung dengan komunitas fiksimini. Bermanfaat!

Sumber: @FMerSby
Pemotongan Tumpeng (Sumber: dok. @FMerSby)
Sumber: @FMerSby
Menyanyikan Lagu Selamat Ulang Tahun (Sumber: dok. @FMerSby)

Setelahnya, peserta bersama-sama menyanyikan lagu ‘Selamat Ulang Tahun’ dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Mama Na @ninaniena didampingi punggawa @FMerSby, Mbak @LVCBV, untuk diserahkan kepada pihak Bank Indonesia, Bapak @junanto oleh Papi @Oddie__. Sesi ini ditutup dengan doa dan makan siang bersama. Kenyang!

Sumber: Dok. Pribadi
Papi Oddie Membahas Tips dan Trik Fiksimini (Sumber: Dok. Pribadi)

Sesi lain yang tak kalah seru adalah sesi curhat tentang fiksimini. Dalam sesi yang dipimpin Papi @Oddie__ ini membahas tuntas tentang tips dan trik fiksimini. Hal ini penting bagi fiksiminier pemula, maupun fiksiminier tingkat lanjut yang sedang rihat menulis fiksimini di linimasa. Dalam kesempatan ini, Papi @Oddie__ menjabarkan tentang resep rahasia Momod @fiksimini dalam meretweet fiksimini yang dikirim followers. Di antaranya, yaitu memperhatikan EYD dan mention fiksimini sebaiknya diletakkan di belakang tweet untuk mempermudah kerja Momod. Selain itu juga, dalam kesempatan ini dikupas tuntas tentang suka dan duka Momod @fiksimini dalam menjalankan tugasnya. Terungkap juga di sini, bahwa menulis fiksimini adalah tentang proses belajar menulis. Dan, terselip juga harapan agar anggota komunitas @fiksimini bisa bersama-sama untuk menghasilkan karya terbaik demi kemajuan dunia literasi. Seru!

Sumber: Dok. Pribadi
Penyerahan Hadiah kepada Pemenang Game Fiksimini (Sumber: Dok. Pribadi)

Keseruan berlanjut dengan game fiksimini yang seru dipandu pembawa acara cantik nan rusuh, @rdnovindri. Dalam game ini, peserta dibagi menjadi pasangan-pasangan, sehingga ada 15 (lima belas) pasangan yang siap meliarkan imajinasi dalam kata-kata. Dalam satu pasangan, satu orang bertugas memberikan satu #topikfiksimini yang telah ditentukan (piknik, nasional, ulang tahun, dan empat) untuk ditulis menjadi sebuah fiksimini oleh pasangannya. Dari fiksimini yang dihasilkan ini, peserta diberi kesempatan untuk menjadi Momod KW. Masing-masing peserta diberi kesempatan mengutak-atik fiksimini siapa saja yang ada di linimasa @FMerSby. Pada akhir game ini, diserahkan hadiah buku kepada 5 (lima) orang pemenang, yaitu @Sekarputriayu, @dyandrasan, @commaditya, @penagenic, dan @baracoedaz. Top!

terlucu fmersby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby

Tidak hanya sampai di situ saja. Sesi selanjutnya pun tak kalah seru, yaitu pembacaan fiksiminier dalam lima kategori. Dan, berdasarkan polling yang telah dilakukan selama tiga hari sebelumnya, terpilih satu fiksiminier untuk masing-masing kategori, yaitu Fiksiminier Terlucu disandang @Irfanaulia, Fiksiminier Tergalau dimenangkan @Bungakata, Fiksiminier Tergigih dibawa pulang @momo_DM, Fiksiminier Ternyinyir dipersembahkan untuk Papah Gembul @JvTino, dan Fiksiminier Tersaru disematkan di dada Teh @MellaMariana. Berhubung banyak yang tidak hadir, pemenang diwakilkan. Keseruan terjadi saat peserta berebut untuk mewakili menjadi Fiksiminier Ternyinyir. Sepertinya peserta yang berebut punya bakat terpendam untuk nyinyir, atau… Memang sebenarnya sudah dan tinggal dikembangkan saja? Entahlah!

