#1Like1Blogpost ~ Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur [3]

#1Like1Blogpost ~ Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur [3]

Baca juga: Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur (Bagian 2)

“Sudah enggak zaman lagi lewat minuman, Nak. Kalau Mbah bisa lewat apa saja. Paling manjur, ya, lewat apa yang sering kamu bawa setiap hari.”

“Saya tiap hari bawa sayur, Mbah. Gimana? Bisa enggak, Mbah?”

Tanpa menjawab pertanyaan Rani, lelaki dengan ikat kepala itu merapalkan mantra pada seikat sayur yang disodorkannya. Dengan saksama Rani menyaksikan setiap detik ritual yang dijalani oleh lelaki itu. Dia sama sekali tak terganggu dengan asap dan aroma dupa yang memenuhi ruangan kecil itu.

Continue reading “#1Like1Blogpost ~ Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur [3]”

#1Like1Blogpost ~ Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur [2]

#1Like1Blogpost ~ Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur [2]

Baca juga: Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur (Bagian 1)

“Aku kurang apa, Pah?!”

Pak Soni tak menjawab pertanyaan istrinya. Dia memilih bergegas masuk mobil dan berangkat kerja. Hari ini, dia berangkat kerja lebih pagi. Ada hal yang harus segera dia selesaikan. Dia bahkan tak sengaja hampir saja menabrak gerobak sayur.

Di depan jalan utama depan kompleks, dia melambatkan laju mobilnya. Ingatan-ingatan mendadak berkelindan di kepalanya. Sesekali dia terlihat menarik napas panjang. Terlebih saat dia mengaitkan ingatan demi ingatan tentang istrinya dan gadis penjual sayur itu.

“Papah sama sekali enggak ada apa-apa, Mah. Cuma ngobrol doang di warung kopinya. Salah?!”

Continue reading “#1Like1Blogpost ~ Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur [2]”

#1Like1Blogpost ~ Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur [1]

#1Like1Blogpost ~ Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur [1]

“Hahaha… Kenapa, Ran? Kamu masih merasa diri lebih suci? Hahaha…”

Sungguh senja yang berat oleh kata-kata terakhir Adam sebelum akhirnya mereka berdua berpisah di jalan kompleks perumahan itu. Rani sama sekali tak menyangka maksud baiknya justru berbalik melukai hatinya. Hampir lima tahun mengenal Adam, bukan waktu yang singkat untuk memahami kepribadian Adam. Dia hafal betul, saat kondisinya terdesak, Adam akan berubah menjadi sosok yang berbeda.

Continue reading “#1Like1Blogpost ~ Seikat Sayur dan Harapan yang Hancur [1]”

#1Like1Blogpost ~ Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai [3]

#1Like1Blogpost ~ Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai [3]

Baca juga: Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai (Bagian 2)

“Kenapa jadi aku yang disalahin?”

“Adam… Maaf, ya. Menurutku dalam hal ini emang kamu yang salah. Kamu udah berani main api.”

“Heh! Rani! Jangan asal ngomong, ya. Bukannya kamu yang dulu ngajarin aku? Kamu lupa?!”

Hening membius kedua pedagang keliling kompleks itu. Keduanya menundukkan kepala. Setelahnya Adam menerima roti terbungkus plastik yang isinya sudah hancur dari tangan Rani. Dia hanya bisa menyesali ucapan yang baru saja dilontarkannya pada perempuan muda seusianya yang terlihat menjauh sambil mendorong gerobak sayurnya.

Continue reading “#1Like1Blogpost ~ Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai [3]”

#1Like1Blogpost ~ Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai [2]

#1Like1Blogpost ~ Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai [2]

Baca juga: Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai (Bagian 1)

“Kamu mau main-main sama aku, ha?! Kamu kira aku enggak tahu semua perbuatanmu, Noura?!”

Brak!

Terdengar suara barang dibanting ke lantai. Tak lama kemudian disusul dengan suara pecahan kaca. Berkali-kali. Bertubi-tubi. Suara-suara itu berebut dengan isak seorang perempuan dengan rambut acak-acakan yang terduduk di sudut ruangan.

“Masih untung aku mau angkat kamu jadi pegawai. Kalau tidak, mau jadi apa kamu? Pelacur jalanan! Iya?!”

Continue reading “#1Like1Blogpost ~ Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai [2]”

#1Like1Blogpost ~ Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai [1]

#1Like1Blogpost ~ Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai [1]

“Jangan ke sini! Aku enggak mau makan roti lagi! Ngerti?!”

Setelahnya terdengar derit dipan saat sesosok tubuh terempas begitu saja di atas seprai lusuh pembungkus kasur. Sosok itu, lelaki muda dengan tubuh bersih dan terawat, terlihat mengacak-acak rambut lurus dan tebalnya. Sesekali terdengar teriakan yang disambung dengan umpatan.

“Setan! Padahal sekarang jadwalnya! Argghhh!”

Continue reading “#1Like1Blogpost ~ Sepotong Roti dan Kenangan yang Menyertai [1]”

#CERBUNG – MAS(S)A Bagian 2

ARION: Tombol Pengingat

DP BBM
Sumber: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/01/cara-mudah-membuat-tombol-pada-blog.html

 

Pohon cemara itu tidak seharusnya tumbang. Bukan waktunya. Tapi, apa pun bisa saja terjadi bukan? Bahkan, pada saat yang tidak seharusnya sekalipun. Suara yang keras berhasil membangunkan seorang lelaki yang tidur meringkuk. Arion. Memang hawa dingin tak terelakkan. Penghangat ruangan kualitas terbaik pun sepertinya tidak mampu mengusir hawa dingin yang menusuk tulang.

Arion bergegas menuju kamar mandi. Tak butuh waktu lama baginya untuk mandi. Setelah selesai membungkus tubuh atletisnya dengan pakaian kerja, dia pun berangkat. Dia mendadak ingat dengan janjinya pada seseorang hari ini.

“Masih ada waktu.”

Continue reading “#CERBUNG – MAS(S)A Bagian 2”