Sumber: @FMerSby
Sumber: @FMerSby

Dan, akhirnya tepat pukul 18.00 WIB, keseruan #pikniknasionalFM4 harus diakhiri. Sebelum ditutup, peserta diminta untuk memperkenalkan diri, tentang aktivitas sehari-hari dan juga pengalamannya berfiksimini ria. Dari perkenalan ini, banyak kejutan. Ternyata ada fiksiminier yang jauh-jauh datang dari luar kota untuk ikut piknik. Lalu, ada juga yang menceritakan tentang tugas kuliah dari dosennya, kalau tidak salah, membuat 50 fiksimini dalam jangka waktu 1 bulan. Kece!

Salah Satu Momen Berharga, Foto Bersama! (Sumber: dok. @FMerSby)
Salah Satu Momen Berharga, Foto Bersama! (Sumber: dok. @FMerSby)

Sebelum membubarkan diri dalam kebahagiaan, peserta mengikuti sesi yang paling seru dan ditunggu-tunggu. Sesi apa lagi, kalau bukan sesi FOTO BERSAMA! Bertempat di depan gedung Perpustakaan Bank Indonesia Mayangkara Surabaya, peserta mengatur posisi dan klik! Raut kebahagiaan pun berhasil diabadikan dalam lensa kamera. Puas!

Pesta Takkan Pernah Usai! (Sumber: dok. Pribadi)
Pesta Takkan Pernah Usai! (Sumber: dok. Pribadi)

Akhirnya, peserta bersalam-salaman sebelum akhirnya tiba waktu perpisahan. Banyak cerita seru dari teman baru saat ada temu. Pesta takkan pernah berakhir, sebab sejatinya pesta adalah tak kenal lelah untuk terus merayakannya dalam imajinasi lewat kata, salah satunya fiksimini. Terima kasih sambutan hangatnya, Surabaya! Kalian luar biasa! Sampai bertemu lagi tahun depan dalam keseruan #pikniknasionalFM5 di BALI! Luar biasa!

Thank God It’s Fiksimini.

– mo –

Share for Care Lombok

BANYAK JALAN MENUJU “GAUL”, bukan saja mengikuti trend yang sedang hits, misalnya nongkrong kece di coffee shop ber-hahahihi membahas urusan cinta, menggalau di Twitter atau media sosial lainnya, atau sekadar tweet up tanpa hasil positif selain sekadar mengenal wajah yang mungkin berbeda jauh dengan avatar. Makna luas menurut saya adalah bisa terlibat dalam sebuah pergaulan positif dengan orang-orang yang memiliki kesamaan visi dan misi, terutama dalam gerakan sosial lewat berbagi. Salah satunya yaitu bergaul dengan komunitas. Bisa apa saja asal sesuai passion dan ikhlas untuk terlibat di dalamnya.

Tergabung dalam sebuah komunitas itu sama sekali tidak enak. Iya. Tidak enak jika dilakukan atas dasar paksaan. Tidak enak juga jika di dalamnya ada friksi yang menjurus perpecahan karena perbedaan kepentingan. Terlepas dari itu semua, komunitas sebenarnya wadah positif bagi kreativitas yang kadang tidak tampak saat masih sendiri dan belum menemukan teman berbagi. Terlebih untuk sebuah komunitas yang dibentuk berdasarkan kesamaan visi dan misi.

Tak terkecuali komunitas ON|OFF Lombok yang terbentuk pada tanggal 11 Oktober 2011 di Mataram. Berdirinya komunitas ini berawal dari sebuah workshop yang diselenggarakan oleh ON|OFF Indonesia (dulunya Pesta Blogger). Atas inisiatif admin @infolombok, Ari Diatmika, dibentuklah komunitas ON|OFF Lombok setelah diselenggarakannya acara kopdar komunitas Lombok. Dari kopdar yang kebanyakan diikuti oleh pegiat media sosial ini setidaknya menunjukkan, bahwa media sosial memiliki kekuatan untuk membentuk sekumpulan orang dalam kegiatan positif dan inspiratif.

Workshop Fotografi Dasar (dok. @ONOFFLombok)
Workshop Fotografi Dasar (dok. @ONOFFLombok)

Selanjutnya beberapa orang yang memiliki kesamaan visi dan misi ikut bergabung di dalamnya. Masing-masing dari latar belakang komunitas yang berbeda. Sebut saja komunitas penulis, komunitas pelaku industri film, komunitas penyiar radio, dan lain-lain. Beberapa orang berkumpul selanjutnya membahas tentang AD/ART yang salah satunya mengatur tentang kepengurusan dan keanggotaan. Mengingat komunitas ini bersifat terbuka dan cair, siapa pun yang memiliki komunitas bisa bergabung. Sampai akhirnya, komunitas lainnya, baik online maupun offline mulai bergabung. Di antaranya, yaitu komunitas pencinta grup musik, penggemar klub sepakbola, fotografi, parkour, dan lain-lain.

On Air di V-Radio (dok. @ONOFFLombok)
On Air di V-Radio (dok. @ONOFFLombok)

Di bawah kepemimpinan Ari Diatmika, komunitas ON|OFF Lombok bisa menjadi wadah dan sarana komunikasi bagi komunitas-komunitas yang tergabung. Beberapa event telah dilaksanakan berbasis komunitas. Di antaranya, yaitu Workshop Fotografi Dasar, Bersih Pantai Ampenan, on air dengan media partner radio, dan kegiatan sosial dalam bentuk Share for Care yang selanjutnya menjadi program rutin.

Bersih Pantai (dok. @ONOFFLombok)
Bersih Pantai (dok. @ONOFFLombok)
Share for Care I (dok. @ONOFFLombok)
Share for Care I (dok. @ONOFFLombok)

Kegiatan Share for Care sudah dilaksanakan beberapa kali. Share for Care pertama, dilaksanakan dalam bentuk Bakti Sosial, Komunitas ON|OFF Lombok didukung komunitas dan donatur lain dalam penyelenggaraan pemberian bantuan alat sekolah, penyuluhan kesehatan, dan cara belajar kepada siswa MI Mihtahul Ulum Dekoning School di Desa Adat Segenter Bayan Lombok Utara. Selanjutnya kegiatan Share for Care dirangkai dengan pemberian bantuan bahan makanan kepada keluarga korban bencana alam gempa di kecamatan Tanjung Lombok Utara.

Kondisi Rumah Penduduk Pasca Gempa (dok. @ONOFFLombok)
Kondisi Rumah Penduduk Pasca Gempa (dok. @ONOFFLombok)

Kegiatan Share for Care tidak berhenti di situ saja. Share for Care kedua dilaksanakan di SD filial Semokan Ruak Desa Sukadana Bayan Lombok Utara. SD ini berada di lokasi yang untuk menjangkaunya harus melalui jalur yang cukup ekstrim. Dalam kegiatan ini, diberikan bantuan yang sama seperti pada kegiatan Share for Care sebelumnya.

Share for Care II (dok. @ONOFFLombok)
Share for Care II (dok. @ONOFFLombok)

Dari kegiatan Share for Care kedua tersebut, tercetus ide memberikan pelajaran Bahasa Inggris gratis kepada siswa di SD yang ada di wilayah pedalaman Lombok. Saat ini beberapa anggota komunitas ON|OFF Lombok sedang melaksanakan program tersebut. Sejauh ini, sudah diselenggarakan beberapa kali pembelajaran Bahasa Inggris gratis dan pembangunan ruang kelas baru sederhana di SD Filial Semokan Ruak Sukadana Lombok Utara. Ke depannya, kegiatan ini akan diusahakan diperluas jangkauan sasarannya ke SD-SD filial lain di wilayah Lombok.

Untuk bisa memperluas jangkauan sasaran tentunya diperlukan dukungan dan kepedulian dari pihak lain. Bagaimanapun juga meningkatkan kualitas pendidikan bukan saja tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat. Semakin banyak yang peduli untuk berbagi, otomatis akan semakin banyak manfaat yang bisa diberikan.

Jadi, bagi teman-teman yang peduli untuk berbagi dalam program pembelajaran Bahasa Inggris pada siswa SD filial di wilayah Lombok yang digagas dan diselenggarakan oleh Komunitas ON|OFF Lombok ini, silakan menghubungi @lasungu, @infolombok atau  @ONOFFLombok. Sedangkan, donasi berupa uang bisa dikirim lewat rekening BCA No. REK.: 2320339823
A/N: LISTERINI SITUMEANG #shareforcare
.

Sedikit berbagi akan sangat berarti, sebab berbagi tidak pernah rugi.

Mari berbagi! ^^

Selengkapnya tentang #shareforcare bisa dibaca di sini > http://www.shareforcar3.blogspot.com/

OPINI – Belantara Bernama Toko Buku

– Credit –

Pernahkah kamu merasa tersesat saat berada di toko buku? Jika pernah itu tidak salah. Kenapa? Sebab sejatinya toko buku adalah belantara dengan buku sebagai pepohonannya. Belantara tak selamanya menakutkan, terlebih jika sudah menjelma bentuk yang menyenangkan. Terlebih bagi penjelajah kata-kata yang pastinya suka dengan tantangan-tantangan di dalam belantara. Terlebih jika belum pernah memasukinya. Ada keinginan untuk terus menjelajah dan menemukan harta karun yang tersimpan di dalamnya.

Belantara itu bernama toko buku. Benar. Sebuah bangunan berisi buku itu sejatinya adalah pepohonan dalam bentuk lain, bukan? Menurut saya, iya.

Seperti kita tahu, buku tersusun dari kertas yang dibuat dengan pulp kayu sebagai bahan dasarnya. Lalu dari mana kayu itu berasal? Tentu dari pohon di hutan atau tempat lain yang ditebang, bukan? Jadi tidak salah, kan, kalau saya menyebut belantara bagi toko buku? Menurut saya, tidak.

Terkait hubungan antara buku dan pohon, saya sempat tergelitik dengan salah satu cuitan di linimasa yang pernah saya baca. Kok, bisa? Tentu saja. Cuitan yang saya baca kala itu kurang lebih isinya seperti ini: “Semakin banyak buku dicetak, akan semakin banyak pohon ditebang.”

Merunut dari proses pembuatan kertas penyusun buku dari pulp kayu, tentu cuitan itu ada benarnya. Menurut saya cuitan tersebut menjadi agak kurang tepat ketika tidak ada solusi yang ditawarkan. Iya, kan?

Bagaimanapun juga, setiap orang yang menjalani kehidupan membutuhkan buku sebagai nutrisi otak. Pun pohon. Kehidupan di bumi tentu bergantung pula pada keberadaan pohon. Hal ini mengingat fungsi pohon itu sendiri dalam menjaga keseimbangan kehidupan manusia terutama terkait dengan lingkungan.

Lalu, bagaimana agar kedua hal tersebut, buku dan pohon, bisa bersifat komplementer satu sama lain sehingga keberadaan keduanya tidak harus saling ditiadakan? Pasti ada cara ditemukan jika ada niat untuk mencarinya, bukan? Dan, itu adalah tugas kita bersama-sama untuk setidaknya memikirkan cara yang paling sederhana.

Saya pribadi kemudian berusaha menyederhanakan pemikiran. Kalau boleh dibilang, sangat sederhana. Pemikiran itu berawal dari pertanyaan, “Bukankah sebenarnya keduanya adalah satu kesatuan siklus utuh yang tidak terpisahkan?”

Lebih sederhananya begini. Buku yang bahan dasarnya pulp kayu ditulis oleh pengarang lalu diterbitkan oleh penerbit. Di sini terlihat jelas, bahwa pengarang dan penerbit memberikan kontribusi atas keberlangsungan dan keberlanjutan hidup pohon di muka bumi. Sekecil apa pun itu, dalam jangka waktu lama akan mempengaruhi keberadaannya. Mungkin tidak sampai punah. Minimal bisa berpengaruh buruk terhadap kelangsungan ekosistem yang di dalamnya ada pohon sebagai anggotanya. Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi.

Berdasarkan hal di atas, selanjutnya saya berusaha menanamkan dalam pemikiran saya, bahwa kelak suatu saat saya bisa menerbitkan buku (lagi) dalam bentuk cetak, saya akan bertanggung jawab terhadap keberadaan pohon yang dipakai untuk proses pencetakan buku tersebut. Tentunya sesuai kemampuan saya.

Terlalu muluk? Saya rasa tidak. Ini masih bisa saya lakukan dengan cara menanam pohon setiap kali saya menerbitkan buku. Selain itu, saya akan meminta penerbit yang mencetak buku saya untuk melakukan hal yang sama. Semakin banyak buku terjual, kemungkinan pohon yang ditanam akan lebih banyak juga.

Bayangkan jika semua penulis dan penerbit di Indonesia memiliki pemikiran dan niat yang sama. Tentu berkurangnya pohon yang disebabkan oleh proses cetak buku bisa teratasi. Meskipun mungkin tidak akan bisa mengembalikan keseimbangan secara penuh, tetapi setidaknya akan sedikit mengurangi risiko ketidakseimbangan lingkungan. Selain itu, penulis dan penerbit tidak akan lagi terganggu oleh nada minor tentang pemanfaatan pohon kaitannya dengan keperluan pencetakan buku.

Lalu akan ada pertanyaan lain muncul. Memang bisa semudah itu? Bagaimana dengan penulis dan penerbit di kota besar yang tidak memiliki hutan atau karena satu dan lain hal tidak bisa menanam pohon sebagai pengganti ‘biaya’ cetak buku?

Gampang saja sebenarnya. Bukankah sekarang ini di Indonesia mulai banyak bermunculan penulis-penulis dari daerah? Kenapa bukan penulis-penulis itu yang diberdayakan? Lalu bagaimana caranya?

Begini. Ini hanya pilihan kedua selain penulis dan penerbit yang melakukan penanaman pohon secara langsung. Saya punya ide. Jika seorang penulis sudah menerbitkan buku lewat major publisher dan karena sesuatu hal tidak bisa menanam pohon, bisa memilih cara alternatif. Cara yang bisa ditempuh adalah dengan menularkan ilmu kepenulisan serta memberikan bimbingan dan fasilitasi penerbitan buku kepada penulis dari daerah. Tentu tidak gratis. Syaratnya adalah penulis dari daerah tersebut bersedia untuk menanam pohon di hutan, minimal bukit, di daerah mereka sebagai pengganti ketidakmampuan penulis dan penerbit. Satu batang saja untuk satu orang penulis daerah. Mudah, bukan?

Tentu tidak akan sulit. Asal ada keinginan dan niat untuk menuju ke arah kebaikan bersama. Intinya kembali pada komitmen masing-masing penulis dan juga penerbit untuk mendukung dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Sekali lagi ini hanya opini saya pribadi yang di dalamnya terselip mimpi bersama yang menunggu untuk diwujudkan. Mari bersama-sama mewujudkan mimpi demi keberlangsungan dan keberlanjutan kehidupan pohon di muka bumi.

Salam hijau!

~ mo ~